Minggu, 08 Januari 2012

Kondom tak jamin aman.

Kondom menjadi andalan pencegahan HIV/AIDS . Ini bisa jadi karena
banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa efektivitas kondom dalam
mencegah kehamilan mencapai 90 persen . Kegagalan sebesar 10 persen
lebih banyak di nisbahkan pada penggunaan yang tidak tepat seperti
ukuran terlalu sempit , terlalu longgar , robek saat di sarungkan ,
robek saat di gunakan , atau berlubang karena cacat produksi .

Kemampuan kondom mencegah lewatnya sperma ini karena ukuran pori pori
kondom terkecil 5 micron hampir sama dengan diameter terbesar sperma
3,5 micron . Selain sempit spermapun akan kesulitan berenang menembus
kondom karena ketebalan kondom paling tipis mencapai 194 kali diameter
kepalanya.

Tapi bagaimana dengan efektivitanya untuk mencegah HIV? Kalau melihat
ukuran virus itu yakni sebesar 0,1 mikron , maka pori pori kondom
sangat sangat mudah di lewati . Ini seperti kelereng melewati gorong
gorong .

Saat ini ketebalan kondom yang di jual di pasaran berkisar antar 483 -
635 mikron , sedangkan kisaran pori pori kondom kondom tersebut saat
tidak di rentangkan adalah 5 - 50 mikron. Inilah mengapa kondom tidak
menjamin pemakainya tidak menularkan atau tertular HIV/AIDS dari
pasangan yang ODHA .

Alan guttaxcher institute pada tahun 1989 menemukan kegagalan kondom
mencegah penularan HIV/AIDS mencapai 22,3 persen . 8ritish journal of
medicine pada tahun 1987 mencapai 26 persen , dan new england journal
of medicine pada tahun 1989 mencapai 33 persen . Artinya , kondom
bukanlah penjamin terbebasnya orang dari penyakit ini . Mj

Tidak ada komentar: