Jumat, 15 Agustus 2014

Dakwah tanpa kekerasan

Dakwah Tanpa Kekerasan VS Dakwah dengan Kekerasan...???

Ada yang mengatakan, "kami dakwah dengan hikmah, bukan dengan kekerasan." Seolah-olah dia ingin mengatakan bahwa dakwah yg baik adalah dakwah yg tanpa kekerasan, sedang dakwah yg buruk adalah dakwah yg dengan kekerasan.

Padahal, "dakwah tanpa kekerasan" bukan suatu jenis dakwah yang harus ditaruh secara berhadap-hadapan dan berlawanan dengan "dakwah dengan kekerasan,"

"Kekerasan" dan "tanpa kekerasan" kadang sama-sama menjadi hal yang dituntut oleh Islam, karena keduanya memiliki tempatnya masing-masing sesuai dengan apa yg ditunjukkan oleh syara'.

Bagaimana pun, jihad adalah "kekerasan" yang -meskipun tidak dilakukan dalam konteks memaksa orang masuk Islam- dilakukan dalam rangka dakwah menyebarkan Islam. Bahkan, jihad (yang tentunya lekat dengan kekerasan itu) merupakan metode baku dalam menyebarluaskan Islam ke berbagai negeri ketika dakwah itu diemban oleh Negara Islam (khilafah). Jadi, tolong jangan diskreditkan kekerasan secara mutlak.

Jadi "dakwah tanpa kekerasan" itu kita pilih bukan karena ia lebih baik dari "dakwah kekerasan", melainkan karena kita sedang dalam usaha utk membangun kesadaran dan opini umum di tengah umat serta mencari dukungan pihak-pihak yg memiliki kekuatan utk melahirkan khilafah -atas pertolongan Allah, dan dalam konteks seperti ini syara' menuntut kita untuk melakukan dakwah pemikiran dan politik.

Ini juga bukan berarti bahwa jihad dilarang secara mutlak sebelum adanya Daulah Islamiyyah (Khilafah). Sebab, sekalipun daulah Islamiyah belum ada, syara' kadang menuntut umat untuk melakukan jihad, seperti pembelaan diri yg dilakukan oleh rakyat Suriah dan Gaza, bukan jihad dalam konteks menyebarkan dakwah Islam ke segenap penjuru dunia.

http://www.titokpriastomo.com/pemikiran-islam/aktivitas-fisik-apakah-diharamkan-sebelum-daulah-islamiyah-tegak.html

Tidak ada komentar: