Skip to main content

Inilah Kitab yang Dicari Imaduddin Utsman Kitab Abad 4 H

 Inilah Kitab yang Dicari Imaduddin Utsman Kitab Abad 4 H


Setelah tulisan untuk Meluruskan seorang kyai dari Banten yang mau mencoba menolak nasab habaib dari keturunan Sayid Alwi Ubaidillah, ternyata dia masih berusaha menentang dengan membuat tulisan baru yang intinya tidak berkenan jika Kitab nasab yang dihadirkan adalah kitab nasab yang ditulis jauh dari masa kehidupan Sayid Alwi Bin Ubaidillah.


Dia ngeyel minta Kitab nasab abad yang lebih awal atau yang dekat masa kehidupannya dengan Sayid Ubaidillah Bin Ahmad. 

Mungkin karena dia sudah terlanjur penasaran, 

maka kami sodorkan Kitab nasab yang ditulis oleh ulama yang wafat di tahun 478 Hijriyah. 

Sayid Ubaidillah Bin Ahmad sendiri menurut biografi dan manaqib beliau wafat pada tahun 383 Hijriyah pada usia 93 tahun.


Ulama yang menulis kitab nasab tersebut adalah Syekh Yahya bin Muhammad bin Al-Qasim bin Muhammad bin Tabataba Al-Alawi Abi Al-Muammar. 

Beliau terkenal dengan nama Ibnu Tabataba yang menurut biografi meninggal pada tahun 478 Hijriyah. Tanggal lahirnya tidak diketahui tapi jelas sangat kemungkinan bisa diperkirakan kalau umur beliau dimisalkan 60an tahun maka dekat sekali dengan tahun wafat Sayid Ubaidillah Bin Ahmad.


Kitab beliau bernama أبناء الإمام في المصر والشام الحسن والحسين رضي الله عنهما yaitu Anak-anak al Imam Ali Bin Abi Tholib di Mesir dan Syam dari Keturunan Hasan dan Husain Radhiyallahu Anhuma.


Dalam kitab beliau halaman 176 (lihat scan kitab) dalam judul


‎ذكر ولد السيد عيسى بن محمد بن علي العريضي


Diterangkan bahwa anak dan putra keturunan dari Sayid Ahmad Bin Isa Al Muhajir yang ada di Hadhramaut Yaman dan Negara Islam Yang Lain Banyak Sekali diantaranya anaknya ada yang bernama Sayid Abdullah Bin Ahmad. Sebagaimana sudah masyhur bahwa Sayid Abdullah menamai dirinya Ubaidillah karena sangat tawadlu kepada Allah (Sudah kami jelaskan dalam tulisan kami sebelumnya.


‎لكن عقب السيد عيسى بن محمد من ابنه أحمد بن عيسى الشهير بالمهاجر كان كثيرا جدا في حضرموت وبعض بلاد المسلمين له اربعة أولاد محمد بن أحمد *وعبد الله بن أحمد* وعلي بن أحمد وحسين بن أحمد.


Artinya: Tetapi Keturunan Sayid Isa Bin Muhammad dari anaknya Ahmad Bin Isa yang terkenal dengan nama Al Muhajir banyak sekali di Hadramaut dan Sebagian Negara Muslimin yang lain. Beliau mempunyai 4 anak yaitu Muhammad Bin Ahmad, *Abdullah Bin Ahmad*, Ali Bin Ahmad, dan Husain Bin Ahmad.


Yang kami tulis tebal adalah beliau Sayid Ubaidillah Bin Ahmad yang mempunyai nama lahir Abdullah dan menamai dirinya Ubaidillah.


Sekiranya sudah jelas seperti matahari dalam masalah ini, 

maka kami meminta kepada imamuddin dan para pendukungnya untuk berhenti membahas polemik ini. 

Sebagai orang yang dianggap ulama marilah kita melakukan hal lain yang lebih manfaat untuk Islam dan Kaum Muslimin daripada sekedar meributkan nasab.

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...