Skip to main content

TERKUKUNG DEMOKRASI

 TERKUKUNG DEMOKRASI


Oleh: Ustdz Azizi Fathoni 


memperihatinkan memang situasi yang seperti sekarang ini..


umat seakan terkungkung oleh aturan main demokrasi, pilihannya hanya siapa pemimpin terbaik diantara yang ada, tidak diberi kesempatan memilih sistem apa yang terbaik diantara sistem-sistem yang ada


Angin seolah berhembus ke arah pengharusan nyoblos dengan ancaman dosa bagi yang tidak.. padahal sisi lain yang harus menjadi pertimbangan adalah, bahwa 


1. tidak menerapkan hukum Allah adalah dosa besar, jika disertai keyakinan akan menyebabkan kekafiran, kalau tidak disertai keyakinan jatuhnya kepada kezaliman atau kefasiqan 


(وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ [المائدة: 44]) 

(وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ [المائدة: 45]) 

(وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [المائدة: 47])


تفسير الماوردي = النكت والعيون (2/ 43)

قال ابن عباس رضي الله عنه: أن من لم يحكم بما أنزل الله جاحداً به فهو كافر , ومن لم يحكم مقراً به فهو ظالم فاسق


Ibnu 'Abbas: "barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dengan disertai pengingkaran terhadap hukum Allah tersebut maka dia kafir, sedangkan barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah namun masih mengakuinya maka dia zhalim dan fasiq".


التفسير المنير للزحيلي (5/ 125)

ومن أخطر أنواع الظلم: الحكم بغير ما أنزل الله


ٍSyaikh Wahbah Az-Zuhaili: "Diantara macam kezaliman yang paling bahaya adalah: berhukum dengan selain hukum Allah."


2. pemilu dalam sistem demokrasi adalah wasilah untuk berkuasanya seseorang yang akan menerapkan hukum atau bahkan membuat hukum kufur, karena menerapkah hukum kufur adalah haram bahkan menyebabkan kekufuran jika disertai keridhaan maka wasilah yang mengantarkan kepadanya yaitu mencalonkan dan memilihnya hukumnya juga haram. berlaku kaidah mengatakan

 

الوسيلة إلى الاحرام محرمة

"wasilah kepada keharaman hukumnya adalah haram" 


atau juga kaidah 


للوسائل حكم المقاصد

"hukum wasilah itu mengikuti hukum tujuannya"


maka haram mencalonkan pun haram pula memilih penguasa yang tidak menerapkan syari'at Islam. Kecuali apabila calon benar-benar secara terang-terangan menyatakan akan menerapkan hukum-hukum Allah, maka bisa boleh memilihnya atau bahkan memungkinkan wajib. 


3.lantas kalau tidak memilih apakah dosa? Jawabnya: ya, kalau diam saja tidak memperjuangkan Khilafah sebagai alternatif satu-satunya pengganti demokrasi. ini yang dimaksud tidak boleh abai terhadap urusan politik, tapi berpolitik tidak harus dengan aturan main demokrasi, justru harus dengan politik Islam saja. 


4. apakah memilih sudah dalam taraf dharurat? Jawabnya: belum, karena dikatakan dharurat yang membolehkan mengambil keharaman adalah, pertama: jika menyangkut hidup dan mati atau membahayakan jiwa, kedua: tidak ada jalan lain selain itu. Selain pertama tidak benar-benar terealisasi (kalau tidak memilih tidak mati atau terluka), juga karena ada jalan lain yang bisa ditempuh umat untuk mewujudkan kepemimpinan yang syar'ie, yaitu berjuang untuk mengubah sistem kufur demokrasi menjadi sistem Islam, khilafah. 


5. bukankah khilafah masih lama, sedangkan memilih pemimpin ini mendesak tinggal menghitung hari? jawabnya: justru jauh lebih mendesak khilafah, karena kewajiban khilafah sudah jatuh tempo sejak hampir 100 tahun yang lalu, bahkan lebih menurut hitungan kalender hijriyah.


6. apa bahayanya jika umat terus memilih dalam konteks demokrasi? jawabnya: akan berlarut-larut dalam kemasiatan tidak menerapkan hukum Allah. Kata al Imam Ibnu Hajar al

 Haitami:


والتمادي في الفسق فسق

"Berlarut-larut dalam kefasikan itu merupakan kefasikan."


dan terus menerus menjadikan umat menaruh harapan kebaikan dan kemuliaan dari aturan main demokrasi, padahal kemuliaan hanya akan didapatkan dari Islam.


تفسير ابن كثير ت سلامة (4/ 40)

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه: "نحن قوم أعزنا الله بالإسلام فمتى. ابتغينا بغير الإسلام أذلنا الله"


Umar bin Khaththab "kita adalah umat yang telah Allah muliakan dengan Islam, maka saat kita mencari kemuliaan dengan selain Islam maka Allah justru akan menghinakan kita."


7. Apakah ada dalil bahwa kita diperintahkan berlepas diri sistem atau aturan main kufur? jawabnya: ada hadits Hudzaifah bin Yaman, bertanya kalau saja nanti umat islam tidak memiliki persatuan "jama'ah" dan tidak pula dipimpin olah khalifah "imam": hindari semua kelompok yang mengajak kepada neraka/kesesatan meski harus memegang kebenaran seperti menggigit akar pohon.


صحيح البخاري (9/ 51)

حذيفة بن اليمان، يقول: كان الناس يسألون رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الخير، وكنت أسأله عن الشر، مخافة أن يدركني، فقلت: يا رسول الله، إنا كنا في جاهلية وشر، فجاءنا الله بهذا الخير، فهل بعد هذا الخير من شر؟ قال: «نعم» قلت: وهل بعد ذلك الشر من خير؟ قال: «نعم، وفيه دخن» قلت: وما دخنه؟ قال: «قوم يهدون بغير هديي، تعرف منهم وتنكر» قلت: فهل بعد ذلك الخير من شر؟ قال: «نعم، دعاة على أبواب جهنم، من أجابهم إليها قذفوه فيها» قلت: يا رسول الله صفهم لنا، قال: «هم من جلدتنا، ويتكلمون بألسنتنا» قلت: فما تأمرني إن أدركني ذلك؟ قال: «تلزم جماعة المسلمين وإمامهم» قلت: فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام؟ قال: «فاعتزل تلك الفرق كلها، ولو أن تعض بأصل شجرة، حتى يدركك الموت وأنت على ذلك»


jika Alqur'an dan kekuasaan terpisah (diterapkan hukum sekular), ikutlah al-Qur'an saja walaupun kondisi menjadi sangat buruk akibat hukum dan penguasa kufur: sebab mati dalam ketaatan (dalam hal ini berlepas diri dari demokrasi dan memperjuangkan sistem Islam) lebih baik daripada hidup dalam kemaksiatan (hidup dengan mengikuti aturan main demokrasi tidak menerapkan hukum Islam, karena slogannya: negara berdemokrasi bukan negara agama) 


المعجم الكبير للطبراني (20/ 90)

عن معاذ بن جبل، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «خذوا العطاء ما دام عطاء، فإذا صار رشوة في الدين فلا تأخذوه، ولستم بتاركيه، يمنعكم الفقر والحاجة، ألا إن رحى الإسلام دائرة، فدوروا مع الكتاب حيث دار، ألا إن الكتاب والسلطان سيفترقان، فلا تفارقوا الكتاب، ألا إنه سيكون عليكم أمراء يقضون لأنفسهم ما لا يقضون لكم، إن عصيتموهم قتلوكم، وإن أطعتموهم أضلوكم» قالوا: يا رسول الله، كيف نصنع؟ قال: «كما صنع أصحاب عيسى ابن مريم، نشروا بالمناشير، وحملوا على الخشب، موت في طاعة الله خير من حياة في معصية الله»


Intinya, wajib berlepas diri dari paham atau sistem demokrasi, dan wajib memperjuangkan sistem islam sebagai penggantinya.


*tulisan di atas asalnya adalah respon sy atas postingan seorang tokoh di salah satu WAG, repost di sini semoga bermanfaat bagi umat.

By: Ustdz Azizi Fathoni

Comments

Popular posts from this blog

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...