Skip to main content

Gelar khalifatull di mataram islam

*GELAR KHALIFATULLAH DI MATARAM ISLAM*



*RADEN PATAH*
Cikal bakal gelar ‘Khalifatullah’ disandang pertama kali oleh pendiri Kesultanan Demak, Raden Patah. Tahun 1479 M, Kekhalifahan Turki Utsmani menganugerahi gelar ‘Khalifatullah ing Tanah Jawa’ kepada Raden Patah untuk melegitimasi kedudukannya sebagai wakil Kekhalifahan Islam di Jawa

*DANANG SUTAWJAYA*
Pasca runtuhnya Demak oleh Kesultanan pajang (1549 M), Danang Sutawijaya mendirikan Kesultanan Mataram Islam (1587 M) sepeninggal Raja Pajang, Hadiwijaya (Jaka Tingkir). Sebagai penerus Demak, Sutawijaya menegaskan kembali gelar ini. Gelar lengkapnya: ‘Panembahan Senapati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa’ 

*DIPONEGORO*
Melihat nilai-nilai Islam hancur di Pemerintahan Mataram akibat intervensi Kolonialis, putra Hamengkubuwono III, Pangeran Diponegoro, mengobarkan Perang Jawa (1825 - 1830 M). Perang dimaksudkan untuk mengusir kependudukan Kolonialis dari Jawa, untuk kemudian mereformasi total Kekuasaan Mataram menjadi ‘Balad Islam Tanah Jawa’; pemerintahan berdasarkan syariat Islam di Jawa. Sebagai pemimpin revolusi, ia mengambil gelar ‘Khalifatu Rasulillah’ sebagai pengganti ‘Khalifatullah’ dalam tradisi keraton. Gelar lengkapnya: ‘Sultan Ngabdulkamid Erucakra Kabirul Mukminin Khalifatu Rasulillah Hamengkubuwono Senapati ing Alaga Sabilullah ing Tanah Jawi’

*HAMENGKUBUWONO X*
Pasca pecahnya Mataram Islam menjadi Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta pada perjanjian Giyanti (1755 M), gelar ‘Khalifatullah’ masih tetap dipertahankan secara turun-temurun oleh Keraton Jogja hingga masa sekarang (2019). Hamengkubuwono X, Sultan Jogja saat ini bergelar: ‘Kanjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati ing Alaga Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sedasa ing Ngayogyakarta Hadiningrat’

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...