Skip to main content

PUASA AROFAH ITU TERKAIT DENGAN MOMENT WUQUF DI AROFAHNYA

 PUASA AROFAH ITU TERKAIT DENGAN MOMENT WUQUF DI AROFAHNYA


Oleh : Abulwafa Romli 

https://abulwafaromli.blogspot.com/2023/06/puasa-arofah-itu-terkait-dengan-moment.html?m=1


Ada yang berkata :

"Puasa arafah itu bukan disebabkan karena adanya orang wukuf. Walaupun tidak ada wukuf karena sesuatu hal, puasa arafah tetap disunnahkan karena tanggal 9 dzulhijjah".


Komentar saya :


1. Arofah itu nama tempat. Kalau ada puasa karena Arofahnya, maka setiap hari ada puasa Arofah karena Arofah ada setiap hari.


2. Puasa Arofah itu bukan karena Arofahnya, tapi karena ada momen wuquf di Arofahnya bagi kaum muslimin yang sedang ibadah haji. Dan momen wuquf itu jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.


3. Puasa Arofah itu bukan karena tanggal 9 Dzulhijjah nya, tapi karena pada tanggal itu ada moment waquf di Arofahnya. Kalau puasa Arofah hanya karena tanggal 9 Dzulhijjah nya, maka namanya bukan Puasa Arofah, tapi puasa 9 Dzulhijjah, puasa dangdutan, puasa saweran dan seterusnya, yang penting dilakukan pada tanggal tersebut, dan ini tidak ada dalilnya. Maka para ulama menyebutnya dengan puasa Arofah pada 9 Dzulhijjah, bukan puasa 9 Dzulhijjah di Arofah.


4. Shaumu `arofah (puasa Arofah) itu susunan idhofah, shaumu sebagai mudhof dan Arofah sebagai mudhof ilahi. Susunan idhofah di sini menyimpan makna fii (di dalam), dan Arofah itu bukan berarti tempatnya, tapi berarti aktifitas wuquf di Arofahnya. Maka arti puasa Arofah adalah puasa bersamaan dengan aktifitas wukuf di dalam Arofah bagi mereka yang ibadah haji.


5. Juga puasa tarwiyyah pada tanggal 8 Dzulhijjahnya itu terkait erat dengan moment kaum muslimin yang ibadah haji mempersiapkan bekal air dan lainnya untuk dibawa ke Arofah. Karena tarwiyyah secara bahasa berarti menyegarkan dengan air dan lainnya. Puasa tarwiyyah itu jelas terkait erat dengan moment tarwiyyah, bukan terkait tanggal 8 Dzulhijjah nya. Karena ketika terkait dengan tanggalnya, maka namanya tidak harus puasa tarwiyyah, tapi bisa dinamai puasa apa saja tergantung adanya moment pada tanggal 8 Dzulhijjah nya. Bisa puasa dangdutan karena ada dangdutan di tanggal itu atau puasa pembubaran karena ada pembubaran pengajian di tanggal itu.


6. Sebagaimana susunan kata "pintu jati" (babu sajin), artinya pintu yang terbuat dari kayu jati. Pintu jati bukan terkait dengan kayu jati nya, tapi terkait dengan pembuatan pintunya dari kayu jati. Kalau hanya terkait dengan kayu jatinya, maka bisa jendela dan lainnya, tidak harus pintu. Dan kalau hanya terkait dengan pintunya, maka bisa dari kayu nangka dan lainnya. Maka yang namanya pintu jati adalah pintu yang terbuat dari kayu jati dan tidak terkait dengan tanggal pembuatannya. Kalaupun pintu jati itu dibuat bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah, maka hanya ketepatan dan tidak bisa dikatakan pintu tanggal 9 Dzulhijjah.


7. Kalau puasa Arofah tidak terkait dengan moment wuquf di Arofah, tapi terkait tempatnya, maka puasa Arofah bisa dilakukan setiap hari, tidak harus tanggal 9 Dzulhijjah karena Arofah ada di setiap hari, juga puasanya harus di Arofah, bukan di Indonesia. Karena kalau puasanya di Indonesia, maka dinamakan puasa Indonesia, bukan puasa Arofah karena puasanya terkait erat dengan tempatnya, bukan dengan moment wuqufnya.


8. Menentukan kapan awal Dzulhijjah melalui rukyatul hilal lalu kapan wuquf di Arofah sebagai puncak ibadah haji adalah wewenang penguasa Mekkah, bukan penguasa negeri-negeri lain seperti Indonesia dan Malaysia.


9. Puasa tarwiyyah, puasa Arofah dan `iedul adha itu harus bersama dengan Mekkah dari sisi harinya saja, bukan sama dari sisi jamnya. Pergantian hari dalam kalender hijriyyah itu dimulai dari terbenamnya Matahari atau waktu shalat maghrib, bukan dari jam 00:00 atau pertengahan malam. Sehingga meskipun negara-negara itu saling berjauhan seperti Indonesia dan Amerika, maka negara-negara tersebut bisa berada dalam satu lingkaran hari yang sama, sedang yang berbeda hanya jamnya saja.


10. Semua negara-negara di dunia bisa shalat Jum'at di hari yang sama, yaitu di hari Jum'at. Susunan kata idhofah shalat Jum'at sama persis dengan susunan kata idhofah puasa Arofah. Yaitu berarti shalat khusus di hari Jum'at bukan shalat dzuhur yang ada di setiap hari, dan puasa khusus di hari Arofah, yakni ibadah wuquf di Arofah, bukan puasa apa saja di Arofah dan di tanggal 9 Dzulhijjah karena bisa puasa Senin-Kamis, puasa qodho atau nadzar.


Cukup. Yang mudah jangan dipersulit apalagi dipersekusi. Ilmu itu wajib dijelaskan meskipun tidak pada moment nya karena wuquf di Arofah sudah berlalu. 


Wallahu A'lam bish shawab 

Semoga bermanfaat. Aamiin...



Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π

 π“π€π“πŠπ€π‹π€ πƒπ€π‹πˆπ‡-πƒπ€π‹πˆπ‡ ππ„πŒπ„π‘πˆππ“π€π‡ π”ππ“π”πŠ πŒπ„πŒππ”ππ€π‘πŠπ€π π‡π“πˆ π“π„π‘ππ€π“π€π‡πŠπ€π https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi β„Žπ‘’π‘Žπ‘‘π‘™π‘–π‘›π‘’ di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...