Skip to main content

JANGAN JADI SALAFI TALAFI YANG MENOLAK DAN MEMFITNAH DAKWAH PENEGAKKAN KHILAFAH DENGAN DALIH "TAUHID"

 JANGAN JADI SALAFI TALAFI YANG MENOLAK DAN MEMFITNAH DAKWAH PENEGAKKAN KHILAFAH DENGAN DALIH "TAUHID"


Oleh : Abulwafa Romli 

https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/08/jangan-jadi-salafi-talafi-yang-menolak.html?m=1


Salafi Talafi itu Menyatakan :

"KHILAFAH ITU TEGAK BUKAN DENGAN BERONTAK..!

Tegaknya khilafah itu dengan TAUHID, BUKAN DENGAN MEMBERONTAK, BUKAN DENGAN POLITIK HINA, BUKAN DENGAN MENCELA PENGUASA, BUKAN PULA DENGA MENEBAR TEROR DAN TURUN KEJALANAN..


sebagaimana dilakukan sebagian manusia yang mabuk khilafah ATAU MABUK IMAMAH..

Khilafah apa yang hendak ditegakan dengan cara munkar seperti ini.


Mustahil...! Khilafah ala minhaj nubuah akan tegak dengan cara yang kotor seperti ini...


Ketahuilah; khilafah itu hadiah bagi hamba yang bertauhid..

Sebagaimana firman Allah ta 'ala..


Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa (An nur;55).


Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata, “(Ayat) ini merupakan janji Allah ‘azza wa jalla bagi orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh berupa pemberian khilafah bagi mereka di muka bumi sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum mereka dari umat-umat sebelumnya. Janji ini mencakup seluruh umat. (FATHUL QODIR )


Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albanirahimahullah sering berkata, “Tegakkan daulah Islamiyah dalam diri kalian, niscaya akan ditegakkan daulah Islamiyah di negara kalian!,” ketika beliau membantah berbagai kelompok yang menyimpang dari tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta apa yang telah menjadi amalan as-salafush shaleh.


Beliau rahimahullah berkata,

Sungguh aku kagum terhadap satu kalimat yang diucapkan sebagian para mushlihin (orang yang melakukan perbaikan) di masa kini, yang menurutku seakan-akan ini merupakan wahyu dari langit, yaitu perkataan:

أَقِيمُوا دَوْلَةَ الْإِسْلَامِ فِي قُلُوبِكُمْ تُقَمْ لَكُمْ فِي أَرْضِكُمْ

“Tegakkanlah Daulah Islam dalam hati kalian, niscaya akan ditegakkan Daulah Islam di negara kalian.” (lihat at-Tashfiyah wat-Tarbiyah hlm. 33, transkrip ceramah asy-Syaikh al-Albani rahimahullah.

==============


JAWABAN SAYA :


1. Status orang musyrik yang mengklaim tauhid, karena mereka disamping menolak dakwah penegakan khilafah, juga mendukung, mendengar dan ta'at kepada pemimpin yang jelas-jelas menerapkan sistem/hukum kufur. Status talafi yg mengklaim salafi, kalau tidak musyrik apa namanya? Status mufsidin yg mengklaim mushlihin, karena dengan diterapkannya sistem kufur demokrasi kerusakan telah menyelimuti semua negeri, sedang mereka mewajibkan mendengar dan ta'at kepada pemimpin yang menerapkan demokrasi. Bahkan ini bisa dibilang statusnya munafiq yang mengaku tauhid, karena menolak dakwah khilafah, memitnah pendakwahnya dan mendengar dan ta'at kepada pemimpin tersebut, kalau tidak munafiq apa namanya? Penjilat?


2. Kalau benar khilafah akan tegak dengan tauhid kaum salafi talafi, maka khilafah sudah lama tegak di Mekkah karena negara paling tauhid, tapi dakwah khilafah di Mekkah malah dilarang. Imam Mahdi pun akan mendapat dukungan dari negeri Timur, dari orang-orang yang demo dengan mengibarkan panji-panji hitam. Ini menunjukkan bahwa tauhidnya kaum salafi talafi adalah tauhid palsu.


3. Mereka menyuruh menasihati penguasa empat mata. Padahal tidak ada contohnya menasihati empat mata. Karena kalau benar dengan empat mata, maka kita tahu dia menasihati dengan empat mata itu dari mana? Karena kalau sampai ada riwayat bahwa ulama fulan telah menasihati pemimpin dengan empat mata, maka ini menunjukkan adanya orang ketiga yaitu mata kelima dan keenam, lalu orang ketiga ini meriwayatkannya. Sekarang sebutkan ulama siapa yang kalau menasihati sultan/ pemimpin hanya empat mata?!


4. Kaum salafi talafi mengharamkan demo/unjuk rasa/ masiroh, padahal futuhat dan jihad itu bisa dibilang demo akbar. Dakwah berkelompok juga termasuk demo. Sahabat juga sering minta pendapat / protes kepada Nabi SAW dengan berkelompok seperti hadist dzahaba ahlud dutsuur, hadits Rasulullah SAW membentuk dua baris dipimpin Umar dan Hamzah berkeling kota Mekkah, dll. Karena dakwah adalah nasehat. Futuhat adalah nasehat. Jihad adalah nasehat. Karena agama adalah nasehat bagi semua orang, penguasa maupun rakyat. Hakekat dan fakta demo saja tidak ngerti, makanya statusnya ngawur dan provokasi.


5. Kaum salafi talafi melarang menasehati penguasa dengan dimuka umum. Meraka tidak mau mengerti, bahwa penguasa itu ada dua macam; penguasa yang menerapkan hukum/sistem Islam dan yang menerapkan hukum/sistem jahiliyah. Penguasa yang menerapkan hukum Islam itu kita wajib mendengar dan ta'at kepadanya seperti ketika khilafah masih tegak, meskipun secara pribadi penguasa itu zalim. Penguasa yang menerapkan hukum jahiliah itu haram dita'ati karena tidak ada ta'at kepada makhluk dalam hal maksiat, apa menerapkan hukum jahiliah bukan maksiat?, meskipun secara pribadi penguasa itu masih mengerjakan shalat, tapi tidak menegakkan shalat. Dan menerapkan hukum jahiliah itu termasuk syirik akbar. Rasulullah juga dakwah dan nasehatnya kepada kafir Quraisy tidak selalu empat mata, bahkan lebih banyak dengan terang-terangan, terutama ketika mencela adat istiadat jahiliah.

Nabi Musa as saja menasihati raja Fir'aun secara terang-terangan dan disaksikan orang banyak dari keluarga dan prajurit tentaranya...


Kalau kita mau jujur dan mau meneliti semua hadits tentang nasehat, maka kita menemukan, bahwa cara nasehat itu ada dua macam, dengan empat mata dan dengan banyak mata. Semuanya sama-sama boleh, tergantung situasi dan kondisinya, dan tergantung momentum yang tersedia. Kapan dengan empat mata dan kapan dengan banyak mata. Kapan dengan datang ke rumah/kantornya dan kapan dengan unjuk rasa/ demo. Kedua macam nasehat ini telah dipraktekkan oleh teman-teman dari Hizbut Tahrir. Hanya mengambil satu cara dan mengingkari cara lain yang dibolehkan adalah indikasi kebodohan dan kesombongan seperti kebodohan dan kesombongan kaum salafi talafi. Mereka sengaja tidak tahu bahwa Rasulullah dan ulama salaf sangat marah ketika hukum Allah dilecehkan, dilanggar, apalagi ketika tidak diterapkan oleh penguasa seperti saat ini. Mereka diam seribu bahasa sambil menjilat ke penguasa yang menerapkan hukum jahiliah. Memalukan sekali kan? Kita bisa buka kitab Alihyaa Imam Ghozali dalam pembahasan nasehat. Banyak sekali ulama salaf melakukannya dengan terang-terangan di hadapan khalayada 


6. Sudah talafi, juga liberal. Mana ada daulah Islam di dalam hati. Sebagaimana pernyataan, sebelum jilbabi tubuhmu maka jilbabilah hatimu. Kerjaan hati itu ikhlas, khusyuk, iman, yakin, tumakninah, shabar, nerimo dst. Apalagi istilah daulah batin. Saya teringat dalam tarikh, ketika Hasan bin Ali ra. menyerahkan khilafah kepada Muawiyah, maka kaum Syi'ah berkata, Hasan telah menyerahkan khilafah lahir, tapi tetap menjadi khalifah batin. Makanya Syi'ah dua belas imam termasuk kelompok yang meyakini khilafah / imamah batiniah ini...


•MAKSUD DARI TAUHID ITU APA?


Imam Syafi'i RA berkata:

من خاض في علم الكلام فكأنه دخل البحر في حال هيجانه، فقيل له: ياابا عبد الله إنه في علم التوحيد، فقال : قد سألت مالكا عن التوحيد، فقال : هو ما دخل به الرجل الإسلام وعصم به دمه وماله وهو قول الرجل : أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 


 "Siapa saja yang menyelami ilmu kalam, maka seakan-akan ia memasuki lautan ketika ombak besar". Lalu dikatakan kepada beliau, "Wahai Aba Abdillah, dia itu menyelami ilmu tauhid". Lalu beliau berkata, "Aku telah bertanya kepada Imam Malik mengenai tauhid, lalu beliau berkata, "Tauhid adalah perkara dimana seorang laki-laki memeluk Islam dengannya, dan menjaga darah dan hartanya dengannya. Yaitu perkataan seorang laki-laki, "Asyhadu anlaa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rosulullah/ aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah shallallahu alaihi wasallam".

(Almiizaan Alkubro', 1/60, Maktabah Daaru Ihyaail Kutubil Arobiyyah Indonesia).


•HIZBUT TAHRIR SAMPAI BENDERANYA PUN BENDERA TAUHID 


Ketika yang dikehendaki dengan tauhid adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Syafi'i dari Imam Malik gurunya, maka bendera tauhid adalah bendera yang bertuliskan, "laa ilaaha illallah, muhammadur rosulullah" dengan tanpa tambahan pedang atau tulisan yang lainnya. Bendera tauhid ini berkibar sejak masa Rosulullah SAW dan para sahabatnya dan sampai masa Imam Mahdi. Dan sekarang bendera tauhid ini dikibarkan oleh Hizbut Tahrir dan lainnya. Bendera tauhid juga adalah bendera khilafah. Bendera Ahlussunnah Waljama'ah yang hakiki, bukan Aswaja sekuler dan bukan Ahlussunnah salafi talafi. Sebagaimana khilafah adalah negara tauhid dan negara bagi Ahlussunnah Waljama'ah. Dikatan negara tauhid karena hukum Allah bisa diterapkan semua, tanpa dicampur dengan hukum jahiliah. Dan khilafah juga akan mentauhidkan (menyatukan) umat Islam sedunia...


Dengan demikian, siapa saja yang menolak dan membenci dakwah penegakkan khilafah serta bendera tauhidnya, maka kesalafannya, juga ke-Ahlussunnah-annya patut diragukan.


Wallahu A'lam bish shawab 

Semoga  bermanfaat, aamiin


#KhilafahAjaranIslam

#IslamRahmatanLilAlamin

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi)

 Tulisan bantahan Syaikh Utsman Bakhasy (Hizbut Tahrir) atas tulisan tanggapan pengasuh situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid (Ulama Salafi) -------------- *Pemberontakan Muhammad bin Abdul Wahab dan Keluarga Saud Terhadap Negara Khilafah Utsmani* Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan sebenar-benarnya pujian atas kebaikan dan berkah-Nya, yang tak terhingga jumlahnya, memenuhi langit dan bumi, serta semua yang ada. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasul yang diutus dengan membawa rahmat untuk seluruh alam, yaitu Muhammad bin Abdillah, keluarganya, para sahabatnya, serta siapa saja yang senantiasa setia dan mengikutinya denga cara yang baik hingga hari kiamat. Waba’du. Dalam situs “Al Islam Sual wa Jawab” (islamqa.info), yang diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajid terdapat sebuah pertanyaan: “Apakah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberontak terhadap Khilafah Utsmaniyah, dan menjadi pen...