Skip to main content

Bukan pancasila tapi sekulerisme

 Ceramah politik Mbah Maimun


Sudah tahu Indonesia bukan negara Islam tapi tidak menganjurkan perjuangan menuju tagaknya negara Islam (khilafah).


Beliau juga kurang makrifat bizamanihi (setelah makrifat binafsihi tsumma birobbihi). Pancasila itu bukan dasar ngara. Ini adalah fakta, bukan sekedar teori. Karena yang namanya dasar (asas/pondasi) semua bangunan di atasnya harus berkembang meninggi dari dasarnya. Sedang semua bangunan negara Indonesia itu tidak berkembang dari dasarnya, tapi berkembang dari dasar negara lain, yaitu sekularisme atau materialisme. Karenanya wajar sistem demokrasi - republik ini yang dipakai oleh negara, karena sistem ini berkembang dari dasar sekularisme, bukan dari Pancasila. 


Juga dengan sistem ekonominya yaitu ekonomi kapitalis - liberal dari ideologi kapitalisme dari akidah aqliyyah sekularisme dan bukan dari Pancasila. Begitu juga dengan sistem pergaulan, pendidikan, sampai uqubat dan politik dalam dan luar negerinya semuanya berkembang dari dasar sekularisme, bukan dari Pancasi.Kalau benar Pancasila itu dasar negara dan diambil dari nilai-nilai Islam atau Pancasila itu Islami, maka semua sistem yang berkembang dari Pancasila, semuanya harus islami, mulai dari sistem pemerintahan Islam khilafah sampai sistem ekonomi dan uqubat Islam dan seterusnya.


Seharusnya dasar negara itu Islam yaitu akidah Islam. Sehingga semua sistem perundang-undangan bisa mudah dibangun dan berkembang dari dasarnya. Dan semua problem berbangsa dan bernegara juga mudah mendapat solusi dari dasarnya. Yaitu  dikembalikan dari iman kepada Allah, kepada kitab / Alqur'an dan kepada rasul / assunnah. Mudahkan?! Contoh kecilnya sanksi bagi pencuri, perampok, pembunuh, pezina, korupsi itu semuanya sudah diatur dalan Kitab Alqur'an dan Assunnah, Alijmak dan Alqiyas. Ini baru benar-benar dasar negara.


Pada ceramah itu Mbah Maimun sedang menampilkan paham dan keyakinan pragmatisme, ilmu bungglon, dan ceramahnya tdk mewakili ulama, tapi mewakili parpol ppp yang sekuler, sama halnya dgn nu garis lurus yang mewakili ppp benturan dengan pkb yang dianggap nu tidak lurus. Jadi nu garis lurus itu tidak ada karena masih menolak khilafah, bahkan ada yang menjadi aktor fitnah dan dusta seperti Idr*s rameli, kecuali yang gabung dengan hizbut tahrir dalam barisan pengemban dakwah syariah dan khilafah, nah ini benar-benar orang nu yang lurus. Ma'af

Comments

Popular posts from this blog

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

MAKSUD "WAJIBUL WUJUD

 MAKSUD "WAJIBUL WUJUD" Asy Syaikh Al Mujahid Taqiyuddin An Nabhani rahimahuLLaah menyatakan dalam kitabnya, Nizhamul Islam: وحين ننظر إلى المحدود نجده ليسَ أَزَلِياً وإلا لما كان محدوداً فلا بدَّ مِنْ أن يكون المحدود مخلوقاً لغيره، وهذا الغير هو خالق الإنسان والحياة والكون، وهو إِمَّا أَنْ يكون مخلوقاً لغيره، أو خالقاً لنفسه، أو أزلياً واجب الوجود. أما أنَّه مخلوق لغيره فباطل، لأنَّهُ يكون محدوداً، وأما أنَّه خالق لنفسه فباطل أيضاً، لأنه يكون مخلوقاً لنفسه وخالقاً لنفسه في آن واحد، وهذا باطل أيضاً، فلا بُدَّ أنْ يكونَ الخالق أزلياً واجب الوجود وهو الله تعالى. Artinya: "Dan ketika kita memperhatikan sesuatu yang terbatas, kita mendapati bahwa ia bukanlah azali (tidak tanpa awal), sebab kalau ia azali tentu ia tidak terbatas. Maka pastilah yang terbatas itu merupakan makhluk yang diciptakan oleh selainnya. Dan yang lain itu adalah Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta. Ia (Pencipta) itu, kemungkinan: diciptakan oleh selainnya, atau menciptakan dirinya sendiri, ata...