Skip to main content

PENGHANCURAN BERHALA

 PENGHANCURAN BERHALA. 

@Abi Qostantin


Setiap berhala mesti dihancurkan. 

Berhala fisik yang terlihat ataupun yang tak terlihat. 


Rasulullah saw datang dengan 10.000 pasukan ke Mekkah untuk menghancurkan berhala. 

Mekkah penuh berhala saat itu. 

Dan berhala itulah yang menjadi institusi setan (alat),  yang selama ini menciptakan penolakan dakwah dan peperangan terhadap risalah nabi saw. 


Saat itu Abu Sofyan (Pemimpin Mekkah) berdiri tegak dengan 2 pedang yang terangkat,  siap menghadapi Rasulullah saw.


Rasulullah saw lalu mendekati Abu Sofyan,  dan berseru :

" Siapa saja yang masuk Mesjidil Haram,  maka dia kan selamat.  Dan yang masuk rumahnya menutup pintunya, dia  aman. Dan siapa saja yang masuk ke rumah Abu Sofyan, dia pasti aman".


Abu Sofyan seketika itu langsung menelan ludahnya sendiri. 

Kedua pedangnya diturunkan perlahan-lahan. 

Jiwanya yang gersang penuh buruk sangka kepada Rasulullah saw, seolah ditampar untuk bisa mempercayai realitas. 

Bahwa Rasulullah saw dan risalahnya tidak datang untuk mencuri posisinya. 


Duhai Muhammad saw... 

Betapa mulai akhlakmu,  akulah yang kejam selama ini kepadamu.

Abu Sofyan tertunduk lalu pulang ke rumahnya mencoba mempercayai posisinya yang baru saja disahkan oleh orang yang paling dimusuhinya. 


Penaklukan Mekkah adalah penghancuran berhala. Bukan pembasmian nyawa dan martabat. 


Martabat dicapai karena prestise ditengah masyarakat sebagai penanggung jawab sosial. 

Selama bukan untuk berhalamu, maka martabatmu akan tetap engkau yang punya. 


Setan bersemayam pada setiap berhala. Sejak dari jaman Raja Namrud hingga di jaman ini. 

Berhala jaman sekarang adalah berhala pemikiran. 

Demokrasi, sekularisme,  kapitalisme, nasionalisme dan komunisme adalah berhala model baru,  tempat setan memanggil-manggil. 


Dan banyak umat islam saat ini yang menggadaikan martabatnya pada berhala ini. 


Berhala pemikian kufur inilah yang akan dihancurkan ketika Kh1lafh Islam tegak.

Sedangkan martabat manusia tetap pada posisinya selama mau tunduk bertahkim pada hukum Allah swt.

Comments

Popular posts from this blog

𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍

 𝐓𝐀𝐓𝐊𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇-𝐃𝐀𝐋𝐈𝐇 𝐏𝐄𝐌𝐄𝐑𝐈𝐍𝐓𝐀𝐇 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐔𝐁𝐀𝐑𝐊𝐀𝐍 𝐇𝐓𝐈 𝐓𝐄𝐑𝐏𝐀𝐓𝐀𝐇𝐊𝐀𝐍 https://www.facebook.com/joko.prasetyo.457609/posts/pfbid02qjxJndqbLy1EpcAYSitShA3dEcmucHZZEdJwKAbXKHv264jz4oDxxhkF5KVQiEgwl . Sesaat setelah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia, sontak saja HTI langsung menjadi ℎ𝑒𝑎𝑑𝑙𝑖𝑛𝑒 di berbagai media massa baik televisi, cetak, radio maupun portal berita daring dan menjadi buah bibir berbagai kalangan masyarakat baik pro maupun kontra.  . “Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI," ujar Wiranto saat jumpa pers, Senin, 8 Mei 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat. Saat membacakan keputusan tersebut, Wiranto memaparkan tiga alasan pembubaran. .  Ketiga alasan pembubaran tersebut dinilai Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto tidak memiliki dasar sama sekali.  . “...

Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah

 Memaknai Hadis Kembalinya Khilafah Penulis: Ustaz Yuana Ryan Tresna Muslimah News, SYARAH HADIS — Hadis yang mengabarkan berita gembira tentang kembalinya Khilafah sangatlah banyak. Tidak benar bahwa hadis bisyarah nabawiyyah (kabar gembira kenabian) akan datangnya Khilafah hanya didasarkan pada hadis riwayat Imam Ahmad. Masih banyak hadis lain yang secara makna sejalan dengan hadis tersebut. Misalnya hadis riwayat Muslim, Ahmad, dan Ibnu Hibban tentang khalifah di akhir zaman yang akan “menumpahkan” harta yang tidak terhitung jumlahnya; hadis tentang akan datangnya Khilafah di Baitulmaqdis (HR Abu Dawud, Ahmad, ath-Thabarani, al-Baihaqi); juga hadis tentang kekuasaan umat Nabi Muhammad yang akan melingkupi dari timur hingga barat (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud). Hadis-hadis ini didukung banyak hadis lain dengan makna yang sama, seperti masuknya Islam ke setiap rumah, al-waraq al-mu’allaq, hijrah setelah hijrah, penaklukan Kota Roma, dan seterusnya. Makna hadis kembalinya Khil...

Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi

 Perbedaan Masiroh dan Demonstrasi (Muzhaharah) Aktivitas masirah sering digelar oleh beberapa komponen umat Islam dalam menjalankan fungsi mengoreksi penguasa. Sebagian pihak menyamakan masirah ini dengan demonstrasi, dimana demonstrasi ini merupakan salah satu cara Yahudi menurut mereka. Sebenarnya, seperti apakah perbedaan masiroh itu dengen demonstrasi. Berikut ini penjelasan singkatnya. Soal: 1. Mohon dijelaskan perbedaan antara aktivitas demonstrasi dengan masiroh, karena sangat gamblang terlihat bahwa tidak ada perbedaan antara kedua aktivitas. Mohon pencerahannya. 2. Pada suatu artikel saya membaca kritikan terhadap aktivitas masiroh yang melibatkan wanita. Sebenarnya bagaimana mendudukan masalah ini, atau apa batasan-batasan bagi kaum akhwat dalam hal ini. Jawab: Pada dasarnya, uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam, atau menyampaikan kritik (koreksi) bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam ...