Selasa, 20 Oktober 2015

Mengenal virus liberal



Konotasi ASWAJA (8)
oleh Abulwafa Romli

MENGENAL VIRUS LIBERAL

Yang saya kehendaki dengan Virus Liberal adalah berbagai ide, pemikiran, pemahaman dan system yang memancar dari ide liberalisme [paham serba bebas]. Liberalisme sendiri tida
k berdiri sendiri, tetapi telah lahir dari rahim akidah sekularisme [pemisahan agama dari kehidupan kemudian dari negara], yaitu akidah produk kompromi di antara umat kristiani, yaitu di antara para pemikir [yang terdiri dari para pemeluk agama Kristen] disatu sisi dan para agamawan [yang terdiri dari para pemuka agama Kristen] disisi yang lain, pada abad pertenghan, dan tersebut terjadi di tengah-tengah masyarakat Kristen di Eropa. Liberalisme juga tidak berdiri sendirian, tetapi selalu berdiri, melangkah dan berjalan bersama dengan sejumlah ide, pemikiran, pemahaman dan sistem yang semuanya telah lahir dari rahim akidah sekularisme. Seperti:

1- Demokrasi dengan kedaulatan rakyatnya yang membuang atau menjadikan opsi hukum Allah SWT lalu menggantinya dengan hukum buatan manusia [rakyat], atau dengan memilih hukum rakyat dan mengalahkan hukum Allah.

2- HAM dengan empat kebebasannya, yaitu; kebebasan berakidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku dan kebebasan kepemilikan, padahal empat kebebasan itu tidak ada dalam Islam dan sangat kontradiksi dengan Islam, jadi empat kebebasan tersebut hanya dibenarkan bagi orang kafir, tidak bagi orang Islam. Oleh karena itu HAM adalah ide kufur dan hanya untuk orang kafir.

3- Pluralisme dan sinkretisme, yang menganggap semua agama itu benar dan pemeluk-pemeluknya akan masuk surga asalkan beriman dan beramal shaleh sesuai agamanya, dan yang berikutnya mencampur-adukkan semua agama laksana nasi dan lauk-pauknya atau laksana es campur, sebagai konsekuensi dari pluralisme.

4- Kemudian dialog antar agama dan doa bersama lintas agama sebagai bukti penghayatan dan pengamalan dari ide pluralisme dan sinkretisme.

5- Sampai kemudian menjadi Pancasila Pinal dan NKRI Pinal.[1] Kedua ide ini saya masukan kedalam jajaran Virus Liberal karena melihat pakta para pengusungnya yang selama ini berafiliasi dan berkolaborasi dengan arang-orang liberal, bahkan mereka adalah orang-orang liberal sejati, dimana mereka adalah para propagandis peradaban barat. Mereka sangat anti dan menentang bahkan melakukan penggembosan terhadap dakwah menuju kebangkitan Islam yang hakiki melalui penegakan Daulah Khilafah Rasyidah sebagai institusi politik Aswaja [Ahlus Sunnah Wal Jama'ah] yang selama ini sangat getol dilakukan oleh Hizbuit Tahrir. Jadi pakta sebenarnya mereka adalah kepanjangan dari tangan-tangan Barat dalam mempropagandakan ideologi kapitalisme dengan seperangkat ide dan sistemnya. Sedangkan term Pancasila Pinal dan NKRI Pinal hanya dibuat tameng untuk menangkis serangan dari kaum muslim yang anti peradaban barat, karena kalau sudah menyangkut Pancasila Pinal dan NKRI Pinal sipenyerang akan berpikir seribu kali atau akan maju mundur sebelum menyerangnya karena kedua term itu sangat sacral.

6- Kemudian menjadi Menjaga NU, menjaga NKRI dan Memperkuat NU, Memperkuat NKRI.[2] Kedua term ini saya masukan kedalam barisan virus liberal juga berdasarkan pakta para pengusungnya yang berafiliasi dan berkolaborasi dengan orang-orang liberal. Mereka menjadikan NU dan NKRI sebagai wasilah untuk menolak pendirian Daulah Khilafah Rasyidah. Padahal tidak ada pertentangan diantara Madzahibul Arba'ah yang diklaim sebagai madzhab NU dan Daulah Khilafah, karena semua madzhab tersebut telah sepakat atas wajibnya khilafah dan pengangkatan seorang khalifah. Juga dengan NKRI, maka harus dipandang sebagai usaha maksimal dari para pendahulu kita dalam mendirikan sebuah Negara, dan bukan batas maksimal. Karena seandainya mereka mampu, pasti Malaysia dan sekitarnya menjadi bagian dari NKRI. Sedang yang tidak boleh dilakukan dan yang bertentangan dengan semangat NKRI adalah memisahkan diri dari NKRI atau memecah NKRI menjadi dua Negara atau lebih.

Padahal Daulah Khilafah yang sedang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir justru akan mengokohkan NKRI, akan mengembalikan Timor Timur kepangkuan NKRI, bahkan akan memperluas wilayah NKRI, karena khilafah adalah sistem yang universal, bahkan akan menggabungkan Negara-negara Barat dan Timur ke pangkuan NKRI. Maka ketika itu nama NKRI akan berubah menjadi Daulah Khilafah. Ini juga tidak bertentangan dengan NU, karena para tokoh NU juga telah berpandangan akan Apa Arti Sebuah Nama, Nama Itu Tidak Perlu Yang Penting Substansinya, Ismun Itu Tidak Perlu Yang Penting Musammanya, seperti pandangan KH Ahmad Shidiq dll. Jadi nama itu tidak dipersoalkan, boleh NKRI dan boleh Khilafah, yang penting substansinya, yaitu kedaulatan, keamanan, keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Jadi yang tepat adalah term Menjaga NU, Menjaga Khilafah dan Memperkuat NU, Memperkuat Khilafah.

7- Kemudian menjadi Tidak Apa-apa Negaranya Kafir, Yang Penting Nilai-nilainya Islam.[3] Saya memasukan pandangan ini kedalam barisan virus liberal juga karena penggagasnya sangat anti dan menolak bahkan melakukan penggembosan terhadap dakwah pendirian Negara Islam, Daulah Khilafah Rasyidah dan formalisasi syariat Islam dalam bermasyarakat dan bernegara. Apalagi gagasan itu termasuk gagasan utopis yang tidak ada paktanya sama sekali dan tidak akan dapat dipaktakan sama sekali, karena mustahil ada nilai Islam di selain penerapan syariat Islam. Jadi nilai-nilai Islam itu ada ketika syariat Islam diterapkan. Contohnya dalam keadilan, nilai keadilan Islam apa ketika ada orang mencuri barang yang telah mencapai nishab sariqah dan sanksi hukumannya hanya dipenjara beberapa minggu. Maka sama sekali tidak ada nilai Islam, sedang yang ada hanyalah nilai hukum jahiliyah. Tetapi ketika sanksi Islam diterapkan, yaitu potong tangan, maka terdapat nilai Islam, yaitu tujuan dari sanksi itu, yaitu menjadi jawabir [tebusan] dosa bagi pencuri yang telah di jatuhkan sanksi potong tangan kepadanya di akhirat kelak, dan jawazir [pencegah] bagi orang lain dari melakukan tindakan serupa, juga dengan kasus kasus criminal yang lain, baik yang terkait dengan hak-hak Allah maupun hak-hak adami [sesama manusia].

Oleh karena itu dalam khazanah fikih Islam para ulama tidak hanya membahas bab shalat dan puasa, tetapi sampai pada pembahasan jinayat, hudud, jihad dlsb. Jadi ketika syariat Islam di formalkan dan diterapkan, maka nilai-nilai Islam dapat dirasakan dan dibuktikan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bahkan pengusung pandangan tersebut sering sekali di berbagai ceramah dan diskusinya menyentil potongan ayat waman lam yahkum bimaa anzalallohu faulaaika humul kaafiruun [dan barang siapa yang tidak memutuskan hukum sesuai yang telah diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir]. Dia mengatakan bahwa man adalah orang, bukan Negara. Jadi tidak apa-apa negaranya kafir asalkan orangnya Islam…….". Memang benar man itu artinya orang, tetapi harus di ketahuai bahwa Negara itu di tinggali dan diatur oleh orang, dan Allah telah menyuruh agar orang yang mengatur Negara harus mengaturnya dengan hukum [syariat]-Nya, karena yang diatur juga orang. Dan orang yang tidak mengatur Negara dengan hukum-Nya adalah orang kafir. Jadi ayat tersebut menunjukkan atas wajibnya memformalkan dan menerapkan hukum Allah dalam kehidupan bernegara.

8- Sampai propaganda yang terus menerus disuarakan oleh tokoh-tokoh liberal termasuk oleh tokoh-tokoh jam'iyyah yang mengklaim paling Aswaja bahwa ; "Rasulullah SAW Tidak Pernah Mendirikan Negara Islam Di Madinah". Propaganda ini sangat keliru dan menyesatkan. Karena kalau kita menelaah hadis berikut ;
Dari Nu'man Ibn Basyir barkata; Rasulullah SAW bersabda ;

تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكا عاضا فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكا
جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت. رواه أحمد

"Di tengah kalian ada kenabian, yang dengan izin Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mangangkatnya, ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian ada khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian, yang dengan izin Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mangangkatnya, ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada pemerintahan zalim, yang dengan izin Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mangangkatnya, ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada pemerintahan diktator, yang dengan izin Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mangangkatnya, ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti tuntunan kenabian". Kemudian belaiu diam". HR Ahmad.

Ketika kita menelaah hadis tersebut, maka secara tektual benar bahwa pada masa Nabi SAW hanya ada nubuwah [kenabian], tidak ada negara khilafah ditengah-tengah kaum muslim, juga tidak ada pemerintahan zalim dan dictator, bahkan tidak ada negara demokrasi dan Pancasila. Kalau kita menolak negara khilafah, karena Nabi SAW tidak pernah mendirikannya, maka kita harus lebih menolak Negara Demokrasi dan Pancasila, karena tidak ada pada masa Nabi SAW, sahabat, tabi'in dan tabi'it-tabi'in, bahkan sampai tahun 1924 M.

Akan tetapi ketika kita menelaah pakta yang ada pada masa Nabi SAW, dengan menelaah sunnah serta siroh Nabi SAW secara menyeluruh, maka kita menemukan pakta berdirinya Negara Islam di Madinah. Di sana Nabi SAW telah mengangkat para wali [jabatan setingkat gubernur], para amil [jabatan setingkat bupati], para katib [skretaris], para panglima dan komandan prajurit, para qadhi [hakim], bahkan mengangkat dua mentri, yaitu Abu Bakar dan 'Umar. Jadi dengan sejumlah pakta itu, kalau bukan Negara, namanya apa?

Demikian juga pada hadis di atas, Nabi SAW telah menyebut khilafah ala minhajin nubuwah, tidak daulah khilafah. Sedangkan pakta khilafah adalah Daulah Islamiyyah [Negara Islam]. Ini adalah indikasi bahwa Nabi SAW telah mendirikan sebuah daulah, yang kemudian menjadi khilafah. Kalau tidak demikian, apa makna sabda Nabi SAW berupa khilafah ala minhajin nubuwah? Padahal kalau khilafah yang mengikuti metode kenabian adalah sebuah Negara, maka yang diikutinya juga harus sebuah Negara, karena pengikut [tabi'] itu harus mengikuti yang diikuti [matbu']. Kalau tidak demikian, maka harus ada pihak yang telah berdusta, yaitu Nabi SAW atau para sahabat yang telah ber-Ijmak atas berdirinya Daulah Khilafah. Lalu ketika kita memustahilkan terjadinya kedustaan di antara dua pihak, maka kita memastikan bahwa Nabi SAW benar-benar telah mendirikan Daulah Islamiyyah di Madinah.

Juga pada hadis tersebut Nabi SAW memakai kata Nubuwwah tidak memakai kata Risalah, padahal yang dominan saat itu adalah Muhammad sebagai Rasulullah yang lebih umum dari pada Muhammad sebagai Nabiyyullah yang bersifat pribadi, lalu kata Nubuwwah di teruskan dengan kata khilafah, mulkan 'adhan, mulkan jabariyyah dan khilafah lagi. Ini adalah indikasi yang sangat kuat yang menunjukkan bahwa nubuwwah pada hadis itu adalah bentuk Negara Islam, karena oleh Nabi SAW telah di sejajarkan dengan bentuk Negara Islam yang lain. Jadi di samping Muhammad SAW sebagai Rasulullah yang membawa risalah Islam secara umum, juga sebagai Nabiyullah yang membawa nubuwah Islam secara khusus, yaitu dalam bentuk Negara. Hal ini di kokohkan oleh hadis berikut;

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء كلما هلك نبي خلفه
نبي وأنه لا نبي بعدي وستكون خلفاء فتكثر. قالوا فما تأمرنا؟ قال: فوا بيعة الأول فالأول. رواه مسلم

Dari Abu Hurairah ra berkata; Rasulullah SAW bersabda; "Dulu Bani Israil urusan politiknya dipimpin oleh para nabi, setiap satu nabi wafat digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi lagi setelahku, dan akan ada para khalifah lalu mereka banyak". Sahabat berkata; "Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?", beliau bersabda; "Penuhilah baiat khalifah yang pertama lalu yang khalifah pertama". HR Muslim.

Hadis ini berbicara masalah politik para nabi Bani Israil yang silih berganti, lalu Nabi SAW berkata; "Sesungguhnya tidak ada nabi lagi setelahku", tidak berkata; "Sesungguhnya tidak ada Rasul lagi setelahku". Lalu beliau SAW berkata; "Dan akan ada para khalifah ". Ini adalah indikasi bahwa beliau Nabi SAW adalah sosok kepala daulah nubuwwah, yakni sosok nabi yang memegang jabatan politik, karena kalimat yang jatuh sebelum dan setelah kalimat "Sesungguhnya tidak ada nabi lagi setelahku" adalah kalimat yang membicarakan urusan politik. Jadi hadis ini berhubungan dengan hadis sebelumnya dimana keduanya sama-sama membicarakan urusan politik nubuwah. Dan dari keduanya dapat ditarik kesimpulan bahwa Nabi SAW telah menegakkan Negara Islam di Madinah dan Negara itu disebut dengan daulah nubuwwah yang di kemudian hari berganti dengan nama daulah khilafah ala minhajin nubuwah [Negara Khilafah yang mengikuti metode Negara Nubuwah]. Kalau daulah khilafah di pimpin oleh khalifah, maka daulah nubuwah dipimpin oleh nabi.

Pandangan ini juga dikokohkan oleh Ijmak sahabat sebagai dalil syar'iy yang paling kuat, karena ijmak sahabat itu menyingkap dalil. Artinya, para sahabat tidak akan berani ber-Ijmak untuk mendirikan Negara Khilafah dan mengangkat seorang khalifah yang menggantikan kedudukan Nabi SAW dalam menjalankan roda pemerintahan Islam, kalau mereka tidak mengerti dan melihat secara langsung bentuk Negara Islam yang telah dibangun dan dipraktekkan oleh Nabi SAW di Madinah, karena mereka sangat kuat keterikatannya dengan agama Islam yang telah dibawa, disampaikan dan dipraktekkan oleh Rasulullah SAW.

Dengan demikian kita memastikan bahwa propaganda "Rasulullah SAW Tidak Pernah Mendirikan Negara Islam Di Madinah", adalah virus liberal berkedok Aswaja.

Juga yang saya kehendaki dengan virus liberal adalah individu yang telah terkontaminasi oleh virus liberal dan dia dengan sembunyi-sembunyi atau secara sahasia berupaya menularkan virus liberalnya kepada setiap orang atau komunitas yang dia jumpai atau dia berada di dalamnya. Biasanya individu yang telah menjadi virus liberal itu terdiri dari sosok ustadz atau gus [putra kyai], terutama yang masuk kedalam struktur NU atau yang menjadi NU structural. Dan dalam menyebarkan virusnya tidak secara langsung menyebarkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran liberal sebagaimana di lakukan oleh gerombolan liberal tulen seperti JIL [Jaringan Islam Liberal], tetapi dengan memakai kedok seperti kedok Aswaja [Ahlus Sunnah Wal Jama'ah] untuk menyembunyikan ide dan pemikiran liberalnya. Sedangkan ide dan pemikiran Aswaja yang orisinil dan asli di manipulasi dan direkayasa agar terlihat sebagai ide dan pemikiran yang kontradiksi dengan ide dan pemikiran Aswaja kedok..

Setidaknya ada tiga indikasi yang dapat dipakai untuk mendeteksi seseorang yang telah terkontaminasi oleh virus liberal atau seseorang yang telah menjadi virus liberal, yaitu :

Pertama; suka merekayasa, berdusta, memitnah dan memprovokasi, baik melalui tulisan maupun lisan, terhadap perjuangan penerapan Islam kaffah.

Kedua; suka memuja dan menyanjung plus husnuz zhan [baik sangka] kepada segala ide, pemikiran dan sistem yang lahir dari rahim akidah sekularisme, dan kepada orang-orang yang mendakwahkannya, baik melalui tulisan maupun lisan. Dan

Ketiga; suka mencaci, mencela dan su-uz-zhan [buruk sangka] terhadap ide, pemikiran dan sistem yang lahir dari akidah Islam seperti sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan Islam dan sistem yang mengatur sanksi hukuman Islam, dan terhadap orang-orang yang mendakwahkannya, baik melalui tulisan maupun lisan.

Untuk lebih jelasnya tulisan selanjutnya akan menyingkap kedok virus liberal dan akan menampakkan wajah liberal yang sebenarnya yang selama ini bersembunyi di balik kedok Aswaja, karena akan membongkar berbagai rekayasa, dusta, fitnah dan provokasinya terhadap HIzbut Tahrir.

[1] Majalah NU AULA, hal 23, April 2011, Menghidupkan Ruh dan Pemikiran KH Achmad Siddiq, terutama hal 126, PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2007.
[2] KH A Hasyim Muzadi, majalah NU AULA, hal 34, April 2011.
[3] KH A Hasyim Muzadi, majalah NU AULA, hal 36, April 2011, juga dalam ceramahnya di berbagai tempat.
 ====================================================

SUMBANGSIH HIZBUT TAHRIR DALAM AS-SIYASAH ASY-SYAR'IYYAH DAN PERANAN PENTINGNYA DI DUNIA ISLAM SAAT INI



SUMBANGSIH HIZBUT TAHRIR DALAM AS-SIYASAH ASY-SYAR'IYYAH
DAN PERANAN PENTINGNYA DI DUNIA ISLAM SAAT INI


Prof. Dr. Hassan Ko Nakata
Profesor pada Fakultas Teologia Universitas Doshisha
dan Presiden Asosiasi Muslim Jepang


MUQADIMAH - HIZBUT TAHRIR DAN JEPANG

Islam baru masuk ke Jepang kira-kira seratus tahun lalu. Yaitu ketika beberapa orang Jepang masuk Islam di luar Jepang. Kaum Muslim di Jepang masih minoritas dan jumlah mereka 70.000 orang. Dari jumlah itu sebagian besar adalah keturunan Indonesia yang berjumlah 20.000 orang. Sementara jumlah orang Muslim asli Jepang hanya 7.000 orang. Di Jepang, Islam masih menjadi agama yang belum dikenal. Maka tidak mengherankan, jika tingkat kesadaran Islam dan penguasaan ilmu-ilmu syariah, dakwah dan penyadaran masih lemah. Sedangkan kelompok Islam yang ada di Jepang yang menonjol adalah: Ikhwan al-Muslimin, Jamaah al-Islami, Jamaah at-Tabligh, Jamaah Nursiy, dan Tarekat Naqsabandiyah. Sedangkan Hzibut Tahrir masih belum banyak dikenal di sana.

1. HIZBUT TAHRIR MENURUT PANDANGAN DI LUAR NEGERI ISLAM

Hizbut Tahrir merupakan jamaah yang paling banyak dilupakan dan belum banyak diperhatikan dalam ranah kajian. Bukan hanya di Barat tapi juga di dunia Islam. Belum terdapat bahasan khusus (monograph) tentang Hizbut Tahrir. Yang ada baru "Hizb at-Tahrir - Dirasah fi ad-Dawlah al-Islamiyyah" oleh Ahmad al-Baghdadi, Kuwait, 1994. Dan tulisan dalam bahasa Inggris oleh David Commins, "Taqi al-Din Nabhani and the Islamic Liberation Party," The Muslim World, LXXXI. 1991.

Sementara terdapat banyak makalah yang menyerang Hizbut Tahrir di koran, majalah dan tabloid. Yang paling baru adalah tulisan Zeyno Baran, "Fighting the War of Ideas", Foreign Affairs, 11/12/2005.

Sedangkan di Jepang, pada tahun 1997, saya telah menulis dalam bahasa Jepang satu makalah khusus dengan judul Teori Revolusi untuk Khilafah menurut Hizbut Tahrir (nazhriyah ats-tsawrah li al-khilafah 'inda Hizb at-Tahrir) untuk majalah Dirasah al-'alam al-islami, yaitu "Islam Kaihoutou-no Caliph Kakumei-ron", Islam World/1997/07, <
http://www1.doshisha.ac.jp/%7Eknakata/newpage9.html>.

Tulisan itu merupakan satu-satunya pembahasan mengenai Hizbut Tahrir dalam bahasa Jepang. Dengan adanya pembahasan itu, para pengkaji Jepang dan orang-orang yang konsent terhadap dunia Islam akan dapat melihat Hizb secara obyektif dan netral, bahkan dengan pandangan simpatik dalam beberapa kondisi, yang berbeda dengan apa yang terjadi di Barat, Rusia dan Asia Tengah, semisal laporan seorang Dosen wanita universitas Hokaido tentang pertemuannya dengan anggota Hizb di Uzbekistan. Laporan itu bisa dilihat dalam bahasa Jepang di situs: <
http://src-h.slav.hokudai.ac.jp/jp/news/104/news104-essay4.html>.

2. SUMBANGSIH HIZBUT TAHRIR DALAM SIYASAH SYAR'IYAH KONTEMPORER SECARA UMUM
Pada hakikatnya, Hizbut Tahrir sangat pantas untuk dibahas bukan hanya karena Hizbut Tahrir merupakan salah satu harakah Islam yang paling penting saat ini, namun juga karena inovasinya dalam siyasah syar'iyah kontemporer. Saya ringkas dengan menyebutkan dua contoh:

Pertama: Peletak Dasar ilmu Ekonomi Islam
Taqiyuddin an-Nabhani merupakan muassis (peletak dasar) ilmu ekonomi Islam. Karena beliau telah menulis buku Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam (Sistem Ekonomi Islam) sekitar tahun 1950. Sementara Muhammad Baqir ash-Shadr menulis bukunya yang terkenal Iqtishaduna baru pada tahun 1961. Dari aspek isi, di antara kreativitas dan inovasi beliau adalah teori bantahan yang menyingkap ketidaksyar'ian mata uang kertas (fiat money). Pembahasan itu telah mendahului pembahasan serupa yang dilakukan oleh kelompok Murabithun yang kemudian diadopsi oleh Abdullah Badawi, PM Malaysia saat ini, dan mulai diterapkan dalam pembayaran ekspor dan impor di dunia Islam.

Kedua: Penyusunan Konstitusi Islami
Sekitar tahun 1950, Taqiyuddin an-Nabhani telah menulis buku Nizham al-Islam, yang di dalamnya memuat Konstitusi Islam (ad-Dustur al-Islami). Sementara rancangan Konstitusi Islam itu belum ada, kecuali pada akhir tahun tujuh puluhan atau awal delapan puluhan oleh Ikhwan al-Muslimin, al-Azhar dan Revolusi Islam, Iran. Meski demikian, tetap saja Konstitusi Islam yang dirancang oleh an-Nabhani merupakan yang terbaik.

3. PENGARUH AN-NABHANI TERHADAP ULAMA UMAT

Adalah sulit untuk mengetahui hakikat pengaruh an-Nabhani dalam dunia keulamakan dan kecendekiawanan. Karena mayoritas mereka cenderung menyembunyikan pengaruh an-Nabhani. karena khawatir dengan masalah keamanan. Namun, terdapat dua orang cendekiawan brilian yang memiliki keberanian akademis yang dalam dirinya dapat kita jumpai pengaruh an-Nabhani. Bahkan, terdapat perkembangan pemikiran-pemikiran an-Nabhani itu dari sisi kedalaman dalil-dalil syara' dan penggalian hukum yang sesuai dengan perkembangan dan penemuan mutakhir di tengah-tengah umat.

Dua orang itu adalah Dr. Muhammad Khair Haikal dan Prof. Dr. Mahmud al-Khalidi.

Adapun Muhammad Khair Haikal, beliau adalah penulis buku Al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah asy-Syar'iyyah (Jihad dan Perang Menurut Politik Islam) terdiri dari 3 jilid, dan sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Buku tersebut merupakan buku yang paling besar ukurannya, paling dalam analisisnya dan memuat berbagai masalah dalam obyek pembahasan (jihad dan perang) tersebut.

Sedangkan Mahmud al-Khalidi, beliau memiliki serial kajian untuk memaparkan pemahaman Islam yang sahih. Diantaranya: (1) al-Bay'ah fi al-Fikr as-Siyasi al-Islami (baiat dalam pemikiran politik Islam), (2) Zakah an-Nuqad al-Waraqiyyah al-Mu'ashirah (Zakat Mata Uang Kertas Modern), (3) at-Tafkir Bidayah ath-Tharaq ila Nahdhah al-Ummah al-Islamiyyah (Berpikir, Jalan Pertama Menuju Kebangkitan Umat Islam), (4) Susiyulujiya al-Iqtishadi al-Islami (Sosiologi Ekonomi Islam), (5) al-'Aqidah wa 'Ilm al-Kalam fi Manahij al-Bahts wa at-Tafkir al-Islami (Aqidah dan Ilmu Kalam dalam Metode Pembahasan dan Berpikir Islam), (6) Nizham asy-Syura fi al-Islam (Sistem Syura dalam Islam), (7) Hukm al-Islam fi ar-Ra'sumaliyah (Hukum Islam tentang Kapitalisme), (8) Mafhum al-Iqtishad fi al-Islam (Konsepsi Ekonomi dalam Islam), (9) ad-Dimuqrathiyyah al-Gharbiyah fi Dhaw' asy-Syari’ah al-Islamiyah (Demokrasi barat menurut Pandangan Syariah Islam). Masih ditambah bukunya yang lain, seperti Ma'alim al-Khilafah fi al-Fikr as-Siyasi al-Islami (Peta Khilafah dalam Pemikiran Politik Islam) dan Qawa'id Nizham al-Hukm fi al-Islam (Pilar-pilar Sistem Pemerintahan Islam).

4. PELETAKAN PRINSIP SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM MENURUT HIZB

Belum ada peletakan prinsip (qaaidah) sistem pemerintahan Islam sebelum buku Nizham al-Hukm fi al-Islam, karya an-Nabhani. Mahmud al-Khalidi mengatakan, "Cendekiawan kontemporer tidak merinci pendapat tentang pilar-pilar sistem pemerintahan Islam. Belum ada di antara mereka yang menulis buku tentang masalah ini. Pembahasan mereka terbatas pada masalah kebebasan, persaudaraan, persamaan dan bahwa umat ini merupakan sumber kekuasaan. Yakni mereka meminjam doktrin-doktrin revolusi Perancis yang terjadi pada tahun 1789 masehi dan menggunakannya dalam membahas sistem pemerintahan Islam. Dengan meneliti berbagai karya para ulama tentang penjelasan pilar-pilar sistem pemerintahan Islam dapat dibuktikan, bahwa belum ada seorangpun dari mereka yang membahas masalah tersebut secara mendalam, rinci dan sesuai dengan realita Islam." (Lihat, Qawa'id Nizham al-Hukm fi al-Islam, hal 13, Muassasah al-Isra': 1991). Adapun doktrin-doktrin yang dipaparkan oleh para pengkaji kontemporer adalah: syura, keadilan, persamaan dan sebagainya tanpa penjabaran lebih jauh. Hal itu telah saya ungkapkan dalam buku saya An-Nazhariyah as-Siyasiyah 'inda Ibn Taymiyah (Teori Politik Menurut Ibn Taimiyah), hal 157-160, lihat:
<
http://www1.doshisha.ac.jp/.%7Eknakata/pdf.a%20doctoral%20dissertation.PDF.>

5. PENEGASAN PERAN UMAT MENURUT HIZB

Meski an-Nabhani menulis buku Nizham al-Hukm fi al-Islam di atas dasar warisan khazanah keilmuan suni, dalam beberapa masalah tentang khilafah, beliau juga melansir pembahasan baru yang dapat diringkas dengan ungkapan "penegasan peran umat". Hal itu nampak jelas dalam tiga point yang berbeda dengan mayoritas fukaha, yaitu: Pertama, tidak adanya pengakuan legalitas orang yang merebut kekuasaan. Kedua, tidak adanya pengakuan atas penunjukkan khalifah. Ketiga, tidak disyaratkannya syarat Quraisy sebagai syarat in'iqad (pengangkatan) khalifah.
Tentang pensyaratan Quraisy, an-Nabhani membagi syarat khalifah menjadi dua jenis: syarat in'iqad dan syarat afdhaliyah. Syarat in'iqad menurut an-Nabhani ada enam: Islam, laki-laki, baligh, berakal, adil, dan merdeka. Syarat Quraisy dalam pandangan an-Nabhani tidak lain merupakan syarat afdhaliyah bukan syarat in'iqad.
Adapun tidak adanya pengakuan terhadap penunjukan khalifah dan tidak adanya pengakuan atas legalitas orang yang merampas kekuasaan, maka an-Nabhani pada hakikatnya menempuh pendapat Qadhi Abu Ya'la al-Fara' (w. 459 h - 1066 M) penulis buku al-Ahkam as-Sulthaniyah, (lihat. an-Nazhriyah as-Siyasah 'inda Ibn Taymiyah, hal 31-33).

Dalam masalah orang yang merebut kekuasaan, Mahmud al-Khalidi berkata: "Kekuasaan perampas kekuasaan yang menguasai kakuasaan dengan kekuatan, maka ia tidak menjadi khalifah semata karena penguasaannya atas kekuasaan, akan tetapi ia hanya menjadi seorang hakim (penguasa). Dan jika keluar merebut kekuasaan dari perampas itu dan mengembalikannya kepada umat, tidak akan menimbulkan fitnah diantara kaum muslim, maka kekuasaan itu harus dikeluarkan dari perampas dan dikembalikan kepada umat. Dan jika keluar merebut kekuasaan dari perampas, akan menimbulkan fitnah berdarah, maka tidak boleh keluar menentang perampas itu. Dalam kondisi seperti itu mentaatinya adalah wajib dan juga wajib berjihad bersamanya (Lihat, Ma'alim al-Khilafah fi al-Fikr as-Siyasi al-Islami, hal 125-126).

6. TELAAH ULANG TERHADAP KONSEP DAKWAH ISLAMIYAH

Nampak pada awal mulanya, bahwa dakwah Islam telah sampai ke seluruh penjuru bumi pada era globalisasi. Namun masalahnya tidaklah demikian. Muhammad Khair Haikal menggali hukum dari pandangan kesatuan khilafah menurut Hizb, makna balagh al-mubin li da'wah al-islam (penyampaian yang gamblang bagi dakwah Islam), beliau mengatakan: "Apakah semata tersebarnya nama Islam di Barat dan di Timur akan menjadi argumentasi terhadap berbagai bangsa dan negara-negara yang tercakup dalam lingkup penyebaran itu, sehingga dalam kondisi tersebut, dari dakwah yang sampai kepada mereka lalu apakah hukum berlangsung menurut dakwah yang sampai kepada mereka itu? Sebagaimana dapat dipahami dari fikih- bukankah harus ada penyampaian resmi dari penguasa Islam kepada bangsa-bangsa lain atau orang yang mewakili bangsa-bangsa itu sehingga bisa dibenarkan bahwa telah sampai dakwah kepada mereka?

Pandangan saya, harus ada penyampaian resmi dari penguasa Islam kepada bangsa-bangsa, atau kepada orang yang mewakili bangsa-bangsa itu sehingga bisa dibenarkan bahwa telah sampai dakwah kepada mereka, dilihat dari sisi hukum-hukum Islam internasional. Dan berikutnya diterapkan hukum-hukum terhadap orang yang telah sampai dakwah kepada mereka itu, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya..

Semata tersebarnya dakwah tidak menunjukkan bahwa syarat sampainya dakwah telah terpenuhi. Dan syaratnya adalah penyampaian yang jelas (al-balagh al-mubin), seperti yang sudah dijelaskan. Alasannya, berbagai penjuru dunia saat ini telah mendengar Islam, akan tetapi mereka mengambil dari Islam dan dari para pemeluknya, pemikiran yang distortif yang membuat manusia lari dari Islam dan tidak mau mendalaminya. Tidak dikatakan dalam kondisi tersebut bahwa Islam telah sampai kepada bangsa-bangsa itu dengan gambaran penyampaian yang jelas (al-balagh al-mubin).

Sesuatu yang merealisasi syarat balagh al-muban dalam dakwah tidak lain adalah seruan resmi dari penguasa Islam yang menyandang kewajiban dakwah dalam bentuk yang dapat merealisasi syarat yang disebutkan. Sehingga jika di sana terdapat pertanyaan-pertanyaan dan permintaan penjelasan atau penafsiran pada diri mereka yang menjadi obyek/sasaran dakwah, maka penguasa akan memberikan penjelasan resmi berupa jawaban muktamadah atas pertanyaan dan permintaan penafsiran itu". (Lihat, Muhammad Khair haykal, al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah asy-Syar'iyyah, juz 2, hal. 772-791, Dar al-Bayariq, Beirut, cet. 2. 1996-1417)

Dengan demikian, kita harus menelaah ulang pemahaman dakwah Islam di Dar al-Harb sehingga tidak terjadi hubungan yang keliru atau kacau antara kaum Muslim dengan umat lain di Dar al-Harb sebagaimana kita saksikan saat ini.

7. TUJUAN UTAMA DAKWAH ISLAM DI ERA GLOBALISASI

Kita wajib melaksanakan dakwah Islam kepada non-Muslim di Dar al-Harb. Akan tetapi kita menyeru mereka kepada apa? Saya yakin bahwa kaedah-kaedah terpenting pemerintahan Islam mungkin untuk dipahami urgensinya oleh non-Muslim. Yaitu urgensi penyatuan bumi dengan tegaknya khilafah atau pemerintahan Islam di atas muka bumi.

Kesatuan khilafah merupakan karakteristik pemikiran Hizbut Tahrir yang menjadikan Hizbut Tahrir berbeda dengan para pemikir dan gerakan lainnya. Mereka menganggap, bahwa mungkin saja menegakkan sistem pemerintahan Islam di dalam lingkup nation state yang bersifat regional. Pada hakikatnya, substansi sistem pemerintahan Islam adalah tauhid, Yakni penyatuan (tauhid) bumi dan penyatuan umat manusia di atas landasan tauhid rububiyah. Dar al-Islam adalah tempat yang di dalamnya terdapat kebebasan (keleluasaan) perpindahan (migrasi) dan komunikasi dengan manusia, komoditi dan informasi secara aman tanpa penghalang. Karena tidak akan terealisasi tauhid bumi dan tauhid umat manusia pada era kita sekarang ini kecuali melalui penghapusan seluruh batas-batas antar negara dan penurunan sistem negara bangsa (nation state) yang bersifat lokal/regional, sistem negara yang justru memecah belah bangsa-bangsa, suku-suku yang diciptakan untuk bisa saling mengenal. Sistem negara bangsa menghalangi kebebasan perpindahan (migrasi) dan komunikasi diantara mereka sehingga sistem nation state itu memenjara mereka. Penegakan sistem pemerintahan Islam yang hakiki itu tidak mungkin kecuali dengan khilafah yang satu untuk seluruh umat manusia, yang menghapus seluruh halangan dan hambatan yang menghalangi dan menghambat kesatuan umat manusia.

Demikianlah kesesuaian tujuan sistem pemerintahan Islam. Yaitu penyatuan bumi dan penyatuan umat manusia melalui penghapusan batas-batas antar negara dan penurunan sistem negara bangsa (nation state) yang bersifat lokal/regional. Inilah tujuan globalisasi yang hakiki dan adil yang merealisasi universalitas umat manusia.

KHATIMAH

Demikianlah jelas bahwa Hizbut Tahrir memiliki risalah (misi) yang mulia yang harus diserukan kepada umat manusia dengan seruan yang jelas dan gamblang. Yaitu misi penyatuan bumi dan umat manusia melalui penghapusan batas-batas antar negara dan penurunan sistem negara bangsa yang lokalistik. Sehingga dengan itu manusia dapat memahami bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang mungkin membebaskan manusia dari penjara para thaghut berupa negara bangsa yang lokalistik, seperti yang dikatakan oleh saudara saya, Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia: "Tahrir artinya pembebasan. Artinya, HT memiliki misi "membebaskan". Siapa yang dibebaskan? Apakah hanya kaum muslim? Dibebaskan dari apa atau siapa? HT memang ingin membebaskan manusia, bukan hanya Muslim, tetapi juga umat manusia secara keseluruhan; dari penghambaan kepada manusia menuju pada ketundukan dan penghambaan kepada tuhannya manusia (tahrin an-nas min 'ibadah an-nas ila 'ibadah Rabb an-nas) (lihat, Kantor Jubir, Hizbut Tahrir Bukan Inspirator Terorisme, Minggu, 1 Januari 2006).

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada penghulu kita Muhammad saw.

Menjawab kerauan 45 pertanyaan sumbing

MENJAWAB KERAGUAN (45 PERTANYAAN SUMBING)
1. Sebelumnya, kalau Alquran diterapkan, agama yang lain juga bisa menerapkan kitab mereka donk? | Becanda kamu, agama lain mana ada system politik, ekonomi, social, pendidikan, dalam dan luar negeri.
2. Maksudnya? | Hanya ada system politik Islam, tidak ada system politik Kristen, politik Budha, hindu dan lainnya. Begitu pula untuk system pendidikan, ekonomi, sosial…
3. Jadi? | ya hanya Islam yang sempurna, berasal dan diridloi Allah serta wajib diterapkan.
4. Kalau diterapkan, gimana dengan agama yang lainnya?| Ya ga giamna-gimana, kan Islam rahmatan lilalamain, rahmat bagi setiap mahluk termasuk mahluk di alam lain.
5. ‘…………. (loading)’ | Jangan ragu, Alquran bukan kitab yang diragukan, tidak ada keraguan didalamnya. Makanya, harus diterapkan oleh institusi atau negera yang bener-bener ngerti tentang Islam.
6. Saya sepakat Syariah, Alquran itu wajib diterapkan, apa iya harus dengan Khilafah? | Khilafah satu-satunya konstitusi yang bisa nemerapkan syariah dengan kaffah, selain itu tidak ada lagi yang bisa.
7. Tapi, apa khilafah wajib? | Khilafah adalah sarana untuk menerapkan syariah sebagai kewajiban, dan setiap sarana yang akan menghantarkan kewajiban itu terpenuhi maka wajib pula hukumnya.
8. Masih ga paham… | Wudlu hukumnya sunnah, menjadi wajib ketika hendak melakukan sholat. Khilafah menjadi wajib untuk terapkan syariah.
9. Tapi Khilafah kan banyak perdebatan | Benar, tapi bukankah setiap perbedaan harus dikembalikan kepada Quran dan Sunnah?
10. Apa ada literatur tentang kewajiban Khilafah? | Banyak, ulama salaf, termasuk imam 4 madhzab sepakat, khilafah wajib.
11. Apa mungkin di Indonesia diterapkan syariah dengan Khilafah? | Ulama dulu sudah pernah memperjuangkan Khilafah, namun menemui kegagalan karena Khilafah yang runtuh 1924 sudah tidak memiliki kekuatan lagi.
12. Tapi, Indonesia kan sudah ada UUD 45 dan Pancasila? | Mau berhukum dengan hukum Allah dengan quran hadits atau hukum manusia? Pinter mana Allah dengan DPR MPR Presiden itu?
13. Apa mungkin hukum di Indonesia berubah? | Indonesia sudah berubah hukum berapa kali? Amandemen sudah berapa kali? Sistem parlementer ke presidensil dan bolak-balik, termasuk dari feudal RIS menjadi RI, jadi kalau diganti yang lebih baik, kenapa tidak mungkin?
14. Ada yang ngomong, kalau mau terapkan Islam jangan di Indonesia, di Arab aja! | Lha, Indonesia milik siapa? Bumi ini milik siapa? kita mau menerapkan hukum Allah di bumi Allah, loe aja yang pindah bumi kalau ga mau tinggal di bumi Allah dengan hukum Allah.
15. Ada juga yang ngomong NKRI harga mati! | Timor Timur udah lepas, loe ga mati? Dengan Khilafah justru Indonesia akan bergabung dengan Malaysia, Brunei, Timor-Timur, dan seluruh Negara Islam lainnya bahkan seluruh dunia.
16. Apa mungkin? | Pesimis amat, Allah yang janji, terbukti mana Janji Allah atau janji kampanye?
17. Oke saya sepakat dengan Ide Khilafah, terus kalau hizbut tahrir? | ngopi dulu, apanya yang hizbut tahrir?
18. Kan ada banyak tuh yang ngomong hizbut tahrir khawarij, syiah, antek wahyudi, sesat? | ente pinter, nanya langsung ke sumbernya, bukan gossiper yang cuma katanya dan dari sumber ga jelas, ente liat ane kan? Apa ada yang menyimpang? Di Indonesia sendiri sudah ada izin legal buat berdakwah, ditambah, ada jutaan orang bergabung apa iya semua dari mereka sesat?
19. Tapi, apa cuma hizbut tahrir yang mau menegakkan Khilafah? | banyak, tapi yang konsisten sampai sekarang dan nanti cuma HT, yang lebih tidak konsisten banyak kan?
20. Kenapa harus hizbut tahrir? | ente mau ikut yang konsisten langsung ketujuan atau mampir-mampir ga jelas sampai-sampai malah ga sampai?
21. Kata mereka, hizbut tahrir cuma bisa ngomong doang | Dakwah itu ya ngomong, Rosul dan sahabat dakwah juga ngomong, masa diem.
22. Bukan, maksudnya hizbut tahrir di mana-mana di bilang TOA, ga ada bukti | kang, hizbut tahrir punya 3 tahapan, pembinaan, interaksi dengan umat dan penerapan hukum, sekarang ada di tahap kedua, interaksi dengan umat, ya jadi namanya interaksi ya harus dengan ngomong, nanti kalau udah di tahapan ketiga, syabab hizbut tahrir bisa lebih garang dari singa.
23. Kapan itu? | pertannyaan ente sudah diarah yang tidak ane tahu, kalau ane tanya, kapan ente mati? Kapan kiamat? Bisa jawab? Sama, hizb dakwah natural, alami, kalau allah berkehendak ya datang waktunya.
24. OK, kalau jihad kapan juga? Kan wajib tuh | Bener, jihad wajib bagi individu, untuk tegakkan khilafah harus dengan metode dakwah rosulullah. Rosul saat di makkah, tidak pernah melakukan perlawanan sampai khilafah tegak di Madinah.
25. Jadi? Jihad nunggu khilafah tegak? | bagi syabab diwilayah konflik, mereka juga berjihad, sedang yang lain tetap pada jalur dakwah sampai khilafah tegak.
26. Tapi kan lama sekali? | makanya bergabung sekarang jangan banyak komentar, keburu is dead ente.
27. Lha kalo nunggu Imam Mahdi gimana, kan akan datang? | Pertannyaan ente sadis, punya berapa nyawa?
28. Ada juga yang bilang kalau kita baik, keluarga baik, maka Negara baik dan seluruh negar baik | itu lebih sadis, ente berharap dari system ini semua orang baik? Ngimpii. Zaman rosul aja masih ada yag kafir dan jahat. Kalau gitu surga neraka diciptakan untuk apa kalau semua orang baik?
29. Jadi tidak mungkin ya?| Jelas. Sudah sunnatullah ada baik ada buruk surga neraka, ada yang berjuang ada yang komentar, ada yang mendukung ada yang menolak. Rosul aja ditolak, apalagi ente mau ngajak semua orang baik.
30. Hehe, kalau kita mulai dari diri sendiri gimana? | kapan mulainya kalau tanya dan komentar terus? Dakwah kagak, facebookan iya.
31. Tapi itu perkataan ulama lho … | sebaik-baiknya ulama, mereka tidak ma’shum, bisa salah dan berdosa, apalagi ulama bayaran, fatwanya ngaco dan konyol.
32. Tapi kita harus hormati ulama kan, pewaris nabi lho? | iya kalau ulama shohih, kalau ulama su’ (buruk) yang tidak berfatwa atas nama Allah, mau loe ngikut keneraka sama ulama su’?
33. Hehe… nah kalau sumbangsih hizbut tahrir sekarang apa? | sumbangsih apa nih? Hizb tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun kecuali dari anggota dan pendukung Hizb saja!
34. Hehe, bukan gitu… sabar, maksudnya apa yang sudah hizbut tahrir lakukan? | Dakwah.
35. Bukan…. Sekolah, pesantren majlis taklim, kampus gitu tidak ada? | Hizb itu bukan yayasan, bukan ormas, bukan lembaga social, bukan panti jompo, bukan panti asuhan.
36. Terus? Apa dong… hehe maaf banyak tanya | iya ga papa, maaf tadi, karena ane geram tiap kali mendengar orang laing nuduh yang engga’-engga’, bilang dananya dari Ameriklah, wahyudilah, apalah, padahal anggota dan pendukung hizb berinfaq dengan ikhlas dijalan Allah. | Hizbut Tahrir itu partai politik.
37. Jadi hizbut tahrir tidak pernah menolong kaum muslim yang kena bencana? | salah ente, hizbut tahrir diberbagai wilayah di Indonesia terjun langsung membuat posko, mengatur pengajian ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, menghidupkan masjid di daerah bencana dan yang penting lagi, menghalau kristenisasi yang sering datang dengen mi instan.
38. Ok, kalau tadi partai politik, berarti sama dong kaya partai kepala banteng sama sapi? | beda donk, mereka imamnya UUD 45 dan pancasila, mereka liberal, sekuler, pro demokrasi, pro kapitalis.
39. Buktinya? | gunung dijual ke asing, gas, minyak bumi dan semua yang ente rasain hidup itu susah itu sebab mereka yang berkuasa dzolim sama rakyatnya, sama ente, sama ane juga…
40. Lalu, kenapa partai politik, bukan brigade jihad atau lascar gitu ? | bro, semua yang manusia rasain sekarang, termasuk ente dan ane, itu terkait dengan politik.
41. Kok bisa? | ente lihat baju ente, itu dari mulai tukang kebun kapasnya sudah terkena kebijakan politik, dari harga bibit, pupuk, lahan, pas di dibikin, gaji pegawai UMR, pajak masuk pasar, pajak bangungan, pajak kendaraan, jalan, jembatan, insfrasturktur, harga pasaran, inflasi semuanya karena urusan politik. Apa yang ente makan, pakai dan gunakan tidak akan bisa dimakan, dipakai dan digunakan kalau Negara dengan kebijakan politiknya melarang.
42. Owh gitu, terus kalau demo-demo, hizbut tahrir kan sering demo tuh, bukannya itu dilarang ngomongin keburuhkan pemimpin? | ente lihat lagi yang jeli, apa iya kalau kita demo kita ngomongin orangnya, istrinya berapa, simpanannya dimana, hasil korupsi atau tidak, bukan individunya yang diserang tapi kebijakan mereka yang harus sesuai syariat Islam.
43. Ngga ada cara lain? | itu salah satu cara berinteraksi dengan umat, ya ada banyak, seperti konferensi, ta’lim, halaqoh dan besok ada Rapat dan Pawai Akbar diseluruh Indonesia, ente jangan lupa hadir biar tahu sekalian.
44. Owh iya, ada yang bilang miras, judi, prostitusi ada dimana-mana, kenapa hizb tidak datang pas sedang di ratakan? | itu hanya parsial, cabang saja dari kebijakan Negara yang pro maksiat. Makanya yang dirubah kebijakannya, negaranya bukan cabang dilapangan.
45. Berarti hizbut tahrir setuju donk ? | bukan begitu kesimpulannya, itu semua perbuatan maksiat dan dilarang oleh Allah, Hizbut tahrir fokus pada sumber masalahnya, yaitu Negara. Kalau ada sungai yang tercemar, ente mau bangun bendungan atau menutup pabrik yang mencemari?
---
Jadi, untuk mengembalikan manusia, khususnya umat Islam kepada kemuliaan dan menjadi umat yang terbaik sebagaimana ada dalam Al-quran, Hizbut Tahrir focus pada sumber masalahnya, bukan cabang dari hasil kebijakan. Sumbernya adalah tidak diterapkannnya syariah Islam; Quran dan Hadits termasuk ijma dan qiyas, dalam segala urusan kehidupan. Dan hanya khilafah yang mampu mengemban amanah ini.

Menjawab tuduhan HT membaiat khomeini

1. Bismillaahirrahmaanirrahiim
2. Syukron yang sudah komentar dibawah status tentang ide | Kita akan membahas tuduhan atau fitnah yang berkaitan dengan Hizbut Tahrir dan Khomeini
3. Saya kadang merasa kasihan kepada mereka yang suka menyebarkan fitnah, syubhat atau informasi yang menyudutkan Hizbut Tahrir tanpa melakukan crosscheck terlebih dahulu | Bahkan ada yang hanya menyimpulkan jawaban dari hasil membaca sebuah headline sebuah berita
4. Ntah karena rasa tidak suka yang sudah akut, ada beberapa oknum yang terus menyebarkan informasi sesat itu | Sampai-sampai seakan informasi itu benar, dengan bangga dan PD ia sebarkan tanpa merasa dosa karena telah menyebarkan fitnah | Padahal ketika ditanya informasi dapat dari mana, sumbernya tak jelas | Satu-satunya yang jelas adalah bersumber dari KATANYA | Memang ada yang mengambil dari sumber suatu web atau blog | Namun di blog atau web tersebut ternyata sama sumbernya | KATANYA
5. Pernah saya mendengarkan informasi penting terkait menyebarnya informasi-informasi atau sebut saja fitnah-fitnah yang ditujukan kepada Hizbut Tahrir | Bahwa ternyata setelah dicrosscheck sampai jauh sekali, fitnah itu bersumber dari satu ‘Titik’ | Saya tidak akan menyebut apa dan siapa titik ini | Bahkan jika ada ulama (sebut saja begitu) yang menulis atau menyebarkan fitnah terhadap Hizbut Tahrir | Dibalik ulama tersebut juga dijumpai si ‘Titik’ itu | Kita tak perlu tahu dan tak usah ditanyakan kepada saya siapa dan apa ‘Titik itu’ | Yang perlu kita tahu, cukup bahwa ‘Titik’ itu adalah musuh Islam yang tidak ingin Khilafah tegak (sebagian dari kita mungkin ada yang sudah bisa mengira)
6. Salah satu informasi yang sering disebar oleh oknum yang tak bertanggungjawab adalah isu Hizbut Tahrir membaiat Khilafah kepada Khomeini| Tulisan ini saya kutip dari globalmuslim.com | Insyaallah sumbernya terpercaya | Simak dengan hati yang tenang tanpa ada kebencian atau suudzon | Ingat, ilmu adalah cahaya dan cahaya akan masuk kedalam hati yang tidak penuh dengan dosa, maksiat atau kebencian | Begitulah yang disampaikan Imam Syafii sewaktu beliau menghafal Al-Quran kemudian suatu hari hafalannya menurun dan bertanya kepada Imam Malik (gurunya) hingga beliau mendapat jawaban yang luar biasa ini | Semoga kita termasuk dalam golongan Ulul Albab, aamiin
7. Ok, kita mulai pembasannya | Sekali lagi, ini tulisan dari admin halaman “jawaban atas seluruh syubhat yang ditujukan kepada Hizbut Tahrir” yang saya ambil dari globalmuslim.com | Tak perlu ditambah atau dikurang | Semua jelas disini
8. Bismillah | Saya lebih suka menamai “syubhat” ini dengan sebutan syubhat, karena pihak yang meluncurkan syubhat ini ingin menebarkan kerancuan di tengah manusia, dengan memberi gambaran kepada mereka bahwa Hizbut Tahrir telah pergi untuk membai’at Khomeinisebagai khalifah, yang telah mencela para shohabat ridhwanullahi ‘alaihim, melecehkan ibunda kita –’A'isyah-, tulisan-tulisannya dipenuhi dengan kekufuran, dan lain sebagainya
9. Padahal sebenarnya, kepergian Hizbut Tahrir menemui Khomeiniadalah dalam rangka melakukan sesuatu yang tidak berani dilakukan oleh kaum bersorban dan berjenggot, dengan menghadapi orang yang telah berdusta dengan melakukan pemalsuan terhadap umat, melabeli pemerintahan dan sistemnya dengan embel-embel Islam, padahal Islam berlepas diri dari semua itu.
10. Hizbut Tahrir beraktivitas untuk mendirikan Khilafah Rosyidah, dalam arti bahwa Hizb bekerja untuk mendirikan sebuah pemerintahan Islam, dan itu dilakukan sambil mencermati berbagai kejadian politik dan segala macam konspirasi yang ditujukan kepada umat Islam
11. Maka Hizbut Tahrir sangat ingin mengungkapkan berbagai rencana dan konspirasi yang ada itu kepada khalayak serta menyingkap pengkhianatan para penguasa umat Islam terhadap rakyatnya
12. Oleh sebab itu, adanya pertemuan antara Hizbut Tahrir dengan sebagian penguasa adalah untuk menyampaikan hujjah kepada mereka, menyingkap pengkhianatan mereka kepada rakyatnya dan mendemonstrasikan penolakan mereka untuk menegakkan pemerintahan atas dasar Islam
13. Hal itu seperti kunjungan utusan Hizbut Tahrir kepada Shaddam Husain dengan menggunakan bahasa yang jelas dalam mengungkap pelayanan dia (kepada penjajah –pen) dan pengkhianatan dia kepada rakyatnya | Itu terjadi setelah Israel menghancurkan reaktor nuklirnya
14. Juga seperti kunjungan delegasi Hizbut Tahrir (yang terdiri dari 14 Syabab) kepada Qadzafi, yang hanya berbuntut pada tindakan Qadzafi mengeksekusi mati para utusan tersebut, dan menggantung mereka di tiang-tiang kampus
15. Dan kedatangan Hizbut Tahrir kepada Khumaini tiada lain adalah untuk tujuan semacam itu
16. Adapun terkait dengan rincian pertemuan yang dilakukan dengan Khomeini sebagai berikut
17. ‘Sesungguhnya setelah terjadinya Revolusi Iran dan dilengserkannya Syah –agen Inggris-, pandangan Hizbut Tahrir saat itu sangat jelas, bahwasannya revolusi tersebut semata-mata merupakan revolusi yang dirancang oleh Amerika’
18. ‘Dan bahwasannya Khomeini merupakan kepanjangan-tangan Amerika yang datang untuk mengakhiri dominasi pengaruh Inggris di kawasan tersebut melalui Iran dan Irak’
19. ‘Oleh karena itu kita dapat melihat bahwa -hanya dengan terjadinya revolusi- Shaddam Husain segera menyiapkan perang atas perintah Inggris untuk menggagalkan revolusi Iran, itu karena mereka menyadari bahwa Amerika hendak menjadikan Iran sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh Amerika di kawasan tersebut’
20. Semua ini disadari sepenuhnya oleh Hizbut Tahrir | Dan Hizbut Tahrir juga menyadari bahwa (sebagian dari) para penguasa itu tidak lain hanyalah biji catur yang dimainkan oleh Amerika dan Inggris
21. Hanya saja, kadang-kala khalayak ramai tidak menyadari hal tersebut | Bahkan secara lahiriyah mereka justru menyaksikan pemandangan yang bertentangan dengan pendapat Hizbut Tahrir
22. Mereka melihat penentangan Iran terhadap Amerika, di sisi lain –pada waktu itu- mereka juga melihat dukungan Amerika kepada Shaddam untuk melawan Iran | Mereka tidak menyadari bahwa semua ini merupakan strategi untuk menguatkan Iran di kawasan ini
23. Terlebih lagi, ada anggapan di masyarakat bahwa semua pihak yang memusuhi Amerika adalah mulia, tanpa perlu diperdebatkan lagi
24. Selain itu, revolusi Iran telah menggunakan bendera Islam, dan menggunakan nama Islam dan Negara Islam | Sementara Hizbut Tahrir melihat bahwa semua itu merupakan kebohongan dalam kebohongan | Maka wajib bagi Hizb untuk menyampaikan hujjah kepada mereka yang menyatakan secara dusta bahwa Iran telah mendirikan Negara Islam
25. Oleh karena itu, pada tahun 1979 Hizbut Tahrir mengirim utusan kepada Khomeini untuk menjelaskan kesalahannya dan jauhnya dia dari kebenaran dengan mengesampingkan penerapan Islam secara sempurna.
26. Hizb juga menyampaikan kepadanya tentang kewajiban mengangkat seorang kepala Negara yang akan bertindak sebagai kholifah bagi seluruh umat Islam, yang jauh dari nasionalisme dan patriotisme, mendesaknya untuk menetralkan seluruh pengaruh asing dari Iran, terutama Amerika, baik yang berupa politikus, pemikir, kelompok-kelompok dan bahkan kedutaan besar
27. Telah diserahkan pula catatan politik kepada Khomeini dan kepada menteri luar negeri saat itu –Ibrahim- yang di dalamnya termaktub inti dari pembicaraan ini, termasuk juga Rancangan Undang-undang Dasar Islam yang didasarkan pada Aqidah Islamiyah dan hukum-hukum syara’ yang digali dari Al Qur’an, As Sunnah, Ijma’ para shohabat dan qiyas
28. Empat bulan pasca penyerahan tersebut Pemerintah Iran tidak melakukan perubahan apapun | Bahkan berjalan mengarah pada penguatan pengaruh asing dan pemerintahan yang tidak didasarkan pada Islam
29. Tatkala pemerintah mempublikasi draf rancangan undang-undang dasar Iran dan pembentukan dewan pakar untuk mengkajinya, maka Hizbut Tahrir pun ingin mendapatkan naskah draf tersebut, kemudian mempelajari draf itu secara cermat dan teliti
30. Pada bulan Syawal 1979 Hizbut Tahrir menyerahkan catatan rinci yang berisi kritik terhadap Undang-undang Dasar Iran yang dilengkapi rincian rancangan undang-undang dasar Negara Khilafah yang didasarkan pada Aqidah Islamiyah
31. Salinan naskah catatan ini juga diserahkan kepada ketua dewan pakar yang menelaah undang-undang dasar Iran | Salinan naskah yang lain juga diserahkan kepada Majelis Revolusi Iran dan Partai Republik di Iran
32. Kemudian Hizbut tahrir mendistribusikan catatan tersebut bersama dengan kritik terhadap undang-undang Dasar Iran serta rancangan Undang-undang Dasar Negara Khilafah kepada masyarakat, dalam rangka menunjukkan secara gamblang penolakkan pemerintah Iran untuk menegakkan Negara Islam yang berdiri di atas Aqidah Islam yang shohih
33. Dengan demikian, saudara-saudara yang mulia, selamanya Hizbut Tahrir tidak akan pernah tertipu oleh penguasa-penguasa semacam itu untuk menyerahkan khilafah kepada mereka | Akan tetapi Hizbut tahrir telah menegakkan hujjah kepada mereka guna membebaskan dirinya dihadapan Allah dan guna mengahadapi penguasa-penguasa itu dengan hujjah tersebut pada hari kiamat
34. Maka hal yang demikian ini serupa dengan keadaan Nabi saw, yang menyatakan : “yaa Allah, bukankah hamba telah menyampaikan, ya Allah saksikanlah!”
35. Dari sini sudah jelas bahwa Hizbut Tahrir bukan bermaksud membaiat Khomeini sebagai Khalifah layaknya fitnah yang ditulis dan disebarkan oleh orang yang tidak bertanggunjawab dan tidak menyukai Hizb sehingga menyebarkan informasi hanya berdasarkan | KATANYA
36. Hizbut Tahrir yang hendak mendirikan Negara Rasulullah saw dan menegakkan hukum-hukum Allah SWT tidaklah abai terhadap ushulud diin dan aqidahnya
37. Bagaimana bisa dikatakan abai, sedangkan hizb tidaklah mengadopsi suatu pemikiran pun kecuali jika ia terpancar dari Aqidah Islam yang lurus? | Dan tidak akan menyerah sampai tegaknya hukum syara’ yang digali dari Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ para shohabat dan qiyas syar’iy
38. Sudara-sudara yang mulia bisa merujuk para buku Naqdhud Dusturil Ironiy (kritik terhadap Undang-undang Dasar Iran) dan buku dari Hizbut Tahrir Wilayah Lebanon yang disampaikan kepada Duta Besar Republik Islam Iran oleh para mas’ul Hizbut Tahrir di Lebanon melalui link yang dilampirkan dalam tulisan ini
39. Secara garis besar, tuntutan Hizbut Tahrir kepada Khumaini dan pemerintahan Iran bisa diringkas sebagai berikut
40. Pertama | Hendaknya undang-undang dasar dan seluruh undang-undang di Iran adalah Islami, diambil dari Kitabullah dan Sunnah RasulNya
41. Kedua | Hendaknya Iran memutuskan seluruh hubungan dengan seluruh Negara kafir
42. Ketiga | Hendaklah membatalkan seluruh perjanjian dan kesepakatan antar Negara yang bertentangan dengan Islam
43. Keempat | Melarang seluruh aktivitas dan pemikiran politik yang tidak dibangun berdasarkan Islam dan hukum-hukumnya
44. Kelima | MembersihkanIrandari lingkaran politik yang tidak berasaskan Islam
45. Keenam | Keluar dari Perserikatan Bangsa-bangsa dengan alasan bahwa ia merupakan organisasi penjajahan yang memusuhi umat Islam
46. Ketujuh | Menghilangkan seluruh penampakan sistem ekonomi kapitalis sesegera mungkin seraya menerapkan sistem ekonomi Islam yang digali dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw
47. Kedelapan | Membatalkan undang-undang sipil yang diambil dari perundang-undangan barat, yang didalamnya menyatakan bahwa undang-undang dasar menjamin kebebasan
48. Kesembilan | Serta perkara-perkara lain yang terdapat di dalam referensi yang telah disebutkan
49. Rujukan | Kritik Hizbut tahrir terhadap UUD Iran | http://www.mediafire.com/?k43e6m61r8wnmum
50. Buku Hizbut tahrir wilayah Lebanon untuk duta besar Iran | http://www.hizb-ut-tahrir.org/…/ar…/lb20110820-book-iran.pdf
51. Sudah jelas semua dibahas disini dan fitnah-fitnah keji itu memang merupakan ungkapan atas dasar rasa tidak suka terhadap Hizbut Tahrir karena mereka mencari informasi Hizbut Tahrir bukannya langsung dari Hizbut Tahrir melainkan berdasarkan | KATANYA
52. Semoga Allah memenangkan yang Haq dan menghancurkan yang Bathil | aamiin...
.
.
.
.
.
.
SHARE artikel ini untuk menutup fitnah yang sudah tersebar luar | Agar banyak kaum Muslim yang tersadar dan tidak mengandalkan informasi dari KATANYA | Dan ini bagian dari dakwah
.
.
.

tanpa judul

ust syamsul arifin

1. Bismillaahirrahmaanirrahiim
2. Tulisan ini saya mulai dengan | Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Hasyr: 18)
3. Setelah membaca postingan sebelumnya tentang dosa investasi, tentu bagi kita yang masih normal keimanannya akan memikirkan bagaimana agar kita terlepas dari dosa investasi dimana dosa ini terus mengalir seiring banyaknya amalan fardhu kifayah yang tidak dijalankan?
4. Satu-satunya atau paling tidak amalan fardhu kifayah yang masih dilakukan dari banyaknya fardhu kifayah lain adalah mengurus jenazah | Banyak orang yang khawatir berdosa ketika ada jenazah muslim yang tidak diurus | Kalau begitu bagaimana dengan amalan fardhu kifayah lain seperti hukuman qishos, rajam, urusan kesehatan, kesejahteraan, politik, muammalah dan yang lainnya dimana hanya bisa dilaksanakan ketika Khilafah atau Negara Islam tegak?
5. Tentu bagi kita yang masih normal keimanannya akan merasa sangat takut dengan dahsyatnya ancaman siksa neraka lantaran banyaknya amalan kifayah yang ditinggalkan | Dosa investasi terus mengalir seiring banyaknya orang yang berbuat maksiat dan tidak ada hukuman bagi mereka layaknya orang berzina yang seharusnya menurut Alquran harus di rajam atau jilid tergantung statusnya mukhson atau ghoiru mukhson | Di Indonesia hampir tiap menit ada yang berzina baik dari kalangan anak SD, SMP, SMA, Mahasiswa atau yang sudah paru baya termasuk mereka yang dilokalisasi | Belum lagi kasus pembunuhan, pencurian dan banyak lainnya
6. Kalau keimanan kita masih normal tentu kita akan senantiasa berupaya untuk mencari solusi untuk bisa menggugurkan dosa investasi tersebut yakni dengan menegakkan Khilafah | Memang benar dosanya tidak akan terhapus selama Khilafah belum tegak tapi paling tidak kita akan bisa menjawab pertanyaan Allah kelak dengan jawaban | ‘Ya Allah, hamba sudah mengusahakan sekuat hamba untuk menegakkan Khilafah’
7. Selain itu, kita juga akan terus mencari amal kebajikan yang sebanyak-banyaknya, guna menghadapi hisab (perhitungan) amal dari Allah SWT di akherat kelak | Dan itulah manusia yang cerdas menurut Rasulullah SAW
8. Mengingat kesempatan hidup yang diberikan Allah SWT di dunia ini sangat amat pendek sekali, maka kita harus memiliki “strategi” dalam membuat amalan kebajikan
9. Ingatlah dalam waktu yang terbatas, manusia mempertaruhkan kehidupannya yang abadi di alam akhirat | Jika ia gagal dalam hidupnya, gagallah ia di akhirat | Ia akan menyesal, menderita, tersiksa, teraniaya, untuk selama-lamanya | Jika ia sukses dalam hidupnya, sukseslah ia di akhirat | Maka, dia akan bahagia untuk selama- lamanya
10. Maka seluruh manusia akan kembali kepada Tuhannya dalam keadaan bahagia karena amalnya atau menyesal karena amalnya pula sewaktu hidup di dunia
11. Ingatlah hidup di dunia ini hanya sekali, hanya sebentar saja dan tidak akan terulang lagi
12. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari” (QS. An-Nazi’at: 46)
13. Sekarang mari kita lihat berapa umur kita yang tersisa di dunia ini?
14. Rata-rata umur manusia adalah 60 tahun | Pertanyaannya adalah benarkah umur 60 tahun itu akan kita pertaruhkan semuanya untuk kehidupan yang selama-lamanya? | Kita harus mengurangi masa 60 tahun itu dengan masa kanak-kanak kita | 15 tahun => 60 – 15 = sisa umur 45 tahun | Selain itu kita juga harus mengurangi masa itu dengan masa tidur kita | 8 jam sehari = 1/3 masa hidup => 45/3 = 15 tahun
15. Maka waktu yang benar-benar kita pertaruhkan adalah 30 tahun
16. Ingatlah semua manusia akan menyesal terbagi dalam 3 kelompok | 1. kelompok yang paling berat penyesalannya | 2. kelompok yang berat penyesalannya | 3. kelompok yang ringan penyesalannya | Semuanya tergantung amal sewaktu di dunia
17. Tentu kita tidak ingin menyesal di akhirat walau ringan | Kita ingin menjadi orang-orang yang bahagia
18. Pertanyaannya | dengan umur yang sangat singkat ini bagaimana caranya agar kita dapat memiliki amal yang sebanyak- banyaknya dan setinggi-tingginya? | Bahkan, amal yang dapat jauh melampaui umur kita sendiri? | Karena pahala dari amal itu dapat terus mengalir, walaupun kita sudah meninggal dunia | Amalan apakah itu?
19. Kita tahu bahwa setelah meninggal hanya ada tiga perkara yang akan memberikan pahala yang terus mengalir | Shodaqoh jariyah, anak sholeh dan ilmu yang bermanfaat
20. Shodaqoh jariyah | Jujur saja, berapa persen dari seluruh harta kita yang kita pergunakan untuk shodaqoh jariyah? | Berapa majlis taklim yang kita bangun? | Berapa puluh atau ratusan juta yang kita gunakan untuk amal sholeh atau shodaqoh jariyah ini jika untuk penghidupan sehari-hari saja masih sulit? Jika kecintaan terhadap dunia saja masih dominan? | Apa yang akan kita banggakan dari harta sedikit kita untuk pahala shodaqoh jariyah?
21. Anak sholeh | Di kehidupan seperti sekarang, melahirkan dan mendidik anak untuk menjadi anak sholeh adalah harapan yang hampir-hampir mustahil | Itu karena kehidupan sekarang yang tidak sesuai dengan Islam | Aurat dimana-mana | Orang tidak shalat dimana-mana | Tayangan TV yang amburadul tiap hari
22. Saya pernah mendapatkan cerita | Ada sebuah keluarga Muslim yang tinggal di Amerika | Mereka memiliki anak perempuan yang memakai hijab syarie | Suatu saat mereka ‘mudik’ dan berencana tinggal di Indonesia | Setelah mereka sampai | Hari berikutnya anak perempuannya melihat orang-orang tidak menutup auratnya | Ia berkata kepada orang tuanya | ‘Abi Umi, mereka orang Islam apa bukan?’ | ‘Kenapa mereka tidak menutup aurat sebagaimana yang Abi Umi ajarkan kepada saya bahwa sebagai muslimah saya harus menutup aurat’ | Selain itu banyak pula pertanyaan yang muncul karena apa yang ia pahami tentang Islam yang benar tidak sesuai dengan kehidupan di Indonesia | Khawatir aqidah anaknya rusak, mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di Amerika lagi dimana yang haq dan yang bathil terlihat jelas | Memakai hijab syarie berarti muslim | Tidak memakai hijab berarti Kafir
23. Itu gambaran kecil bahwa untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh atau sholehah di zaman ini sangat sulit
24. Bagaimana dengan ilmu yang bermanfaat? | Sejauh mana ilmu kita? | Seberapa luas ilmu yang kita sebarkan? | Tentu ilmu disini bukanlah dalam bentuk buku-buku tanpa adanya sebuah amalan | Melainkan ilmu yang bermanfaat dimana ilmu itu diamalkan oleh orang lain
25. Artinya ilmu yang bermanfaat disini adalah ilmu atau amalan yang diamalkan oleh orang lain | Inilah pahala yang akan terus mengalir kepada kita walau kita sudah meninggal
26. Contoh | Imam Syafi’i memiliki banyak sekali kitab-kitab | Jika ilmu beliau hanya sebatas kitab tanpa ada yang mengamalkannya tentu pahalanya hanya sebatas apa yang tertulis di kitab | Namun jika sekarang banyak orang yang mengamalkan kitab yang ditulis Imam Syafi’i | Berapa pahala yang mengalir pada Imam Syafi’i
27. Contoh lain | Jika di tanah Jawa ada puluhan juta ummat Islam | Berapa pahala yang terus mengalir pada Wali Songo (Wali Sembilan) ? | Lalu, jika di dunia ini ada milyaran ummat Islam | Berapa pahala yang terus mengalir pada para shahabat Rasul SAW?
28. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan kita? | Apakah kita secerdas Imam Syafi’i hingga mampu menuliskan ratusan kitab yang dahsyat? | Apakah kita sehebat wali songo yang berdakwah di tanah Jawa? | Apakah kita semulia sahabat yang mendakwahkan Islam keseluruh dunia?
29. Tentu, kita jauh dibawah mereka semua | Lalu bagaimana agar kita mendapatkan pahala yang terus mengalir seperti mereka?
30. Mungkinkah kita mengikuti jejak mereka? |Insya Allah kita pun bisa seperti mereka | Asalkan kita memiliki amalan yang besar, amalan yang agung | Sebagaimana amalan para shahabat Rasulullah SAW | Apakah amalan itu?
31. Allah berfirman | “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran: 110)
32. “Barang siapa yang mengajak pada petunjuk, maka baginya adalah pahala orang yang mengikuti ajakannya, tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak pada kesesatan, maka baginya menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikuti ajakannya itu, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka itu” (HR. Muslim)
33. Jadi, amalan apakah itu? | Amalan itu tidak lain adalah amar ma’ruf nahi munkar
34. Dan tentu amalan amar ma’ruf nahyi munkar ini sangat banyak sekali | Pertanyaannya adalah amalan amar ma’ruf nahyi munkar apakah yang paling tinggi?
35. Ingatlah apa yang sudah dibahas dalam postingan tentang dosa Investasi yang menyimpulkan bahwa dosa-dosa yang terus mengalir itu akibat tidak diterapkanya syariat Islam, akibat tiadanya Khilafah sebagai Negara Islam yang akan menerapkan Syariat Islam sehingga kita akan terbebas dari dosa-dosa amalan Fardhu Kifayah yang sekarang banyak ditinggalkan
36. Memang benar menutup lokalisasi adalah amar ma’ruf nahyi munkar, mengajak orang untuk meninggalkan riba juga amar ma’ruf nahyi munkar, mengajak orang sholat juga amar ma’ruf nahyi munkar | Dan itu bisa kita lakukan secara Individu
37. Namun selama sistem Negara Indonesia masih melegalkan prositusi atau lokalisasi, miras, bank atau lembaga keuangan dengan riba, tidak adanya hukuman bagi yang berzina, mencuri, sholat dan lainnya yang tidak sesuai dengan Islam | Maka kemungkaran-kemungkaran yang jumlahnya sangat banyak akan terus ada | Itu karena Negara melegalkannya
38. Oleh sebab itu | apa kemungkaran yang terbesar? | Adalah kemungkaran yang dapat menyebabkan seluruh rakyat dengan sukarela maupun terpaksa melakukan kemungkaran, meninggalkan syariat Islam, menghalalkan apa yang Allah haramkan dan melakukan apa yang Allah perintahkan | Kemungkaran apa itu? | Adalah kemungkaran yang bersumber dari Penguasa!
39. Kenapa? | Karena penguasa itulah yang melegalkan sistem yang bertentangan dengan sistem Syariat Islam yang sudah Allah perintahkan | Dari sistem yang tidak bersumber dari Allah itulah segala kerusakan dan kemungkaran terjadi di muka bumi ini
40. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ (Qs. ar-Rum : 41)
41. Oleh sebab itu | amar ma’ruf nahi munkar yang paling agung adalah yang bisa membuat seluruh rakyat melakukan kema’rufan | Yang bisa mencegah seluruh rakyat melakukan kemungkaran | Yaitu amar ma’ruf nahi munkar kepada penguasa agar penguasa mau menerapkan Islam secara kaffah
42. “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin ‘Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri menghadap pemimpin yang zalim untuk melakukan amar makruf nahi munkar kepadanya lalu penguasa itupun membunuhnya” (HR. Al-Hakim)
43. “Jihad yang paling mulia adalah ucapan yang benar yang ditujukan kepada penguasa yang zalim” (HR. Ibnu Majah dan An-Nasa’i)
44. Dari Huzhaifah bin Al-Yaman dari Nabi SAW bersabda:” Demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya hendaknya engkau melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau jika tidak Allah hampir mengirim azabnya, kemudian engkau berdo’a tetapi tidak dikabulkan”(HR At-Tirmidzi dan Ahmad)
45. Lalu Negara apa yang bisa melakukan amar ma’ruf nahyi munkar terhadap umat Islam dan seluruh umat di dunia? | Hanya satu | Khilafah
46. Coba bayangkan jika kita mengajak satu orang masuk Islam lalu ia mengamalkan apa yang kita ajarkan kepadanya kita mendapatkan pahala sebesar gunung | Bagaimana jika Khilafah membebaskan suatu negeri dimana ada puluhan hingga ratusan juta penduduknya memeluk Islam?
47. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan | dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, | (An-Nashr ayat 1-2)
48. Berapakah banyaknya pahala yang akan diraih ketika manusia masuk kepada Islam secara berbondong-bondong? | Tentu banyak sekali
49. Tidak cukup sampai disitu | Khilafah juga yang akan membebaskan Al-Aqsha, melakukan futuhat-futuhat, jihad dan tentu melaksanakan seluruh Syariat Islam | Seluruh perintah dan larangan Allah akan ditegakkan sekokoh-kokohnya
50. Dan masih banyak lagi pahala yang akan kita raih ketika yang melakukan amar ma’ruf nahy munkar adalah sebuah negara
51. Pertanyaannya | Dimanakah Negara Islam atau Khilafah ini? | Jawabnya; hingga hari ini Khilafah belum tegak | Maka sudah sewajarnya kita menegakkan Khilafah | Negara yang akan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar
52. Maka aktifitas menegakkan Khilafah bukan hanya wajib sebagaimana sudah banyak dalil syara yang menjelaskan termasuk ulama 4 madzhab yang sepakat Khilafah wajib | Tetapi juga untuk mengugurkan dosa-dosa investasi yang terus mengalir | Dan tentu untuk meraih pahala yang terus mengalir sebagaimana sudah dijelaskan | Lihat postingan tentang ulama 4 madhzab sepakat Khilafah wajib dan Dosa Investasi
53. Oleh sebab itu, bagian dari amar ma’ruf nahyi munkar adalah dengan mengajak Anda agar ikut bersama kami untuk menegakkan Khilafah ala minhajin nubuwwah untuk menggugurkan dosa investasi dan mendapatkan pahala investasi
54. Bagi kita yang sudah bergabung, sebarkanlah informasi ini sebagai bagian dari dakwah amar ma’ruf nahyi munkar | Mengajak kepada mereka untuk berjuang bersama menegakkan Khilafah
55. Insyaallah ada pahala investasi dari menyebarkan informasi ini
.
.
.
.
.
.
‪#‎YukNgaji‬ di Hizbut Tahrir, 2 jam tiap minggu
.
.
.
.
.
.
1. Jangan mengatakan Khilafah sudah tegak sementara penguasa Suriah masih bercokol
2. Jangan pula mengajak berbaiat sementara kalian yang mengajak belum berbaiat
3. Jangan juga mengatakan Hizbut Tahrir tidak mengakui sementara jika kalian tidak berbaiat kalian juga pada dasarnya tidak mengakuinya karena salah satu bentuk pengakuan adalah dengan baiat
4. Jika sudah terpenuhi 4 syarat maka Hizbut Tahrir juga akan bergabung kepada kelompok mana saja yang berhasil mewujudkan Khilafah di atas 4 pilar atau syarat untuk menerapkan Syariat Islam secara kaffah.