Sabtu, 06 Desember 2014

debat


Abu Ibrahiem Full

Ini salah satu perdebatan saya dg muslim yg sekuler di Sydney beberapa
tahun lalu.

Mereka juga mengatakan hal yg sama dg pandangan musuh2 ISLAM bhw
umat Islam itu jauh tertinggal dg barat. Dg mengambil data di Pakistan,
Bangladesh, Indonesia dan negara muslim yg berkembang-kempis
lainnya.

Koruptornya mayoritas Islam, yg tawuran mayoritas anak2 orang Islam,
yg jorok dan kotor orang Islam dan banyak lagi stigma yg disematkan
kpd masyarakat dan negri (bukan negara) Islam yg intinya Islam adalah
brengsek!

Bahkan yg paling extreme lagi ia katakan bhw yg maling sendal di Mesjid
pun orang Islam. Sementara kalau di Mesjid ada piano maka pasti bakal
hilang. Mereka membandingkan itu semua dg sebagian negara Eropa dan
Australia.

Bagi saya melihat hal itu adalah analisa dangkal yg tdk cerdas.
Karena mereka maling2 itu, koruptor2 itu ataupun para orang2 brengsek
itu dididik di sekolah2, di masyarakat serta media dan pergaulan
bukanlah pendidikan yg Islami akan tetapi pendidikan yg kufuri.
Sekularisasi, Liberalisasi, Demokrasi, dll. Tdk ada kehidupan yg syar'i pd
wilayah publik.

Seharusnya justru yg disalahkannya adalah kehidupan Barat dan sistim
hidupnya.

Itu analisa pertama. Adapun yg kedua dilihat dari mayoritas agama
penduduknya: Didalam sample2 yg dikemukakan oleh mereka selalu di
negara2 itu. Mereka tdk menganalisa Mexico, Brazil, Afrika Selatan
bahkan AS di negara2 bagiannya. Kalau mereka mau fair maka kristen
juga seharusnya di negara2 ini brengsek. Bahkan secara konstitusional
dan institusi negara Eropa dan AS adalah penjahat dunia. Tp saya tdk
akan berfikir sbgmn orang2 yg dangkal yg mendebat saya. Karena
penyebab itu adalah bukannya agama akan tetapi sistim hidup dan sistim
ketata negaraan. Yaitu sistim yg bukan sistim Islam alias Khilafah.
Jd jika mau membandingkan haruslah bandingkan dg zaman. Yaitu
zaman atau era Khilafah dg era Colonialism saat ini. Inilah yg cerdas.
Untuk itu marilah kita tegakkan sistim Islam dan tinggalkan sistim kufur
Barat ini. — 

Tidak ada komentar: