Skip to main content

𝑴𝑬𝑴𝑩𝑨π‘ͺ𝑨 𝑲𝑨𝑻𝑨-𝑲𝑨𝑻𝑨 𝑺𝒀𝑨𝑰𝑲𝑯 𝑻𝑨𝑸𝑰𝒀𝑼𝑫𝑫𝑰𝑡 𝑨𝑡-𝑡𝑨𝑩𝑯𝑨𝑡𝑰

 π‘΄π‘¬π‘΄π‘©π‘¨π‘ͺ𝑨 𝑲𝑨𝑻𝑨-𝑲𝑨𝑻𝑨 𝑺𝒀𝑨𝑰𝑲𝑯 𝑻𝑨𝑸𝑰𝒀𝑼𝑫𝑫𝑰𝑡 𝑨𝑡-𝑡𝑨𝑩𝑯𝑨𝑡𝑰 


Ketika Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Ψ±Ψ­Ω…Ω‡ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨͺΨΉΨ§Ω„Ω‰ berkata: “π‘Όπ’Žπ’‚π’• π’Šπ’π’Š π’‚π’Œπ’‚π’ π’Žπ’†π’π’†π’Žπ’–π’Œπ’‚π’ π’‹π’‚π’•π’Š π’…π’Šπ’“π’Šπ’π’šπ’‚, 𝒅𝒂𝒏 π’‚π’Œπ’‚π’ π’•π’†π’“π’ƒπ’‚π’π’ˆπ’–π’ π’…π’‚π’“π’Š π’•π’Šπ’…π’–π’“π’π’šπ’‚, π’•π’†π’•π’‚π’‘π’Š 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 π’Šπ’‚ π’Žπ’†π’Žπ’ƒπ’‚π’šπ’‚π’“ π’‰π’‚π’“π’ˆπ’‚ π’Œπ’†π’π’‚π’π’‚π’Šπ’‚π’π’π’šπ’‚ π’…π’‚π’π’‚π’Ž π’Žπ’†π’π’ˆπ’†π’Žπ’ƒπ’‚π’ π’…π’‚π’Œπ’˜π’‚π’‰ π’–π’π’•π’–π’Œ π’Žπ’†π’π’‚π’π’‹π’–π’•π’Œπ’‚π’ π’Œπ’†π’Žπ’ƒπ’‚π’π’Š π’Œπ’†π’‰π’Šπ’…π’–π’‘π’‚π’ π‘°π’”π’π’‚π’Ž, π’šπ’‚π’Œπ’π’Š 𝒔𝒆𝒕𝒆𝒍𝒂𝒉 π’Šπ’‚ 𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓-𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓 π’…π’Šπ’‚π’…π’–π’Œ 𝒅𝒂𝒏 π’…π’Šπ’‰π’‚π’π’„π’–π’“π’Œπ’‚π’.” — beliau tidak sedang melontarkan harapan kosong. Beliau sedang membaca sunnatullah dalam perubahan, mendiagnosis realitas umat dengan pandangan tajam, dan melukiskan garis masa depannya.


1. Umat akan menemukan jati dirinya


Hari ini umat Islam hidup dalam krisis identitas, di bawah sistem & hukum asing, dan kurikulum pendidikan yang menjauhkan mereka dari akar sejarahnya. Namun, aqidah Islam tetap tersembunyi dalam hati jutaan manusia, menunggu untuk dibangkitkan. Ketika an-Nabhani berkata *“Umat akan menemukan jati dirinya”*, itu adalah sebuah kepastian: umat ini tidak akan mati. Ia membawa benih kebangkitannya sendiri, betapapun panjangnya masa keterasingan.


2. Dan akan terbangun dari tidurnya


“Tidur” di sini bukanlah kematian, melainkan lelap yang berat. Umat tidak mati meski dijajah, dipecah-belah, dan ditindas secara politik. Tidur itu hanya sementara, dan kebangkitannya pasti. Kebangkitan ini bukan sekadar emosi atau ledakan sesaat, tetapi kesadaran intelektual bahwa Islam adalah satu-satunya gagasan yang mampu menyelamatkan manusia, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat.


3. Harga dari kelalaian


Syaikh an-Nabhani mengingatkan satu sunnatullah lain: kelalaian dalam membawa dakwah, tunduk pada rezim zalim, dan meninggalkan perjuangan menegakkan Negara Islam, tidak akan berlalu tanpa konsekuensi. Harganya sangat mahal: pembantaian, pengusiran, kemiskinan, hegemoni penjajah, dan hilangnya kehormatan umat. Seakan beliau berkata: jika kalian tidak membayar harga perubahan dengan kerja dan kesadaran, kalian akan membayarnya dengan kehinaan dan keterpurukan.


4. Melanjutkan kembali kehidupan Islam


Kunci yang beliau sampaikan amat penting. Umat tidak akan bangkit dengan letupan kemarahan atau reformasi tambal sulam, melainkan dengan kembali sepenuhnya pada kehidupan Islam. Artinya, menjadikan Islam sebagai rujukan total dalam pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Identitas dan kebangkitan tanpa adanya negara yang menerapkan Islam hanyalah kesadaran yang belum sempurna.


5. Diaduk dan dihancurkan


Ungkapan ini sungguh mengejutkan: “benar-benar diaduk dan dihancurkan.” Ini bukanlah hiperbola, melainkan peringatan nyata. Umat akan menanggung harga yang sangat berat sebelum menyadari bahwa tidak ada jalan keselamatan kecuali dengan tegaknya Negara Islam. Dan inilah yang kita saksikan hari ini: darah yang tertumpah di Gaza, Syam, Sudan, Myanmar, dan Somalia; perpecahan di mana-mana. Seakan semua penderitaan ini hanyalah fase pengadukan dan penghancuran yang mendahului sebuah kelahiran besar.


Kesimpulan


Kata-kata Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Ψ±Ψ­Ω…Ω‡ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ menyingkap bahwa masa depan bukanlah kabur seperti yang dikira sebagian orang; ia justru memiliki jalur yang jelas:


▪️Tidur sementara,

▪️Lalu kebangkitan yang pasti, meski harus membayar harga mahal jika kita lalai,

▪️Dan akhirnya kebangkitan sejati dengan melanjutkan kembali kehidupan Islam dalam naungan negara yang berhukum dengan Islam.


Ini bukan ajakan untuk meratap, melainkan seruan untuk bersiap: mengemban dakwah sebelum kita dipaksa membayar harga yang amat berat.


ابو ΨΉΨ¨ΩŠΨ―Ω‡ Ψ¨ΩƒΨ±

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...