Skip to main content

Omdo


ADA YANG MENGATAKAN HIZBUT TAHRIR HANYA OMONG DOANG;
BERPUTAR DARI KONFERENSI KE KONFERENSI, SEMINAR KE SEMINAR,
DARI KUMPUL-KUMPUL KE KUMPUL-KUMPUL LAGI.

Pernyataan omong doang jelas salah besar. HT tidak hanya omong,
namun melakukan dengan serius apa yang dikatakan. Ketika mengatakan,
wajib menegakkan Khilafah, HT serius berjuang mewujudkannya. Di
antara bentuk keseriusannya adalah menyusun berbagai kitab yang
menjelaskan secara detail seluk-beluk sistem pemerintahan Khilafah,
sistem ekonomi, sistem pergaulan, rancangan UUD, dan lain. Disusun
juga metode dalam menegakkan Khilafah dan diaplikasikan dalam bentuk
partai yang solid.

Ketika mengatakan, wajib melakukan tatsqîf atau pembinaan, membangun
opini umum di tengah umat, dan melakukan thalab al-nushrah, maka
semuanya dikerjakan HT dengan penuh kesungguhan.
TAPI, KAN SEMUA AKTIVITAS ITU MASIH DIDOMINASI KEGIATAN BICARA?

Jangan remehkan bicara! Bukankah kita menjadi pintar dan menguasai
banyak ilmu karena ada para guru dan ustadz yang berbicara mengajari
kita? Bukankah rakyat negeri ini bangkit melawan penjajah karena ada
yang bicara meneriakkan tentang kewajiban jihad melawan kafir penjajah?

Apalagi dakwah bukan sembarang bicara. Dalam dakwah, isinya adalah
ajakan kepada manusia untuk mengikuti Islam. Ini adalah aktivitas mulia
dan diperintahkan Islam. Allah SWT pun menyebut dakwah sebagai
perkataan paling baik: Wa man ahsanu qawl[an] mimman dâ’a ilâl-Lâh
(Siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang mengajak
kepada Allah)?

Saat Rasulullah saw. ditanya, “Ayyu al-jihâd afdhal (Apakah jihad yang
paling utama)?” Beliau menjawab, “Kalimat haqq ‘inda sulthân jâir
(Kalimat yang benar yang disampaikan kepada penguasa yang jahat).
Jika pelakunya dibunuh, ia dikategorikan sebagai sayyid asy-syuhadâ
(pemimpin para syuhada).

Lihatlah apa yang pertama kali dilakukan Rasulullah saw. untuk
membangun peradaban, mewujudkan masyarakat Islami, serta
menegakkan Daulah Islamiyah. Beliau tidak membangun gedung, rumah
sakit, pasar, sekolah, dan lain-lain. Yang beliau lakukan adalah dakwah,
mengajak umat memeluk Islam. Beliau terus melakukan dakwah meskipun
menghadapi berbagai rintangan dan hambatan. Akhirnya, ada Kabilah Aus
dan Khazraj beserta para pemimpinnya menerima dakwah beliau. Lalu
mereka menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah saw. hingga
akhirnya beliau bisa mendirikan Daulah Islamiyah di Madinah.
Nah, setelah Daulah Islamiyah berdiri, Islam bukan hanya diucapkan dan
dijelaskan lewat kata-kata, tetapi diterapkan secara nyata dalam
kehidupan. Nasib umat Islam juga berubah. Tidak lagi tertindas dan
menderita seperti sebelumnya. Mereka menjadi umat yang kuat dan
disegani. Penduduk Makkah yang sebelumnya sulit menerima dakwah,
ditaklukkan dan mereka masuk Islam.

Itu pula yang sekarang dilakukan HT. Sejak awal berdiri, yang dilakukan
HT adalah dakwah. Konferensi, muktamar, seminar dan semacamnya
hanya salah satu uslub atau cara untuk menyampaikan dakwah kepada
umat. Saya tegaskan, itu bukan satu-satunya. Jika dikatakan, “Kok sering
sekali?” Jawabannnya, sudah sering saja masih banyak yang belum
paham, apalagi jika jarang, bahkan tidak pernah!

Memang, materi yang disampaikan dalam berbagai kegiatan itu tidak
semua bisa langsung diaplikasikan. Pasalnya, untuk menerapkan itu
semua memerlukan institusi negara. Contoh, ketika kita menyebut
tambang migas, batu bara, emas, dan lain-lain harus diambil-alih oleh
negara, tentu tidak bisa dilakukan kalau institusi negaranya tidak mau
melakukan.

Oleh karena itu, siapa pun yang menginginkan HT mewujudkan semua
yang dikatakan, serahkan kekuasaan kepada HT.[Ust. Rokhmat S. Labib

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...