Skip to main content

Dusta dusta kaum liberalisme

 #Dusta_Dusta_Kaum_Liberal


Siapaun seseorang, jika berada dalam jalan yang bathil, akan tetapi tidak mengakui kesalahan kesalahan nya, maka wajib baginya melakukan kedustaan kedustaan demi menutupi kedustaan yang telah lalu. 


Mau bukti?? Okelah kalau begitu gaees. 


1. Kaum liberal saking bingung nya menghadapi para pejuang Syariah Dan Khilafah, membuat mereka memeras otak agar mampu membujuk umat untuk tidak ikut memperjuangkan tegaknya syari'ah dan Khilafah. Berawal dari doktrin utopis, lalu tidak berdalil, kemudian nunggu Imam Mahdi, eeehh sekarang mulai buat isu isu baru yakni berdarah darah.. Serasa berbicara dengan anak anak kecil kalau melihat statemen demi statemen kaum liberal nih mah. 


Gaeesss gini loh ya.. 

Kalian ntu sudah kalah telak lawan pejuang Syariah dan Khilafah, gimana gak kalah telak?, alibi alibi mu menunjukkan ketidak fahaman mu tentang Khilafah itu sendiri, akhirnya asbun, alibi mu pontang panting,terlebih lagi bicara Methode nya.. Hmmm Hmmm kagak nyambung sama sekali. Oke jika saja kaum liberal itu berada di jalan yang  benar maka mustahil alibinya berubah ubah demi membodohi umat. Itu artinya apa? Artinya kaum liberal sama sekali tidak jujur. 


2. Bergeser nya alibi alibi liberal dalam memframing buruk dakwah syari'ah dan  Khilafah telah mengkonfirmasi telak bahwa mereka sebenarnya bukan Anti Khilafah, namun hakikatnya anti Syari'at ISLAM. Sangatlah mudah untuk membuktikan point 2 ini. Cukup dengan menguji kejujuran kaum liberal dengan pertanyaan berikut ini: 


A. Jika benar kalian menolak Khilafah dengan dalih menunggu Almahdi, maka pertanyaan nya apakah Almahdi kelak menggunakan demokerasi?. 


B. Jika benar Alibi liberal menolak Khilafah karena akan melakukan kudeta dalam dakwah, maka pertanyaan nya adalah apakah kaum liberal faham thoriqoh yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir (sebagai kelompok yang berjuang melanjutkan kehidupan ISLAM?). Jika merasa sudah faham lantas tau tidak kaum liberal artinya laa madiyah?. Justru Hizbut Tahrir dari awal menyatakan bahwa kudeta bukan jalan menegakkan Khilafah. 


C. Jika benar alibi kaum liberal menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah Mutazilah lantas harus ditolak pula dakwah nya termasuk Khilafah, maka cukup di tanya balik dengan kalimat Apakah mu'tazilah mengedepankan akal ataukah wahyu?, jika mu'tazilah lebih mengedapankan akal maka justru kaum liberal lah penerus Mu'taz, sebab diseru berhukum menggunakan wahyu justru mereka menolak dengan akal akalan. 


D. Ketika pun tuduhan liberal bahwa Hizbut Tahrir adalah mu'tazilah tidak terbukti, maka mereka mencoba dengan tuduhan lain dengan menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah khowarij, justru ini lebih lucu lagi, sebab hakikatnya khowarij adalah kelompok yang tidak mengikuti kebijakan kholifah, lagi lagi justru tuduhan ini menampar muka gerombolan liberal itu sendiri karena menolak Khilafah. 


E. Tak malu juga berkali-kali tuduhan terhadap pejuang syariah dan Khilafah terbantahkan seluruh nya, alih alih instropeksi diri agar berubah, justru kaum liberal semakin terjebak dengan kubangan kebohongan kebohongan baru yang dibuat nya sendiri. Misalnya saja menolak Khilafah ala Hizbut Tahrir, eehh giliran di tanya Khilafah versi liberal gimana sih?, ulama liberal yang mewajibkan Khilafah siapa sih(itupun jika ada), kok langsung klekep gak mampu jawab?. Intinya semakin di fitnah maka semakin banyak yang mencari tau kebenarannya, nah saat itulah kaum liberal agan terlibas dengan kebenaran. Duh kasihan sekali kaum liberal ini, semakin hari semakin berkurang teman temannya karena merasa dibohongi mulu. He he he he. 


Cukup lah bagi kami menyatakan dan meyakini firman ALLAH SWT ini


فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. Al-Nuur: 63)


Wallahu A'lam Bi Showab

Semoga bermanfaat

Alfaqir Sultan Alp Arslan

280621


#KhilafahAjaranIslam

#IslamRahmatanLilAlamin

#IndonesiaBerkahDenganSyariah

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...