Senin, 14 Juli 2014

Ansipasi skenario caos kubu merah



JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam acara Diskusi Voa-Islam.com Bersama Media " Mengantisipasi Skenario Chaos 'Kubu Merah' bersama narasumber Munarman SH dan Faizal Assegaf. Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebutkan 'Kubu Merah' banyak menerapkan cara-cara Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam mencapai tujuannya.

Dalam gegap gempita umat Islam pada kasus gaza justru ada yang terlupakan, yakni kasus penistaan kalimat Tauhid "Laa Ilaha Ilallah" oleh The Jakarta Post. Ia melontarkan pernyataan, "Sebenarnya kasus The Jakarta Post itu cuma pancingan, agar umat Islam terprovokasi menjelang Pemilu Presiden (9 Juli 2014) kemarin" ungkapnya.

Contoh lain, Front Pembela Islam (FPI) menemukan spanduk-spanduk palsu yang seolah-olah dibuat FPI untuk memperkeruh suasana menjelang dan pasca pilpres. Dari penyisiran di lima wilayah DKI, FPI menemukan dan mencopot sekitar 600 false flag yang bisa menyudutkan FPI dan umat Islam umumnya.

"Spanduk-spanduk palsu itu sempat terpasang secara masif di lima wilayah DKI periode 2-6 Juli. Anda masih ingat, sebelumnya pada 7 Juli beredar di BBM dan media sosial, bahwa FPI akan menyerang MetroTV karena pemberitaannya yang tidak seimbang. Ini adalah bagian dari rangkaian rencana mereka mendiskreditkan FPI," ujar Munarman dalam acara Diskusi Voa-Islam Dan Media "Mengantispasi Skenario Chaos 'Kubu Merah'" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Sabtu (12/7/2014).

Munarman sebagai pembicara mengungkapkan modus lama yang kerap dilakukan 'kubu merah' ini, mereka kerap menimbulkan kekacauan Informasi (disinformasi) seperti cara-cara PKI, yang implikasinya adalah makin mendorong dua kubu yang berkompetisi akan berpegang kepada informasi yang menguntungkan mereka atau misleading.

Kaum komunis selalu menciptakan dan memanfaatkan kekacauan informasi guna meraih kekuasaan. Demikian pemaparan ilmiah disertai data-data akurat.

"Mereka sengaja untuk melakukan disinformasi, dalam bahasa kriminal itu manipulasi. Sengaja menyesatkan informasi, ada upaya kesengajaan atau misleading, supaya orang diarahkan kepada informasi yang mereka inginkan. Dalam perspektif intelejen disebut cipta kondisi sebenarnya" tambah Munarman.

Sejarah mencatat, 'kubu merah' adalah kelompok yang selalu menunggangi situasi, "Kubu merah ini juga, kelompok yang selalu menunggangi dan memanfaatkan situasi untuk keuntungan kelompoknya sendiri, kita masih ingat misalnya pada tahun 1948 ketika Indonesia tengah mengahadapi agresi Belanda, tiba-tiba ada 'kelompok merah' mengambil alih Madiun. Peristiwa Madiun ini korbannya luar biasa banyak dari umat Islam dan beberapa bahkan dari ormas pemuda Islam sebagai garda depan umat Islam."

Segala upaya dilakukan untuk merebut perhatian umat Islam Indonesia dan dialihkan perhatiannya dengan isu besar yang 'common sense' di Indonesia, yakni Gaza, Rumah Tahfidz Darul Quran Gaza yang di Roket hingga membombardir isu Gaza dan Palestina untuk menutupi kasus penistaan kalimat "Tauhid LAA ILAHA ILALLAH" oleh harian kubu merah The Jakarta Post.

"Segala upaya dilakukan untuk merebut perhatian umat Islam Indonesia dan dialihkan perhatiannya dengan isu besar yang 'common sense' di Indonesia, yakni syiah yang tiba-tiba peduli pada Gaza, Rumah Tahfidz Darul Quran Gaza yang di Roket hingga membombardir isu Gaza dan Palestina untuk menutupi kasus penistaan kalimat "Tauhid LAA ILAHA ILALLAH" oleh harian kubu merah The Jakarta Post" demikian kupas Abu Ammar pada awak redaksi Voa-Islam.com.

Ia menilai, "Nah ketika umat Islam lengah dan kendor perhatiannya pada konstelasi politik di Indonesia maka konspirasi 'berdarah' menembak ratusan roket IsraHELL ke Gaza.

Semua isu dimainkan agar umat Islam lengah dan lupa, namun sesuai ucapan Munarman sebelumnya, mereka memanfaatkan situasi dan mengkambinghitamkan pada umat Islam.

Abu Ammar menyatakan, pengalihan isu berdarah dan keji 'Gaza' Setidaknya ditunggangi kepentingan internasional dan sedikitnya dapat 10 keuntungan sekaligus bagi KUBU MERAH JOKOWI :

1. Syiah Indonesia dan internasional yang tiba-tiba sok peduli pada Gaza,

2. Menutupi kasus penistaan Kalimat Tauhid oleh Jakarta Post,

3. Menutupi kecurangan dan kejanggalan deklarasi kemenangan kubu Jokowi - JK melalui rilis Quick Count,

4. Mengangkat isu rencana sisa sumbangan Jokowi JK untuk dialihkan ke Gaza, meski tidak tulus betul niatnya ini.

5. Pengalihan isu rencana chaos kubu merah terkait Pemiliu Pilpres dan menghabiskan energi umat Islam pada isu Gaza dan tentunya Suriah.

6. Agenda besarnya, menyusupkan Bill Clinton di tengah euphoria pemberitaan dan konsentrasi umat Islam pada kasus Gaza dan Palestina, ratusan berita akan dirilis dan umat akan kendor energinya karena habis pada rapat, seminar, tabligh akbar dan demonstrasi mass masalah Gaza ini. Apalagi Kedatangan Bill Clinton ke Indonesia antara tanggal 16-23 Juli berkaitan dengan keputusan KPU tentang Pemilu Presiden Indonesia ke tujuh tanggal 22 Juli 2014.

7. Umat Islam lupa dengan kasus Romo 'Fasis' Franz Magnis Suseno,

8. Umat Islam dininabobokan dan dialihkan perhatiannya dari kasus penistaan GALLERY of ROUGES Kebangkitan Bad Guys atau Kumpulan Berandal oleh Wimar Witoelar

9. Umat Islam lupa pada kasus Transkrip Korupsi Busway Transjakarta yang melibatkan Megawati dan Jaksa Agung Basrief Arief,

10. Umat Islam lupa dengan Korupsi Busway Transjakarta oleh Jokowi senilai Rp 1,5 Triliun

Waspada, pengalihan isu marak namun korbannya diarahkan dan dikambinghitamkan pada umat Islam, awas PKI disekitar ANDA!.

Kami bahkan mendapat informasi akan ada 'chaos', informasi dari rekan intelijen menyatakan beberapa kekhawatiran sebagai berikut:

1. Potensi kerusuhan pilpres membesar krn survei tertutup menyebutkan jokowi kalah telak secara nasional dari prabowo. Suara jokowi hanya menang di sebagian Jawa Tengah, NTT, Lampung, Papua dan Makassar. Daerah lain dimenangkan prabowo.

2. Ada skenario kerusuhan massal yg didukung pihak asing, dgn menebar penembak gelap yg selama ini berkeliaran di hutan papua utk mendukung papua merdeka. Ingat, gerakan papua merdeka didukung asing, sgt ingin jokowi menang agar bisa referendum spt timtim

3. Tercium rencana penembakan disejumlah tempat di pulau jawa, thp kader pdip untuk menimbulkan kesan dilakukan pihak prabowo dengan orang-orang suruhannya sehingga terjadi kerusuhan massal dan kekacauan.

4. Kekacauan di setting masif agar pihak asing intervensi dan masuk ke Indonesia. Ingat, pihak asing sangat mendukung jokowi untuk bisa kuasai tambang dan refrendum merdeka papua.

5. Info 3000 marinir amerika di darwin sejak satu bulan lalu melakukan latihan penyerangan dan perang kota. Di singapura 5 kapal perang amerika siaga dgn dalih ngedock alias perbaikan. Dari data satelit Armada ke VII amerika sdh berlayar mendekati pantai selatan pulau jawa dan berjarak hanya sekitar 100 mil utk lakukan penyerbuan.

6. Penembakan kemungkinan dilakukan sniper binaan dinas rahasia asing yg kini disinyalir sdh menyusup di daerah jawa tengah dan ibukota utk memancing kemarahan rakyat.

7. Sasaran kemarahan rakyat kemungkinan ke pihak aparat TNI / Polri serta kemungkinan tempat keramaian, pasar dan bandar udara. 8. Rakyat marah maka TNI / Polri menembak dan akan terjadi banjir darah sehigga ada alasan bagi kekuatan asing masuk intervensi pemilu di Indonesia.

[ahmed/voa-islam.com]

Tidak ada komentar: