Skip to main content

Posts

Penistaan Atas Nama Kebebasan

Penistaan Atas Nama Kebebasan Andri Saputra Humas Hizbut Tahrir Indonesia Kotawaringin Barat. Barat kembali menebar bara di dunia Islam. Pemicunya berawal dari beredarnya film kontroversial yang berjudul Innocence of Muslims. Dalam film karya Sam Bacile tersebut, Rasulullah Muhammad SAW digambarkan sebagai seorang lelaki hidung belang, penipu dan kerap melakukan pelecehan seksual terhadap anak anak. Sontak, film ini mengundang kemarahan kaum muslimin di seluruh dunia dan memicu gelombang protes hingga pembunuhan terhadap Dubes AS untuk Libya Chris Stevens dan tiga warga AS lainnya di Benghazi, Libya pada Selasa (11/9). Pemerintah Amerika Serikat berdalih tidak kuasa untuk menghentikan pembuatan dan penyebaran film tersebut karena merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh undang undang. "Sekarang, saya perlu tekankan bahwa di dunia saat ini dengan teknologi terkini, hal itu mustahil. Bahkan kalaupun mungkin, negara kami punya tradisi panjang ke...

Rosulullah SAW Dihina, Amerika Terlibat dan BertanggungJawab !

Rosulullah SAW Dihina, Amerika Terlibat dan BertanggungJawab ! Ada hal yang menarik dan berbeda dengan aksi-aksi kaum muslim sebelumnya. Yaitu yaitu berkibarnya bendera Islam, panji Rosulullah SAW dalam aksi-aksi memprotes film murahan `the innocent of muslims' yang menghina Rosulullah SAW. Di Mesir , bendera Amerika di kedubesnya di Kairo, disobek digantikan dengan panji La ilaha illah Muhammad Rasulullah. Hal yang sama terjadi di Yaman, Tunisia. Kibaran panji tauhid yang berwarna hitam dan putih ini juga mendominasi aksi-aksi umat Islam di berbagai kawasan dunia mulai dari Timur Tengah, Asia termasuk Indonesia, Rusia, bahkan di jantung negara-negara Kapitalis Barat. Tidak seperti yang dituduhkan oleh Barat -lagi-lagi karena kedungungan mereka-, bendera itu bukanlah bendera teroris, bukan pula simbol alqaida, ataupun Hizbut Tahrir. Bendera itu adalah al liwa dan ar raya , benderanya kaum muslimin, bendera yang dikibarkan oleh Rosulullah SAW, benderanya negara Khilaf...

Re: # mediaumat # Banyak Sumber Kepolisian, Pemberitaan Kasus Teror Dinilai Kurang Sopan

Re: # mediaumat # Banyak Sumber Kepolisian, Pemberitaan Kasus Teror Dinilai Kurang Sopan Waktu membahas teroris mediaelektronik juga keterlaluan dengan dibelakang pembawa berita latar belakangnya layar lebar yang menampilkan foto saat konferensi khilafah internasional di mana anak anak muda lagi melakukan parade kibar arroya dan aliwa..... Ini secra tidak langsung bahwa memang isu terorisme untuk menghadang laju dakwah syariah dan khilafah , Pada tanggal 14/09/12, sultan Badui < sultanbadui@yahoo.co.id > menulis: > Banyak Sumber Kepolisian, Pemberitaan Kasus Teror Dinilai Kurang Sopan > > > Tanah Abang juga tidak pernah disebut > media sebagai 'sarang bandar narkoba' > > Kamis, 13 September 2012 > > Hidayatullah.com—Banyak pemberitaan media massa di Indonesia menyangkut > kasus-kasus terorisme > tidak seimbang. Bahkan lebih cenderung satu sumber. Pemberitaan seperti > ini selain dinilai kurang bagus dan sangat t...

Perangi Islam, AS Rangkul Kelompok Modernis, Tradisionalis dan Sufi

Perangi Islam, AS Rangkul Kelompok Modernis, Tradisionalis dan Sufi http://www.voa-islam.com/counter/intelligent/2011/01/31/13042/perangi-islam-as-rangkul-kelompok-modernis-tradisionalis-dan-sufi/ Isu-isu tentang intoleransi, kekerasan fisik, radikalisme agama, dan deradikalisasi yang digulirkan oleh berbagai LSM liberal, ternyata agenda kampanye anti syariat Islam, adudomba antar kelompok Islam (devide et impera), pelemahan, dan penyesatan akidah. Hal itu diungkap Direktur An Nasr Institute For Strategic Policy, Munarman SH, dalam sebuah diskusi terbatas dengan sejumlah pimpinan ormas Islam di Jakarta, (12/1/2011). Munarman merujuk data rahasia itu dari sebuah dokumen berjudul “Civil Democratic Islam: Partners, Resources, and Strategies,” yang dikeluarkan oleh Rand Corporation, sebuah lembaga riset di AS. Dokumen itu menjabarkan sejumlah strategi untuk menghantam kelompok Muslim fundamentalis. Munarman juga membeberkan aktor utama, bahasan, agenda, alur isu dan program se...

Mengkritik Penguasa Secara Terbuka Bolehkah?

Mengkritik Penguasa Secara Terbuka Bolehkah? 5:27 AM | Author: Denny Asseifff Tanya : Ustadz, bolehkah kita mengkritik penguasa secara terbuka? Jawab : Hukumnya jaiz (boleh) mengkritik penguasa secara terbuka, tidak haram. Dalilnya adalah kemutlakan dalil-dalil amar ma’ruf nahi mungkar kepada penguasa. (Muhammad Abdullah Al-Mas’ari, Muhasabah al-Hukkam, hal. 60; Ziyad Ghazzal, Masyru’ Qanun Wasa’il Al-I’lam fi Ad-Daulah Al-Islamiyah, hal.25). Dalil-dalil tersebut antara lain sabda Nabi SAW, "Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdil Muthallib dan seseorang yang berdiri di hadapan seorang imam yang zalim lalu orang itu memerintahkan yang ma’ruf kepadanya dan melarangnya dari yang munkar, lalu imam itu membunuhnya." (HR Tirmidzi dan Al-Hakim). Juga berdasarkan sabda Nabi SAW."Seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat yang haq kepada penguasa (sulthan) atau pemimpin (amiir) yang zalim." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Juga berda...

FW: Refress....KRONOLOGI TRAGEDI AMBON-MALUKU BERDARAH

FW: Refress....KRONOLOGI TRAGEDI AMBON-MALUKU BERDARAH " Tragedi ini sudah lama terjadi , yang lama sudah berlalu ... kita hanya bisa belajar dari semua ini .saya memposting ulang bukan bermaksud memicu konflik ulang lagi ... biar umat islam yang belum tahu menjadi tahu , karena berita seperti inipun pasti dulunya tidak berimbang. Namun saya yakin umat islam akan selalu mengenang ( takkan terlupa )dan mengambil hikmah yang terbesar , Bahwa Kita Islam adalah agama Cinta damai bukan kekerasan , ... ini terbukti di kisah lama ini siapa yang menngunakan kekerasan ,. semoga di ambil pelajaranya bagi kita umat Islam " KRONOLOGI TRAGEDI AMBON-MALUKU BERDARAH Desember 1998 s.d. Desember 2000 BAGIAN 1-1: SEBELUM AMBON Tragedi berdarah di Ambon dan sekitarnya bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum peristiwa Iedul Fithri 1419H berdarah, tercatat beberapa peristiwa penting yang dianggap sebagai pra-kondisi, bahkan ja...

KERAPUHAN SISTEM FINANSIAL KAPITALIS*

KERAPUHAN SISTEM FINANSIAL KAPITALIS* Oleh : H. Dwi Condro Triono, SP., M.Ag** 1. PENDAHULUAN Aktivitas ekonomi senantiasa berputar dalam dua kelompok pasar. Pasar yang pertama disebut pasar barang, yang terdiri dari pasar barang dan jasa. Pasar yang kedua disebut pasar faktor produksi, yang terdiri dari pasar lahan, pasar tenaga kerja dan pasar keuangan. Keberadaan pasar faktor produksi tentu saja adalah untuk mendukung keberadaan pasar barang. Namun, dalam perkembangan sistem ekonomi kapitalisme, ada pasar salah satu dari pasar faktor produksi yang mengalami perkembangan teramat pesat. Pasar tersebut tidak lain adalah pasar keuangan atau yang biasa dikenal dengan financial market. Pesatnya perkembangan pasar ini bahkan sampai mengakibatkan pasar ini terlepas dari induknya, kemudian menjadi pasar yang berkembang sendiri. Keberadaan pasar ini kemudian dikenal dengan pasar non riil, sebagai lawan dari pasar riil atau pasar barang. Keberadaan pasar keuangan ini berkembang dengan sangat l...