Kamis, 17 Juli 2014

ISIS Jatuh ke Dalam Perangkap Deklarasi “Khilafah” Yang Tidak Akan Merubahnya Dari Sebuah Kelompok



Media Khilafah


ISIS Jatuh ke Dalam Perangkap Deklarasi “Khilafah” Yang Tidak Akan Merubahnya Dari Sebuah Kelompok

Pada awal Ramadan tahun ini 1435 H, bertepatan dengan 29/6/2014, “Abu Mohammed al-Adnani” Juru bicara kelompok

“Negara Islam Irak dan Suriah” (ISIS) menyatakan terbentuknya Khilafah Islam. Dia mengumumkan bahwa orang-orang dari Ahlul Halli wal-Aqdi, dari mulai pejabat, pemimpin, penguasa dan Dewan Syura “Negara Islam” telah bersumpah untuk setia kepada amir Khilafah mereka “Ibrahim Awad al-Badri,” yang dikenal sebagai “Abu Bakr al-Baghdadi “, dan bahwa dia telah menerima janji setia mereka. Dengan demikian – seperti yang dia katakan – telah menjadi Khalifah Muslim, dan bahwa adalah tugas seluruh umat Islam untuk bersumpah setia kepadanya dan mematuhinya.

Kesalahan besar mendeklarasikan Khilafah ini tidak mengejutkan kita, karena pernyataan ini diharapkan dari sebuah kelompok yang terbiasa melarikan setelah tidak menemukan bahwa mereka tidak dapat diterima di kalangan umat Islam, dan sejak itu menganggap dirinya menjadi sebuah negara Islam yang harus dipatuhi setelah menyatakan dirinya sebagai “Negara Islam Irak.” Kemudian mendeklarasi bahwa Jabhah Nusroh telah bergabung dengannya untuk menjadi “Negara Islam Irak dan Suriah.”

Deklarasi Khilafah ini muncul setelah terjadi apa yang tampak seperti pemberontakan revolusioner di Irak melawan kebijakan al-Maliki yang tidak adil, dimana di dalamnya berpartisipasi sejumlah fraksi dari suku-suku Arab dan para pejabat Partai Baath. Hal-hal itu diatur sedemikian rupa dan kemudian dikonsolidasikan oleh komplotan, sehingga dibuat perjanjian rahasia dengan para perwira militer yang bertugas sehingga mereka meninggalkan divisi militer mereka, dan dikalahkan di depan pemberontak, dengan meninggalkan persenjataan berat, dan miliaran dollar di Bank Mosul! Hal ini kemudian diikuti oleh berita di media yang dibesar-besarkan, dan dikesankan bahwa kelompok “negara” berada di balik kemenangan ini .. sehingga kelompok ini berpikir bahwa mereka telah membebaskan negeri dengan agama, dan dengan tekad itu telah mendapatkan uang dan peralatan! Dan bahwa negara telah mengundang mereka untuk memerintahnya, dan Khilafah sedang menunggu untuk menyatakan hal itu. Tapi mereka tidak memperhatikan apa yang terjadi, dengan pertimbangan terbaik, sehingga tidak lebih dari Barat yang memikat mereka masuk ke dalam perangkap mematikan ini; suatu deklarasi Khilafah dengan maksud memutarbalikannya!
Wahai Kaum Muslim di Suriah, Ash-Sham Adalah Pusat Darul Islam.
Apa yang terjadi adalah tidak lebih dari sebuah episode baru dari serangkaian peristiwa, yang bertujuan untuk menghilangkan proyek besar Khilafah, dan itu terjadi setelah perkembangan situasi revolusioner di Suriah yang secara besar-besaran menuntut berdirinya Khilafah, dan menghancurkan proyek sekuler. Disana tidak ada yang tersisa kecuali beberapa dari mereka, yang diwakili oleh Koalisi Nasional, dimana setiap penduduk layak disebutkan .. Hingga Barat menjadi panik sehingga membuatnya yakin bahwa solusi sekuler Barat tidak akan terlihat cahaya kecuali setelah situasi Islam yang mencolok di Suriah, sehingga hal ini berbahaya bagi kepentingan dan pengaruh Barat.

Kami sangat menyadari bahwa peluru terakhir untuk tidak mempercayai Barat yang akan diluncurkan pada proyek Khilafah adalah terbentuknya apa yang disebut Khilafah, tapi apakah Khilafah itu? Ini adalah Khilafah yang dimaksud untuk mendistorsi Khilafah, untuk mengasingkan kaum Muslim pada umumnya dari Khilafah, dan kemudian Barat akan menuntunnya turun dengan tangan kaum Muslim sendiri, jika ingin mereka ingin menurunkan, sehingga jatuh dari hati ratusan juta kaum muslim yang menginginkannya .. Kita semua telah mendengar baru-baru ini bahwa Mohammed Al-Abyary, penasihat Presiden Barak Obama, ketika dia berkata: “Kembalinya Khilafah tidak bisa dihindari, dan satu-satunya pilihan bagi AS adalah untuk membatasinya.”

Kami juga mengakui bahwa Khilafah tersebut tidak akan didirikan oleh kaum sekularis, karena hal ini akan terungkap sejak hari pertama .. melainkan, kaum Muslim akan mendirikannya, dengan darah yang ada di telapak tangan mereka, melawan siapapun yang berbeda dengan mereka .. dan inilah yang yang sebenarnya terjadi .. Mungkin kesalahan terbesar yang dibuat oleh orang-orang dari “negara” ini adalah keyakinan mereka bahwa mereka adalah kelompok yang menang, dan bahwa mereka adalah Ahlalul sunnah wal jama’ah dan orang-orang lain adalah orang-orang yang mengada-ada dan dalam kesesatan, jika mereka bukan orang-orang murtad dan munafik.

Negara bukanlah hanya sebuah pengumuman, atau pemberitaan, atau menghukum orang-orang yang melanggarnya, melainkan adalah lembaga, sistem dan organisasi, yang melaksanakan tugas dan kemudian mengambil hak-haknya .. Ini adalah konstitusi komprehensif dan dengan hukum yang jelas, dimana penguasanya bertanggung jawab dihadapan hukum .. Ini adalah entitas eksekutif dimana otoritas dan legitimasinya berasal dari kaum muslimin, bukan dipaksakan kepada mereka tanpa mereka merasa puas .. Ini adalah tentara, polisi, gubernur, hakim dan karyawan .. Ini adalah keselamatan dan keamanan pada sebuah ibukota yang terkenal, yang diatur seorang Imam yang kompeten dengan kewenangan yang jelas, yang ditemukan oleh orang-orang yang menginginkan dia, dan dengan janji setia (bay’ah) dari Ahlal Halli wal aqdi dengan kepuasan dan pilihan jika dia adalah orang yang tepat bagi janji kesetiaan.

Adapun pengumuman – setelah lebih dari sembilan puluh tahun hilang – atas sebuah Khilafah itu bukanlah Khilafah yang sesungguhnya. Khilafah ini tidak memiliki unsur-unsur di negaranya, ataupun ibukota negara yang dikenal, atau kewenangan yang jelas, atau kesadaran rakyatnya tentang syariah atau politik .. Hal ini, demi Allah, bermain dengan emosi umat Islam dan menghancurkan harapan mereka, dengan membakar saraf mereka, mengorbankan masa muda mereka, dan melayani musuh-musuh mereka.

Sebagai kesimpulan, kami katakan kepada rakyat di Ash-Sham, Pusat Darul Islam:

Persekongkolan yang hebat dan kedengkian terhadap anda masih mengitari kedutaan-kedutaan besar negara-negara Barat dan agen-agennya, dimana mereka ingin mengorbankan revolusi dan kaum revolusioner anda di atas badan altar, makar dan permusuhan terhadap agama… Jadi bangun dan waspadalah terhadap seruan untuk berperang diantara kamu, dimana mereka mengundang anda untuk melakukannya. Jangan buat diri anda menjadi hamba kepada musuh-musuh anda, sementara anda tidak tahu .. Seseorang akan mendapat kelimpahan agamanya, asalkan dia tidak menumpahkan darah yang diharamkan .. Tidak ada cara bagi kita untuk menghadapi proyek neraka ini, kecuali dengan berpegang teguh pada ide Khilafah yang berada di jalan kenabian, dengan bekerja keras untuk menegakannya, sadar dari trik-trik Barat dan rencananya untuk mendistorsinya, dan menghilangkannya, dengan memberikan kepemimpinan politik kepada orang yang memenuhi syarat untuk itu, orang-orang yang sadar dan setia, yang mencintai umat dan diapun dicintai umat, yang berdoa untuknya dan diapun berdoa untuk umat .. orang-orang yang jika mendirikan Khilafah akan terguncang bumi karenannya, dan membalikkan keseimbangan kekuasaan di dunia, dan mereka adalah pagar bagi distorsi itu, dan mereka adalah perisai pelindung terhadap trik-trik dan konspirasi.

Kami di Hizbut Tahrir akan tetap dengan masalah utama kaum muslimin, di semua negara Muslim, yaitu pendirian Khilafah yang berjalan di atas metode kenabian, suatu Khilafah bagi seluruh umat Islam, yang bukan eksklusif bagi sebuah organisasi, partai, kelompok, atau mazhab.. dan kami akan terus menyerukannya untuk itu dan menjadi pembelanya, dengan mengungkap semua rencana dan trik-trik licik untuk melawannya, dan bekerja untuk membangun dengan penuh kesungguhan dan kesabaran, dan berkomitmen atas Hukum Shariah , hingga Allah mendatangkan perintah-Nya, dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Hizbut Tahrir Wilayah Suriah
12 Ramadhan 1435
10/7/2014
sumber : http://hizbut-tahrir.or.id

Tidak ada komentar: