Selasa, 20 Oktober 2015

tanpa judul

ust syamsul arifin

1. Bismillaahirrahmaanirrahiim
2. Tulisan ini saya mulai dengan | Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr: 18)
3. Setelah membaca postingan sebelumnya tentang dosa investasi, tentu bagi kita yang masih normal keimanannya akan memikirkan bagaimana agar kita terlepas dari dosa investasi dimana dosa ini terus mengalir seiring banyaknya amalan fardhu kifayah yang tidak dijalankan?
4. Satu-satunya atau paling tidak amalan fardhu kifayah yang masih dilakukan dari banyaknya fardhu kifayah lain adalah mengurus jenazah | Banyak orang yang khawatir berdosa ketika ada jenazah muslim yang tidak diurus | Kalau begitu bagaimana dengan amalan fardhu kifayah lain seperti hukuman qishos, rajam, urusan kesehatan, kesejahteraan, politik, muammalah dan yang lainnya dimana hanya bisa dilaksanakan ketika Khilafah atau Negara Islam tegak?
5. Tentu bagi kita yang masih normal keimanannya akan merasa sangat takut dengan dahsyatnya ancaman siksa neraka lantaran banyaknya amalan kifayah yang ditinggalkan | Dosa investasi terus mengalir seiring banyaknya orang yang berbuat maksiat dan tidak ada hukuman bagi mereka layaknya orang berzina yang seharusnya menurut Alquran harus di rajam atau jilid tergantung statusnya mukhson atau ghoiru mukhson | Di Indonesia hampir tiap menit ada yang berzina baik dari kalangan anak SD, SMP, SMA, Mahasiswa atau yang sudah paru baya termasuk mereka yang dilokalisasi | Belum lagi kasus pembunuhan, pencurian dan banyak lainnya
6. Kalau keimanan kita masih normal tentu kita akan senantiasa berupaya untuk mencari solusi untuk bisa menggugurkan dosa investasi tersebut yakni dengan menegakkan Khilafah | Memang benar dosanya tidak akan terhapus selama Khilafah belum tegak tapi paling tidak kita akan bisa menjawab pertanyaan Allah kelak dengan jawaban | ‘Ya Allah, hamba sudah mengusahakan sekuat hamba untuk menegakkan Khilafah’
7. Selain itu, kita juga akan terus mencari amal kebajikan yang sebanyak-banyaknya, guna menghadapi hisab (perhitungan) amal dari Allah SWT di akherat kelak | Dan itulah manusia yang cerdas menurut Rasulullah SAW
8. Mengingat kesempatan hidup yang diberikan Allah SWT di dunia ini sangat amat pendek sekali, maka kita harus memiliki “strategi” dalam membuat amalan kebajikan
9. Ingatlah dalam waktu yang terbatas, manusia mempertaruhkan kehidupannya yang abadi di alam akhirat | Jika ia gagal dalam hidupnya, gagallah ia di akhirat | Ia akan menyesal, menderita, tersiksa, teraniaya, untuk selama-lamanya | Jika ia sukses dalam hidupnya, sukseslah ia di akhirat | Maka, dia akan bahagia untuk selama- lamanya
10. Maka seluruh manusia akan kembali kepada Tuhannya dalam keadaan bahagia karena amalnya atau menyesal karena amalnya pula sewaktu hidup di dunia
11. Ingatlah hidup di dunia ini hanya sekali, hanya sebentar saja dan tidak akan terulang lagi
12. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari” (QS. An-Nazi’at: 46)
13. Sekarang mari kita lihat berapa umur kita yang tersisa di dunia ini?
14. Rata-rata umur manusia adalah 60 tahun | Pertanyaannya adalah benarkah umur 60 tahun itu akan kita pertaruhkan semuanya untuk kehidupan yang selama-lamanya? | Kita harus mengurangi masa 60 tahun itu dengan masa kanak-kanak kita | 15 tahun => 60 – 15 = sisa umur 45 tahun | Selain itu kita juga harus mengurangi masa itu dengan masa tidur kita | 8 jam sehari = 1/3 masa hidup => 45/3 = 15 tahun
15. Maka waktu yang benar-benar kita pertaruhkan adalah 30 tahun
16. Ingatlah semua manusia akan menyesal terbagi dalam 3 kelompok | 1. kelompok yang paling berat penyesalannya | 2. kelompok yang berat penyesalannya | 3. kelompok yang ringan penyesalannya | Semuanya tergantung amal sewaktu di dunia
17. Tentu kita tidak ingin menyesal di akhirat walau ringan | Kita ingin menjadi orang-orang yang bahagia
18. Pertanyaannya | dengan umur yang sangat singkat ini bagaimana caranya agar kita dapat memiliki amal yang sebanyak- banyaknya dan setinggi-tingginya? | Bahkan, amal yang dapat jauh melampaui umur kita sendiri? | Karena pahala dari amal itu dapat terus mengalir, walaupun kita sudah meninggal dunia | Amalan apakah itu?
19. Kita tahu bahwa setelah meninggal hanya ada tiga perkara yang akan memberikan pahala yang terus mengalir | Shodaqoh jariyah, anak sholeh dan ilmu yang bermanfaat
20. Shodaqoh jariyah | Jujur saja, berapa persen dari seluruh harta kita yang kita pergunakan untuk shodaqoh jariyah? | Berapa majlis taklim yang kita bangun? | Berapa puluh atau ratusan juta yang kita gunakan untuk amal sholeh atau shodaqoh jariyah ini jika untuk penghidupan sehari-hari saja masih sulit? Jika kecintaan terhadap dunia saja masih dominan? | Apa yang akan kita banggakan dari harta sedikit kita untuk pahala shodaqoh jariyah?
21. Anak sholeh | Di kehidupan seperti sekarang, melahirkan dan mendidik anak untuk menjadi anak sholeh adalah harapan yang hampir-hampir mustahil | Itu karena kehidupan sekarang yang tidak sesuai dengan Islam | Aurat dimana-mana | Orang tidak shalat dimana-mana | Tayangan TV yang amburadul tiap hari
22. Saya pernah mendapatkan cerita | Ada sebuah keluarga Muslim yang tinggal di Amerika | Mereka memiliki anak perempuan yang memakai hijab syarie | Suatu saat mereka ‘mudik’ dan berencana tinggal di Indonesia | Setelah mereka sampai | Hari berikutnya anak perempuannya melihat orang-orang tidak menutup auratnya | Ia berkata kepada orang tuanya | ‘Abi Umi, mereka orang Islam apa bukan?’ | ‘Kenapa mereka tidak menutup aurat sebagaimana yang Abi Umi ajarkan kepada saya bahwa sebagai muslimah saya harus menutup aurat’ | Selain itu banyak pula pertanyaan yang muncul karena apa yang ia pahami tentang Islam yang benar tidak sesuai dengan kehidupan di Indonesia | Khawatir aqidah anaknya rusak, mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di Amerika lagi dimana yang haq dan yang bathil terlihat jelas | Memakai hijab syarie berarti muslim | Tidak memakai hijab berarti Kafir
23. Itu gambaran kecil bahwa untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh atau sholehah di zaman ini sangat sulit
24. Bagaimana dengan ilmu yang bermanfaat? | Sejauh mana ilmu kita? | Seberapa luas ilmu yang kita sebarkan? | Tentu ilmu disini bukanlah dalam bentuk buku-buku tanpa adanya sebuah amalan | Melainkan ilmu yang bermanfaat dimana ilmu itu diamalkan oleh orang lain
25. Artinya ilmu yang bermanfaat disini adalah ilmu atau amalan yang diamalkan oleh orang lain | Inilah pahala yang akan terus mengalir kepada kita walau kita sudah meninggal
26. Contoh | Imam Syafi’i memiliki banyak sekali kitab-kitab | Jika ilmu beliau hanya sebatas kitab tanpa ada yang mengamalkannya tentu pahalanya hanya sebatas apa yang tertulis di kitab | Namun jika sekarang banyak orang yang mengamalkan kitab yang ditulis Imam Syafi’i | Berapa pahala yang mengalir pada Imam Syafi’i
27. Contoh lain | Jika di tanah Jawa ada puluhan juta ummat Islam | Berapa pahala yang terus mengalir pada Wali Songo (Wali Sembilan) ? | Lalu, jika di dunia ini ada milyaran ummat Islam | Berapa pahala yang terus mengalir pada para shahabat Rasul SAW?
28. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan kita? | Apakah kita secerdas Imam Syafi’i hingga mampu menuliskan ratusan kitab yang dahsyat? | Apakah kita sehebat wali songo yang berdakwah di tanah Jawa? | Apakah kita semulia sahabat yang mendakwahkan Islam keseluruh dunia?
29. Tentu, kita jauh dibawah mereka semua | Lalu bagaimana agar kita mendapatkan pahala yang terus mengalir seperti mereka?
30. Mungkinkah kita mengikuti jejak mereka? |Insya Allah kita pun bisa seperti mereka | Asalkan kita memiliki amalan yang besar, amalan yang agung | Sebagaimana amalan para shahabat Rasulullah SAW | Apakah amalan itu?
31. Allah berfirman | “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran: 110)
32. “Barang siapa yang mengajak pada petunjuk, maka baginya adalah pahala orang yang mengikuti ajakannya, tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak pada kesesatan, maka baginya menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikuti ajakannya itu, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka itu” (HR. Muslim)
33. Jadi, amalan apakah itu? | Amalan itu tidak lain adalah amar ma’ruf nahi munkar
34. Dan tentu amalan amar ma’ruf nahyi munkar ini sangat banyak sekali | Pertanyaannya adalah amalan amar ma’ruf nahyi munkar apakah yang paling tinggi?
35. Ingatlah apa yang sudah dibahas dalam postingan tentang dosa Investasi yang menyimpulkan bahwa dosa-dosa yang terus mengalir itu akibat tidak diterapkanya syariat Islam, akibat tiadanya Khilafah sebagai Negara Islam yang akan menerapkan Syariat Islam sehingga kita akan terbebas dari dosa-dosa amalan Fardhu Kifayah yang sekarang banyak ditinggalkan
36. Memang benar menutup lokalisasi adalah amar ma’ruf nahyi munkar, mengajak orang untuk meninggalkan riba juga amar ma’ruf nahyi munkar, mengajak orang sholat juga amar ma’ruf nahyi munkar | Dan itu bisa kita lakukan secara Individu
37. Namun selama sistem Negara Indonesia masih melegalkan prositusi atau lokalisasi, miras, bank atau lembaga keuangan dengan riba, tidak adanya hukuman bagi yang berzina, mencuri, sholat dan lainnya yang tidak sesuai dengan Islam | Maka kemungkaran-kemungkaran yang jumlahnya sangat banyak akan terus ada | Itu karena Negara melegalkannya
38. Oleh sebab itu | apa kemungkaran yang terbesar? | Adalah kemungkaran yang dapat menyebabkan seluruh rakyat dengan sukarela maupun terpaksa melakukan kemungkaran, meninggalkan syariat Islam, menghalalkan apa yang Allah haramkan dan melakukan apa yang Allah perintahkan | Kemungkaran apa itu? | Adalah kemungkaran yang bersumber dari Penguasa!
39. Kenapa? | Karena penguasa itulah yang melegalkan sistem yang bertentangan dengan sistem Syariat Islam yang sudah Allah perintahkan | Dari sistem yang tidak bersumber dari Allah itulah segala kerusakan dan kemungkaran terjadi di muka bumi ini
40. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ (Qs. ar-Rum : 41)
41. Oleh sebab itu | amar ma’ruf nahi munkar yang paling agung adalah yang bisa membuat seluruh rakyat melakukan kema’rufan | Yang bisa mencegah seluruh rakyat melakukan kemungkaran | Yaitu amar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa agar penguasa mau menerapkan Islam secara kaffah
42. “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin ‘Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri menghadap pemimpin yang zalim untuk melakukan amar makruf nahi munkar kepadanya lalu penguasa itupun membunuhnya” (HR. Al-Hakim)
43. “Jihad yang paling mulia adalah ucapan yang benar yang ditujukan kepada penguasa yang zalim” (HR. Ibnu Majah dan An-Nasa’i)
44. Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad)
45. Lalu Negara apa yang bisa melakukan amar ma’ruf nahyi munkar terhadap umat Islam dan seluruh umat di dunia? | Hanya satu | Khilafah
46. Coba bayangkan jika kita mengajak satu orang masuk Islam lalu ia mengamalkan apa yang kita ajarkan kepadanya kita mendapatkan pahala sebesar gunung | Bagaimana jika Khilafah membebaskan suatu negeri dimana ada puluhan hingga ratusan juta penduduknya memeluk Islam?
47. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan | dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, | (An-Nashr ayat 1-2)
48. Berapakah banyaknya pahala yang akan diraih ketika manusia masuk kepada Islam secara berbondong-bondong? | Tentu banyak sekali
49. Tidak cukup sampai disitu | Khilafah juga yang akan membebaskan Al-Aqsha, melakukan futuhat-futuhat, jihad dan tentu melaksanakan seluruh Syariat Islam | Seluruh perintah dan larangan Allah akan ditegakkan sekokoh-kokohnya
50. Dan masih banyak lagi pahala yang akan kita raih ketika yang melakukan amar ma’ruf nahy munkar adalah sebuah negara
51. Pertanyaannya | Dimanakah Negara Islam atau Khilafah ini? | Jawabnya; hingga hari ini Khilafah belum tegak | Maka sudah sewajarnya kita menegakkan Khilafah | Negara yang akan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar
52. Maka aktifitas menegakkan Khilafah bukan hanya wajib sebagaimana sudah banyak dalil syara yang menjelaskan termasuk ulama 4 madzhab yang sepakat Khilafah wajib | Tetapi juga untuk mengugurkan dosa-dosa investasi yang terus mengalir | Dan tentu untuk meraih pahala yang terus mengalir sebagaimana sudah dijelaskan | Lihat postingan tentang ulama 4 madhzab sepakat Khilafah wajib dan Dosa Investasi
53. Oleh sebab itu, bagian dari amar ma’ruf nahyi munkar adalah dengan mengajak Anda agar ikut bersama kami untuk menegakkan Khilafah ala minhajin nubuwwah untuk menggugurkan dosa investasi dan mendapatkan pahala investasi
54. Bagi kita yang sudah bergabung, sebarkanlah informasi ini sebagai bagian dari dakwah amar ma’ruf nahyi munkar | Mengajak kepada mereka untuk berjuang bersama menegakkan Khilafah
55. Insyaallah ada pahala investasi dari menyebarkan informasi ini
.
.
.
.
.
.
‪#‎YukNgaji‬ di Hizbut Tahrir, 2 jam tiap minggu
.
.
.
.
.
.
1. Jangan mengatakan Khilafah sudah tegak sementara penguasa Suriah masih bercokol
2. Jangan pula mengajak berbaiat sementara kalian yang mengajak belum berbaiat
3. Jangan juga mengatakan Hizbut Tahrir tidak mengakui sementara jika kalian tidak berbaiat kalian juga pada dasarnya tidak mengakuinya karena salah satu bentuk pengakuan adalah dengan baiat
4. Jika sudah terpenuhi 4 syarat maka Hizbut Tahrir juga akan bergabung kepada kelompok mana saja yang berhasil mewujudkan Khilafah di atas 4 pilar atau syarat untuk menerapkan Syariat Islam secara kaffah.

Tidak ada komentar: