Skip to main content

Orang munafik dim sekitar kita

Written by Oleh: Arief B. Iskandar

(QS an-Nisa' [4]: 142).

Mengomentari ayat ini, Ibn Katsir di dalam tafsirnya antara lain menyatakan, bahwa orang-orang munafik biasa menipu Allah SWT. Padahal tidak diragukan lagi, bahwa Allah SWT tidak mungkin ditipu karena Dia Mahatahu atas segala hal yang tersembunyi. Bahkan dalam kalimat selanjutnya dinyatakan, bahwa Allah SWT membalas tipuan mereka. Maknanya, Allah semakin menjerumuskan mereka di dunia dalam kesombongan, kesesatan dan pelecehan mereka terhadap kebenaran (Ibn Katsir, I/156).

Sebagaimana diketahui, pada bagian awal Alquran surah al-Baqarah, Allah SWT mengelompokkan umat manusia ke dalam tiga golongan: Mukmin, kafir dan munafik. Allah SWT menjelaskan ciri-ciri orang Mukmin dengan ringkas. Ciri-ciri orang kafir bahkan cukup dijelaskan dengan satu ayat. Namun, saat menjelaskan ciri-ciri orang munafik, Allah memaparkannya secara panjang-lebar. Mengapa? Karena faktanya, golongan munafik adalah golongan yang lebih berbahaya di masyarakat, karena mereka adalah 'musuh dalam selimut'. Karena itu, tentu sangat perlu kita mengenali ciri-ciri mereka ini.

Allah SWT telah menyebut kata dan kata jadiannya dalam Alquran sebanyak 37 kali dalam surah yang berbeda.
Sebagian ulama membagi sifat menjadi dua.


Pertama: . Pelakunya pada dasarnya kafir, tetapi berpura-pura atau menampilkan diri sebagai Muslim. Munafik jenis ini ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Mereka inilah 'musuh dalam selimut'. Mereka ini, di dalam hatinya pada hakikatnya mendustakan kitab-kitab Allah dan para malaikat-Nya atau mendustakan salah satu asas Islam (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 8-10).


Kedua: . Pelakunya boleh jadi Muslim, tetapi memiliki sifat-sifat/ciri-ciri orang munafik. Dalam hal ini, Rasulullah SWA bersabda, “Ada tiga tanda orang munafik: jika berkata, berdusta; jika berjanji, ingkar; jika dipercaya, khianat.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam salah satu kitabnya, ‘A'id Abdullah al-Qarni menyebutkan

tiga puluh sifat orang-orang munafik yang disebutkan dalam Alquran, di antaranya:

''dusta; khianat; ingkar janji; malas beribadah; riya; sedikit berzikir; sering terburu-buru dalam shalat; mencela orang-orang taat dan shalih; memperolok-olok Alquran, as-Sunnah dan Rasulullah SAW; bersumpah palsu; enggan berinfak; tidak peduli terhadap nasib kaum Muslim; suka menyebarkan kabar bohong; mengingkari takdir; mencaci-maki kehormatan orang-orang shalih; sering meninggalkan shalat berjamaah; membuat kerusakan di muka bumi dengan dalih mengadakan perbaikan; tidak ada kesesuaian antara lahiriah dan batiniah; takut terhadap kejadian apapun; menyuruh kemungkaran dan mencegah kemakrufan; bakhil; melupakan Allah SWT; mendustakan janji Allah dan Rasul-Nya; sombong dalam berbicara; awam dalam agama; menantang Allah dengan terus berbuat dosa; senang dengan musibah yang menimpa kaum Mukmin dan dengki terhadap kebahagiaan mereka.''

*****

Sahabat Hudzaifah ra pernah berkata, “Orang-orang munafik sekarang lebih jahat (berbahaya) daripada orang munafik pada masa Rasulullah SAW.” Ia lalu ditanya, “Mengapa demikian?” Hudzaifah menjawab, “Karena pada masa Rasulullah SAW mereka menyembunyikan kemunafikannya, sedangkan sekarang mereka berani menampakkannya.” (Diriwayatkan oleh al-Farayabi tentang sifat an nifaq [51-51], dengan isnad sahih).

Ingat, pernyataan sahabat Hudzaifah ra itu diucapkannya pada 14 abad yang lampau. Jika demikian, bagaimana dengan orang-orang munafik pada abad ini?

Kenyataannya, saat ini mereka melakukan perilaku munafiknya secara terang-terangan dengan penuh kebanggaan; tanpa rasa malu, takut dan berdosa kepada Allah SWT. Lihatlah para penguasa/calon penguasa yang berpura-pura tampil sebagai Muslim yang shalih dan Muslimah yang shalihah. Mereka berpura-pura shalat atau mengenakan jilbab. Mereka seolah-olah dekat dengan para ulama. Mereka seperti peduli terhadap kaum Muslim. Padahal sebelumnya semua itu jarang sekali mereka lakukan. Mereka melakukan apa saja demi mempercantik citra mereka di mata rakyat yang sebetulnya 'tidak cantik' itu. Mereka tidak sadar, bahwa semua yang mereka lakukan itu hakikatnya hanyalah menipu Allah SWT. Bayangkan, Allah SWT saja mereka tipu. Bagaimana dengan rakyat mereka?!!...

Semoga kita dijauhkan dari para penguasa munafik seperti itu, juga dari sifat-sifat kemunafikan yang mungkin saja tanpa disadari melekat pada diri kita masing-masing. Wamâ tawfîqi illâ billah.[]

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...