Skip to main content

Surat Raja Inggris kepada Khilafah

Surat Raja Inggris Kepada Khalifah

Sesungguhnya sendi-sendi peradaban dunia barat dibangun berdasarkan peradaban Islam yang berdiri di Spanyol (Andalusia) oleh
kerja keras para ulama Islam di sana.
Di spanyol kaum muslimin mendirikan banyak perguruan tinggi dan meletakkan dasar teori eksperimen. Peradaban kaum Muslimin betul-betul mencapai puncak kebesarannya hingga banyak sekali raja-raja Eropa mengirimkan wakilnya untuk menimba ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas Spanyol. Selesai kuliah, mereka pulang ke negaranya masing-masing untuk menyebarkan ilmu pengetahuan yang mereka dapat dari Spanyol.

Salah satu buktinya, saya cantumkan surat George II raja Inggris kepada Hisyam III Khalifah kaum Muslimin di Andalus. Berikut Suratnya:

Dari: George Raja Inggris, Ghal, Swedia dan Norwegia
Kepada: Khalifah kaum Muslimin Andalus Paduka yang mulia Hisyam III

Dengan hormat,

Paduka yang mulia
Kami telah mendengar kemajuan yang dicapai oleh perguruan tinggi dan sekolah-sekolah industri di Negara Paduka. Oleh karena itu, kami bermaksud mengirim putra-putra terbaik kami untuk menimba ilmu di Negara Paduka yang mulia. Ini sebagai langkah awal meniru Paduka yang mulia dalam menyebarkan ilmu pengetahuan di wilayah Negara kami yang dikelilingi kebodohan dari empat penjuru.

Kami tunjuk Dubanet, Putri saudari kami sebagai kepala delegasi wanita Inggris untuk memetik rumbai-rumbai kain singgasana Paduka dan memetik bunga agar ia dan teman-teman delegasinya bisa sehebat Paduka, menjaga akhlak yang mulia dan memperoleh simpati wanita-wanita yang akan mengajari mereka.

Hamba titipkan lewat raja kecil kami ini, hadiah apa adanya untuk Paduka yang mulia dan sudilah kiranya Paduka menerimanya dengan senang hati.

Tertanda,
Hamba Paduka yang Patuh
George II

(Dikutip dari kitab: Lamhatun min Tarikhid da’wah, Dr. Muhammad Sayyid Al-Wakil)

Surat singkat dari George III ini menyiratkan hakikat penting diantaranya:
1. Kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan yang dicapai Andalus (Spanyol) pada masa pemerintahan Bani Umayyah.
2. Kebodohan dan kemerosotan yang dialami Negara-negara Eropa, seperti yang ditegaskan George: “…untuk meyebarkan ilmu pengetahuan di wilayah Negara kami yang diliputi kebodohan dari empat penjuru.”
3. Kebutuhan Inggris,Negara Eropa terkemuka untuk belajar ke Negara Islam.
4. Pemisahan antara siswa laki-laki dan perempuan di sekolah-sekolah Negara Islam dan itu tidak menghalangi mereka untuk maju dalam peradaban, ilmu pengetahuan dan industri. Hal ini nampak dengan jelas dalam surat George: “…dan memperoleh simpati dari wanita-wanita yang akan mengajari mereka.”
5. Kapasitas keilmuan yang dimiliki wanita Muslimah, sehingga mereka sendiri yang mengajari wanita-wanita sejenisnya dan memainkan peranan penting dalam masyarakatnya. Disini batallah klaim sebagian orang yang mengaku berpikiran modern yang menyatakan bahwa Islam memasung kebebasan kaum wanitanya. Padahal sejarah telah membuktikan dari zaman para sahabat Nabi Shalallahu alaihi wasallam sampai zaman keemasannya ini, wanita Muslimah banyak mengambil peranan yang sangat besar dalam membangun masyarakatnya. Maka kebebasan manakah yang mereka maksud???
6. Peranan besar yang diperankan Andalus (Spanyol) pada era Islam yaitu menyebarkan ilmu pengetahuan ke seluruh pelosok Eropa tanpa membedakan Negara satu dengan yang lainnya.

Hal inilah yang membuat Eropa mulai beranjak maju dalam ilmu pengetahuan dan industri.

Wallahu a’lamu.

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...