Kamis, 20 Oktober 2011

AS Membajak Perjuangan Rakyat

Penguasa Baru Libya Memuluskan AS Membajak Perjuangan Rakyat


Syabab.Com - Barat benar-benar berusaha membajak perjuangan dan pengorbanan rakyat, berusaha agar setiap perubahan di suatu negeri berada di bawah kendalinya. Ketika rakyat mengorbankan darah dan nyawanya untuk menumbangkan rezim diktator, barat seolah mendukung rakyat dan menyiapkan agen-agen penggantinya, padahal selama ini para rezim diktator itu langgeng di bawah dukungan Barat. Menteri Luar Negeri Amerika Hillary

Clinton kini di Libya dalam kunjungan tanpa diumumkan sebelumnya untuk bertemu dengan penguasa baru negara itu, sementara pasukan pemerintah interim melancarkan serangan ke kubu pertahanan terakhir yang masih dikuasai oleh Moammar Gaddafi. Clinton tiba hari Selasa di ibukota Tripoli dimana ia menjanjikan jutaan dolar dalam bantuan baru untuk program pendidikan dan layanan medis bagi pejuang yang cedera.


Ia mengatakan dana yang lebih besar akan diperuntukkan bagi mengamankan gudang senjata dari pemerintahan Gaddafi dan memusnahkan persediaan senjata kimia. Pejabat-pejabat Amerika mengatakan bantuan kepada Libya sejak konflik dimulai berjumlah 135 juta dolar. Clinton bertemu dengan Perdana Menteri sementara Mahmoud Jibril dan Ketua Dewan Transisi Nasional Mustafa Abdel Jalil pada kunjungannya ini. Ia merupakan pejabat Amerika paling senior yang mengunjungi Tripoli sejak pergolakan menentang Gadhafi dimulai bulan Februari. Dalam jumpa pers bersama Mahmoud Jibril hari Selasa , Clinton mengatakan adalah suatu kehormatan baginya berada di tanah “ Libya yang merdeka” serta menyaksikan “lahirnya masa depan baru bagi Libya”. Ia kemudian bertemu dengan para tokoh mahasiswa dan masyarakat di Universitas di Tripoli dimana Clinton mengatakan ia ingin melihat mantan pemimpin Libya itu segera “ditangkap atau tewas”.



Demikianlah, sikap licik Barat yang ditemani oleh pengkhianatan para penguasa baru, berusaha membajak perjuangan rakyat yang bukan saja menginginkan perubahan rezim, tapi juga menginginkan perubahan sistem, dari sistem demokrasi menuju sistem Islam. Umat tak membutuhkan dolar dari Amerika, juga tidak membutuhkan para penguasa boneka bentukan Barat pengganti rezim sebelumnya. Umat hanya membutuhkan satu kepemipinan tulus di bawah naungan Khilafah yanag akan menyatukan kaum Muslim sedunia, menerapkan syariah dan memberikan kesejahteraan yang sesungguhnya kepada masyarakat dunia. Insya Allah, semakin dekat. [m/voa/syabab.com] RABU, 19 OKTOBER 2011 22 :44 REDAKS

sumber : syabab.com

Tidak ada komentar: