Skip to main content

Kedudukan ijazah alamiyah al azhar al allamah al qodhi syaikh taqiyudin an nabhani

 Copas...


*KEDUDUKAN IJAZAH 'ALAMIYAH AL AZHAR AL 'ALLAMAH AL QADHI SYAIKH TAQIYUDDIN AN NABHANI*


Oleh: Muhammad Izzah, M. Pd.I


Beberapa bulan yang lalu, ana berdiskusi santai dengan mudir pesantren BIRU Ust Rio Gunawan. Beliau menjelaskan tentang ijazah 'alamiyah yang dikeluarkan al azhar pada masa lalu yang dijelaskan oleh Syaikh Dr Usamah azhari bahwa gelar tersebut adalah gelar kehormatan kefaqihan ilmu syariat yang diujian dihadapan pakar ilmu syariat al azhar di bidang  studi yakni ;

1. Ushul Fiqih 

2. Fiqih, 

3. Tauhid

4. Hadits

5. Tafsir

6. Nahwu 

7. Shorof 

8. Balaghah ( Badi, Ma'ani, Bayan) 

9. Mantiq

10. Sirah 

Bagi mahasiswa yang lulus akan mendapatkan syahadah alamiyah. Saat ini al azhar tidak mengeluarkan lagi ijazah 'Alamiyah


di bawah kepemimpinan Syekh Muhammad Abbasi al-Mahdi al-Hanafi yang menjadi rektor ke-21. Al-Azhar mengalami pengembangan-pengembangan, diantaranya adalah pada bulan Februari 1872 M. memasukkan sistem ujian untuk mendapatkan ijazah al-Azhar. Calon alim harus berhadapan dengan suatu tim beranggotakan 6 syaikh yang ditunjuk oleh syaikh al-Azhar untuk menguji bidang studi tersebut. 


Kedudukannya Ijazah 'Alamiyah sebagai berikut ; 


1. Dianugerahkan kepada mereka yang menamatkan pendidikan spesialisasi profesi atau materi. Mereka yang memperoleh ijazah ini bisa mengajar di Lembaga-lembaga Pendidikan Agama atau Sekolah-sekolah Pemerintah. Bisa juga mengajukan ke Peradilan Agama, Lembaga Fatwa, Advokasi di Peradilan Syari'ah dan Majelis Hisbah.


2. Ijazah 'Alamiyah dengan gelar Ustadz (Profesor). Dianugerahkan kepada mereka yang ahli dalam satu bidang materi pendidikan. Bagi pemegangnya bisa mengajar di fakultas-fakultas dan di bagian spesialisasi.


Jadi, kealiman kelimuan Syaikh Taqiyuddin An Nabhani Al Azhari mendapat pengakuan secara legal para ulama azhar bahkan Syaikh usamah azhari mengatakan ulama yang mendapatkan ijazah alamiyah, kecil kemungkinan akan tergelincir secara keilmuan. bahkan sekelas sayyid qutub, hasan al bana dan Syaikh yasin tidak mendapatkan ijazah alamiyah tersebut walaupun mereka azhari juga, ungkap Syaikh Dr Usamah azhari. 


Beruntunglah para pengemban dakwah yang mewarisi keilmuan Syaikh Taqiyuddin An Nabhani melalui karya kitab - kitab yang sangat luar biasa kedalaman samudra ilmu. Alhamdulillah.

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...