Skip to main content

Posts

Generasi Ghuraba

NB: Ukuran kebenaran itu bukan dari banyaknya pengikut. Tetapi yang sedikit pengikutnya itu juga belum tentu benar. Kebenaran adalah apa yang berasal dari Kitabullah dan As-sunnah.. Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS 2 : 147) Hadist Abdillah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu 'anhu beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah pada suatu hari dan kami bersama beliau, "Artinya : Beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba) ditanya Rasulullah siapakah Al-Ghuraba itu ? Beliau menjawab orang-orang shalih diantara banyaknya orang-orang yang buruk, orang yang menyelisihi mereka lebih banyak daripada mentaatinya" [H.R Ahmad] Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Artinya : Sesungguhnya Islam dimulai dengan keterasingan dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing (Al-Ghuraba)" (H.R. Muslim) Had...

AS Membajak Perjuangan Rakyat

Penguasa Baru Libya Memuluskan AS Membajak Perjuangan Rakyat Syabab.Com - Barat benar-benar berusaha membajak perjuangan dan pengorbanan rakyat, berusaha agar setiap perubahan di suatu negeri berada di bawah kendalinya. Ketika rakyat mengorbankan darah dan nyawanya untuk menumbangkan rezim diktator, barat seolah mendukung rakyat dan menyiapkan agen-agen penggantinya, padahal selama ini para rezim diktator itu langgeng di bawah dukungan Barat. Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton kini di Libya dalam kunjungan tanpa diumumkan sebelumnya untuk bertemu dengan penguasa baru negara itu, sementara pasukan pemerintah interim melancarkan serangan ke kubu pertahanan terakhir yang masih dikuasai oleh Moammar Gaddafi. Clinton tiba hari Selasa di ibukota Tripoli dimana ia menjanjikan jutaan dolar dalam bantuan baru untuk program pendidikan dan layanan medis bagi pejuang yang cedera. Ia mengatakan dana yang lebih besar akan diperuntukkan bagi mengamankan gudang senjata dari pemerintahan Gadda...

Penyerangan Serentak Salibis ke Wilayah Muslim Ambon, Aparat Bungkam

Penyerangan Serentak Salibis ke Wilayah Muslim Ambon, Aparat Bungkam Ambon (voa-islam) - Pihak Salibis kembali melakukan perencanaan secara sistematis dengan melakukan penyerangan serentak ke wilayah-wilayah Islam di Ambon. Tadi pagi, Kamis (20/10/2011) kaum Nasrani kembali berulah, sekitar pukul 03.30 WIT mereka menyerang kaum Muslimin yang bermukin di Jalan Baru. Lagi-lagi, pihak Salibis melakukan provokasi terhadap kaum Muslimin dengan memukul pemuda Muslim yang sedang jaga malam. Belum hilang dari ingatan kaum Muslimin kerusuhan Ambon tanggal 11 September 2011 lalu, yang telah menewaskan delapan orang kaum Muslimin, ratusan luka, dan ratusan rumah kaum Muslimin terbakar di Waringin dan Mardika. Situasi dan kondisi di Ambon yang selalu digembar-gemborkan aman dan kondusif, nyatanya tidak seperti yang diharapkan. Bentrokan yang terjadi dini hari tadi, begitu minim akan pemberitaan media nasional. Berikut ini adalah kronologis kejadian yang baru saja terjadi dini hari hingga pagi tad...

Tanpa Resolusi Jihad, Tidak Akan Ada NKRI

Tanpa Resolusi Jihad, Tidak Akan Ada NKRI Kenapa harus alergi mendengar kata jihad. Padahal seruan jihad, mendorong perlawanan bangsa Indonesia hingga terbebas dari belenggu penjajah. Tanpa jihad dan berkat rahmat Allah, Indonesia tak akan merdeka, tidak punya harga diri dan kedaulatan di negeri ini. Tapi kini, jihad dikebiri, diredam, bahkan dikaburkan maknanya. Padahal, sesungguhnya, jihad tak akan lekang oleh waktu. Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum santri. Yang menarik, berdasarkan laporan pemerintah Belanda sendiri, bahwa peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial, dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, para haji, dan guru-guru ngaji. Ironis, sejarah yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, tidak mengenalkan peran “Resolusi Jihad” yang dikomandoi oleh KH. Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan fatwa “wajib” bagi setiap muslim untuk mempertahankan kemer...

Dalam kediktatoran tak da kebebasan politik, dalam demokrasi tak ada kebebasan ekonomi.

Cape Town, Afrika Selatan, 28 Maret 2011 Ya Walad! - Pelajaran Pertama Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi - Dalam kediktatoran tak da kebebasan politik, dalam demokrasi tak ada kebebasan ekonomi. DEFINISI KEDIKTATORAN Dalam kediktatoran tidak ada kebebasan politik. Perbedaan pendapat dihukum dengan pemberangusan masyarakat - dikurung, disiksa, dipenjara bahkan dihukum mati. Ada kebebasan ekonomi dasar karena negara adalah penguasa tunggal atas kekayaan. DEFINISI DEMOKRASI Dalam demokrasi tidak ada kebebasan ekonomi. Anda adalah seorang warga negara dalam satu set negara demokratis yang seragam. Menjadi warga negara berarti Anda adalah seorang debitur (penghutang). Anda bertanggung jawab terhadap utang nasional, jadi anak asal Mauritania yang lahir di padang pasir saat memasuki fase kehidupannya langsung menanggung pembagian dari utang nasional, hingga lahir ke dunia dengan berhutang sejumlah ribuan euro yang tak terbayarkan. Anda bebas untuk mengubah perwakilan politik Anda, tetapi, tidak b...

Toleransi yang Salah Kaprah

Toleransi yang Salah Kaprah Sebagian orang berkata, "bentuk akhlak mulia dan toleransi dalam Islam adalah memberi ucapan selamat kepada orang Yahudi dan Nashrani atas hari raya mereka." Alasannya, mereka memberikan ucapan selamat kepada kaum muslimin. Maka wajib juga atas kaum muslimin membalas ucapan selamat mereka atas hari raya mereka. Jawaban pertama, bahwa toleransi dan akhlak mulia maknanya bukan ikut-ikutan dengan pemeluk agama lain dalam kebatilan mereka, bekerjasama dan berserikat dalam kebatilan tersebut. Khususnya jika kebatilan tersebut adalah menyekutukan Allah. Dalam masalah ini, wajib berbara' darinya dan tidak memberi wala' (loyalitas) kepada pelakunya. Hal itu termasuk perintah Allah dan sunnah para nabi-Nya. Kedua, hari raya-hari raya ini berkaitan dengan masalah aqidah. Mengucapkan selamat berhari raya kepada mereka dan ikut serta merayakannya menunjukkan kecocokan dan keridlaan terhadap perayaan itu dan pengakuan akan kebenaran keyakinan mereka. Wa...

Toleransi yang Salah Kaprah

Toleransi yang Salah Kaprah Sebagian orang berkata, "bentuk akhlak mulia dan toleransi dalam Islam adalah memberi ucapan selamat kepada orang Yahudi dan Nashrani atas hari raya mereka." Alasannya, mereka memberikan ucapan selamat kepada kaum muslimin. Maka wajib juga atas kaum muslimin membalas ucapan selamat mereka atas hari raya mereka. Jawaban pertama, bahwa toleransi dan akhlak mulia maknanya bukan ikut-ikutan dengan pemeluk agama lain dalam kebatilan mereka, bekerjasama dan berserikat dalam kebatilan tersebut. Khususnya jika kebatilan tersebut adalah menyekutukan Allah. Dalam masalah ini, wajib berbara' darinya dan tidak memberi wala' (loyalitas) kepada pelakunya. Hal itu termasuk perintah Allah dan sunnah para nabi-Nya. Kedua, hari raya-hari raya ini berkaitan dengan masalah aqidah. Mengucapkan selamat berhari raya kepada mereka dan ikut serta merayakannya menunjukkan kecocokan dan keridlaan terhadap perayaan itu dan pengakuan akan kebenaran keyakinan mereka. Wa...