Skip to main content

SEJARAH DEMOKRASI DAN PERIODE NABI-NABI

 SEJARAH DEMOKRASI DAN PERIODE NABI-NABI


1. Solon, anggota parlemen Athena (sekitar 630–560 SM) 

Mempresentasikan versi awal demokrasi partisipatif, yang dicampur dengan elemen-elemen keadilan sosial.


2. Cleisthenes (sekitar 570–507 SM) melanjutkan reorganisasi konstitusional Solon. Ia menjadikan Majelis Rakyat satu-satunya badan legislatif, meningkatkan pengaruh Boule, merampas kekuasaan efektif Areopagus, dan memastikan partisipasi yang luas dan mendalam dalam kehidupan publik.


3.Plato (Aristokles) lahir di Athena, adapula yang mengatakan di pulau Aegenia. Begitu juga dengan tahun kelahirannya yang tidak diketahui pasti ada yang mengatakan Plato lahir tahun 428 SM, ada juga yang mengataakan tahun 427 SM.

Plato lahir dalam keluarga Aristokrat Athena yang turun temurun memiliki peranan penting dalam kehidupan politik di Athena. 


4. Aristoteles dilahirkkan di Stragia kuno, Makedonia Yunani, pada tahun 384 SM. Pada umur tiga puluh tahun ia belajar di akademi Plato, selama bertahun-tahun Aristoteles benar-benar menentang Plato secara mendasar.

Pemerintahan demokratis bagi Aristoteles, bukanlah sesuatu yang ideal melainkan hanya bentuk yang paling bisa berjalan. Preferensi personalnya terhadap monarki sangat jelas terlihat dalam bukunya Politics. Dia memberikan sedikit dukungan pada proposisi bahwa demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang paling sesuai dengan watak manusia baik dari sudut pandang teoritik maupun praktik.

Meskipun Aristoteles selalu menentang Plato, namun Aristoteles sepakat dengan Plato tentang sifat negatif dari demokrasi. Menurutnya, definisi kebebasan sebagai orang bebas hidup menurut kehendak sendiri, dan demi keinginan sendiri adalah tidak betul. 


Masa kenabian :

1.      Adam. As      5872-4942 SM

2.      Idris. As        4533-4188 SM

3.      Nuh. As        3933-3043 SM

4.      Hud. As        2450-2320 SM

5.      Shalih. As     2150-2080 SM

6.      Ibrahim. As  1997-1822 SM

7.      Luth. As        1950-1870 SM

8.      Isma’il. As    1911-1774 SM

9.      Ishaq. As      1897-1717 SM

10.    Ya’qub. As    1837-1690 SM

11.    Yusuf. As      1745-1635 SM

12.    Syu’aib As     1600-1490 SM

13.    Ayub. As       1540-1420 SM

14.    Dzulkifli. As  1500-1425 SM

15.    Musa. As       1527-1407 SM

16.    Harun. As     1531-1408 SM

17.    Dawud. As     1041-971 SM

18.    Sulaiman. As  989-931 SM

19.    Ilyas. As         910-850 SM

20.    Ilyasa’. As       885-795 SM

21.    Yunus. As        820-750 SM

22.    Zakaria. As      91 SM-31 M

23.    Yahya. As           1 SM-31 M

24.     Isa. As               1 SM-31 M

25.     Muhammad. Saw  571-632 M


Lahirnya paham demokrasi pertama (Solon 630-560SM), Cleisthenes, Plato, Aristoteles, yaitu setelah masa kenabian Yunus.


Jadi sejak nabi ke 22 Zakaria maka mulai pertentangan antara paham tauhid dengan paham demokrasi yang dipahami di masyarakat setiap masanya. Paham tauhid yang merupakan ajaran ilahiyah diragukan oleh paham demokrasi hasil pemikiran manusia.


Jaman nabi Muhammad masyarakatnya sudah terbiasa melakukan shalat, zakat, puasa, haji (milah ibrahim) ini yang golongan musyirik Mekah, kecuali golongan kafirin yang beragama fagan.

Masyarakat yang dipimpin Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sofyan dkk. menganut paham demokrasi aristrokat (hanya golongan bangsawan dan orang kaya).

Masyarakat Mekah disebut musyirik karena disamping mengikuti dan melaksanakan milah Ibrahim tapi sistim pemerintahanya menggunakan demokrasi.

Jadi dakwah nabi Muhammad yang utama yaitu bagaimana merubah masyarakat demokrasi kembali kepada ajaran tauhid yang bersumber dari Alloh SWT.


Apakah manusia mampu membuat aturan? Tentu mampu, tapi tidak akan sempurna seperti aturan Alloh. Aturan dan hukum itu hak Alloh, sehingga manusia berkewajiban untuk menerapkanya, bukanya malah buat aturan sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...