Kamis, 16 Juni 2011

Konferensi Rajab

15 Ribu Orang Gelorakan Konferensi Rajab Kendari

HTI Press. 12 Juni 2011 umat muslim se-Sulawesi Tenggara mencatat sejarah perjuangan kaum muslimin dalam mengembalikan kehidupan Islam pada perhelatan akbar Konferensi Rajab (KR) 1432 H. Bertempat di arena utama ex-MTQ Nasional Kendari KR ini dihadiri oleh lebih dari 15.000 orang peserta yang terdiri dari semua elemen masyarakat, diantaranya ulama, muballigh dan muballighoh, tokoh masyarakat, Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Sulawesi Tenggara, enterpreneur, mahasiswa, pelajar, anak-anak dan balita yang datang dari seluruh jazirah Sulawesi Tenggara. Tak pelak kursi-kursi yang telah disiapkan panitia penuh bahkan ada peserta yang rela duduk lesehan di selasar hanya demi menyaksikan kedahsyatan acara KR ini.

Pukul 07.00 WITA peserta sudah mulai berdatangan, dari dalam maupun luar kota kendari. Kabupaten Konawe misalnya, rombongan peserta datang ke lokasi KR dengan arak-arakan motor yang kemudian disusul oleh arak-arakan puluhan mobil dan bus. Begitu pula dengan ratusan rombongan peserta dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur, mereka datang pada hari sabtu, 11 Juni 2011 pukul 21.30 WITA dengan arak-arakan bus dan puluhan mobil. Sedangkan rombongan dari Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton datang dengan kapal super jet pada hari sabtu siang. Ada pula rombongan dari Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Konda, Wakatobi, dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Tenggara. Ini membuktikan bahwa jarak yang jauh tidak menyurutkan semangat kaum muslimin di daerah kabupaten untuk ikut mengambil bagian sebagai saksi sejarah perhelatan akbar terbesar pertama kaum muslimin di Sulawesi Tenggara.


Peserta yang datang langsung melakukan registrasi setelah sebelumnya mereka di periksa oleh tim keamanan dengan body detector. Peserta yang kedapatan membawa benda tajam seperti gunting, dll untuk sementara di titipkan kepada panitia. Dan peserta yang tidak memiliki tiket, tidak diperkenankan masuk ke area KR.


Pukul 08.00 acara dimulai dengan diawali parade beduk. Aksi penabuh beduk ini sontak membangkitkan semangat para peserta yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan segmen demi segmen acara konferensi rojab yang luar biasa ini.


Selanjutnya Duet Host Samsul Alam dan Eko Irwanto menyapa peserta KR dengan sambutan salam yang hangat, menghangatkan pagi yang dingin nan mendung yang meliputi arena ex-MTQ Nasional Kendari dan kemudian di balas dengan riuh oleh seluruh peserta KR. Arena utama ex-MTQ telah di design untuk menempatkan podium di panggung utama arena ex-MTQ. Kemudian posisi peserta akhwat berada di sayap kanan sedangkan peserta ikhwan di sayap kiri. Peserta VIP berada di alun-alun utama tepat di belakang podium, VVIP berada di lantai dua alun-alun kedua dan peserta regular berada ditengah-tengah lapangan yang mengantarai panggung utama dengan peserta VVIP. Dan peserta regular duduk tanpa tenda. Namun sungguh sangat luar biasa pertolongan ALLAH SWT, cuaca pada hari itu begitu teduh sehingga peserta tidak merasakan panasnya terik matahari seperti pada hari-hari sebelumnya.

Acara selanjutnya adalah persembahan lagu nasyid, lagu yang dibawakan berjudul Sambutlah Khilafah


Kemudian acara dilanjutkan dengan opening speech oleh Ust. Rois Ahmad, S.Pd selaku DPD I HTI SULTRA, kemudian dilanjutkan dengan orasi dari para pembicara, diantaranya Ust. Yuslan Abu Fikri,SE sebagai pembicara I, kemudian dilanjutkan dengan Pembicara II oleh Ust. Fitriaman, SE. M.SA. Pembicara III oleh, Ust. Amrul Hasan, ST, IAI,dan Ust. Muh. Aras, SE. Pembicara IV olehUst. Muslim,SE dan Ust,Wildan Abduh,A.Md. Pembicara V oleh Ust. Achamad Junaedi ath athayyibi selaku DPP HTI. Dan Pembicara terakhir oleh ust.Abu Zaid selaku DPP HTI

Berikutnya adalah penampilan teaterikal pertama. Puluhan pemain teaterikal melakukan aksi peruntuhan r

eplika bangunan kapitalisme, sekularisme dan liberalisme. Replika bangunan tersebut disusun dari kardus bekas hingga mencapai 2,5 meter. Kemudian para pemain yang merupakan para pejuang-pejuang islam datang dengan membawa tongkat kayu setinggi 2 meter kemudian mengelilingi replika bangunan tersebut. Lalu seorang pemimpin teaterikal memberikan komando untuk mehantamkan kayu tersebut pada replika bangunan kapitalisme hingga bangunan tersebut runtuh berserakan dan yang tersisa hanyalah sampah (kardus). Aksi teaterikal ini menggambarkan bahwa bangunan (system) kapitalis yang diterapkan saat ini tidak lama lagi akan menghadapi keruntuhannya dan hanya akan menjadi sejarah sampah. Sepanjang aksi teaterikal, belasan ribu peserta KR menyaksikan dengan antusias dan tak henti-hentinya meneriakkan takbir serta mengibarkan bendera Al-Liwa dan Ar-Roya’.


Acara ini semakin diperkuat dengan adanya testimoni tokoh sulawesi tenggara , yakni Prof. dr.Ir. La Rianda, M.Si ( Direktur Pasca Sarjana Universitas Haluoleo), Andi Hatta M Patturusi( Tokoh senior Pers Sultra), Drs. Muh. Nur Ahmad( Tokoh Mubaligh Sultra), La Ashar (anggota Majelis permusyawaratan mahasiswa Universitas Haluoleo/tokoh mahasiswa)


Untuk membangkitkan gelora semangat 15.000 peserta KR, panitia kembali menyuguhkan aksi teaterikal. Teaterikal kedua ini dilakukan dengan melakukan aksi penegakan bangunan khilafah. Replika bangunan khilafah dibentuk menyerupai sebuah bangunan berkubah yang terdiri dari 4 tiang penyanggah dan dilingkupi oleh kain berwarna emas. Sebagian dari para pemain teater kemudian mengelilingi bangunan tersebut, sebagian lainnya masuk ke dalam. Dan dari balik kain tersebut mereka beraksi mendirikan bangunan tersebut dari tanah hingga ke puncak dengan cepat. Aksi ini menggambarkan bahwa bangunan khilafah didirikan secara utuh, bukan parsial demi parsial. Dan ketika bangunan tersebut telah berdiri kokoh maka tampaklah kemegahannya dan tentunya akan kembali menjadi peradaban emas dari semua peradaban yang pernah ada.[]


Konferensi Rajab Beber Kekuatan Tentara Adidaya

Lebih dari 3.000 umat Islam menghadiri Konferensi Rajab 1432 Hijriah yang berlangsung di GOR Sumpah Pemuda, Wayhalim, Bandarlampung, kemarin (12/6). Orasi pembicara dan testimoni ulama yang disertai tarian saman dan nasyid menggambarkan semangat kemenangan Islam.


Pekik takbir dan seruan khilafah berkali-kali diteriakkan oleh para peserta disertai kibaran panji-panji dan bendera.


Ketua DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung Ust. Abu Muhammad dalam pidato sambutannya menyampaikan, sebelum diruntuhkannya khilafah oleh imperialis Inggris pada 28 Rajab 1342 atau 3 Maret 1924, umat Islam pernah berjaya dan memimpin peradaban dunia.

Mengutip Will Durant dari bukunya The Story of Civilization, Ust. Abu mengingatkan bahwa pada masa khilafah dulu, para khalifah telah memberikan keamanan hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan manusia.


Sistem khilafah mampu menjamin masyarakatnya hidup sejahtera. Sementara, kehidupan umat Islam saat ini melarat dan tercabik-cabik dalam 57 negara.

Orator kedua adalah Warji, S.T.P., M.Si. yang berbicara tentang solusi untuk mengentaskan problematika yang dihadapi umat. Di mana, kata dia, umat Islam merupakan khayru ummah, seperti yang disebutkan Allah dalam Surat Ali Imran ayat 110. ’’Umat Islam di mana saja mereka berada semestinya menjadi panutan,’’ tandasnya.


Namun saat ini justru umat Islam menjadi pesakitan, menderita, terhina, dan teraniaya. Pangkal keterpurukan umat Islam itu disebabkan tiadanya khilafah sebagai institusi politik Islam yang menaungi umat dan melindungi dari rongrongan para penjajah.

Sehingga jawaban atas keterpurukan umat Islam adalah dengan menegakkan kembali sistem khilafah. ’’’Sudah saatnya kita saling menyatukan sumber daya yang kita miliki untuk menegakkan khilafah Islam,’’ pungkasnya.

Memasuki orasi selanjutnya, para hadirin diajak untuk menyimak gambaran khilafah yang menyejahterakan. Abu Miqdad dari DPP HTI dengan retoris menanyakan kepada umat yang hadir. ’’Apakah para hadirin menginginkan akidah, keselamatan, para muslimah, dan generasi muda terlindungi? Kepada siapa berharap semua itu terwujud kecuali pada khilafah,’’ ujarnya lantang.

Menurut Abu Miqdad, dengan ditegakkannya khilafah, maka umat akan terlindungi kesucian agamanya, terlindungi keselamatan dirinya, terlindungi akalnya, terlindungi kehormatannya, dan terlindungi hak miliknya. Pada masa lalu, kehidupan umat dalam sistem khilafah sangat sejahtera. Beliau mencontohkan, gaji guru sebesar 15 dinar atau setara Rp25 juta.


Sementara, Humas HTI Lampung Ust. Akhiril Fajri tampil sebagai orator keempat. Dia menyampaikan orasi tentang potensi khilafah sebagai negara adidaya masa depan.


Dijelaskannya, meski dunia saat ini berada dalam dominasi kapitalisme global yang menjadi penyebab kesengsaraan umat manusia, sesungguhnya ideologi ini dan negara-negara Barat yang menjadi pengusungnya sedang menghadapi krisis internal dan mendorongnya ke dalam jurang kehancuran.

’’Dibiarkan saja kapitalisme pasti akan runtuh, apalagi jika umat bersatu menumbangkannya dengan menegakkan sistem khilafah,’’ seru Akhiril Fajri.

Menurutnya, potensi umat Islam sangat besar untuk bangkit jika mengadopsi ideologi Islam dan mewujudkannya dalam sistem khilafah. Dari sisi demografi, jumlah umat terus tumbuh dan berkembang jauh meninggalkan pertumbuhan penduduk di Barat.


Bahkan ada 20 negara barat yang pertumbuhannya nol dan negatif. Kini jumlah umat telah mencapai angka 1,57 miliar jiwa atau hampir seperempat penduduk dunia.

Dari sisi ekonomi dan sumber daya alam, negeri-negeri Islam menguasai cadangan energi dunia dan bahan mentah. Cadangan minyak bumi di negeri-negeri Islam mencapai 72 persen cadangan dunia. Sedangkan cadangan gas 61,45 persen cadangan dunia.


Jika tentara yang ada di negeri-negeri Islam digabungkan, jumlahnya mencapai 27 persen dari seluruh tentara yang ada di seluruh dunia. Sementara tentara Amerika hanya 7,1 persen. Begitu pula jika digabungkan tentara dari Brazil, Rusia, India, dan Tiongkok, jumlahnya 24 persen masih di bawah jumlah tentara negeri-negeri Islam. ’’Dengan potensi yang besar ini, masa depan dunia milik umat Islam,’’ kata Akhiril.

Anggota DPD I HTI Lampung Ust. M. Ahkam berbicara mengenai janji Allah akan tegaknya khilafah. ’’Di antara janji Allah Swt yang diberikan kepada umat Islam adalah istikhlaf fi al-ardh. Yang bermakna menjadi penguasa atau pengatur urusan manusia (khalifah atau imam) di seluruh dunia,’’ ujarnya merujuk Alquran Surat An-Nur 55.


Menurut Ahkam, banyak sekali hadis sahih yang menyampaikan kabar gembira (bisharah) kepada kaum muslim tentang kekuasaan Islam yang mencakup seluruh muka bumi. Semua itu menunjukkan bahwa khilafah Islam merupakan janji Allah yang paling agung bagi kaum mukmin. Pasalnya, dengan tegaknya kekuasaan Islam ini (khilafah Islam), agama Allah Swt bisa ditegakkan secara sempurna, dan keamanan kaum muslim bisa diwujudkan secara nyata.

Sebagai orasi penutup, Amirudin Abu Fikri yang juga dari DPP HTI menyampaikan seruan hangat Hizbut Tahrir kepada umat. Dia menyampaikan, sesungguhnya tegaknya khilafah Islam merupakan kewajiban syariah atas seluruh kaum muslim. Kewajiban ini bersifat mengikat; tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali melaksanakannya.


Ia berharap konferensi yang mengangkat tema Hidup Sejahtera dalam Naungan Khilafah menjadi pendorong umat untuk merekonstruksi masa depan peradaban Islam dalam sistem khilafah. Konferensi ini diadakan untuk mengajak umat bersatu dalam visi, tekad, dan langkah untuk tegaknya khilafah Islamiah.

Sekadar diketahui, Konferensi Rajab hari ini juga diramaikan aksi teatrikal oleh para pemuda Islam yang berupaya menggambarkan keadaan umat Islam tanpa khilafah.


Sebuah pesan penting yang disampaikan dalam aksi teatrikal itu adalah betapa pentingnya penegakan khilafah dalam menyatukan seluruh potensi umat untuk meraih kemuliaan Islam dan kesejahteraan, serta melenyapkan penjajahan.

Konferensi Rajab 1432 H yang diselenggarakan DPD I HTI Lampung kemarin momentum peristiwa yang terjadi di bulan Rajab diselenggarakan di seluruh kota besar Indonesia dari ujung timur Jayapura hingga ujung barat Banda Aceh. Puncaknya berlangsung pada 29 Juni di Stadion Lebak Bulus Jakarta, Stadion Deltras Sidoarjo Surabaya, dan Stadion si Jalak Harupat Bandung.(radarlampung.co.id, 13/6/2011)

========================================
Konferensi Rajab di Batam: Mantan Walikota Batam Dukung Perjuangan HTI

HTI Press. Alhamdulillah, acara yang konferensi Rajab 1432 H DPD I KEPRI dalam rangka momentum Rajab dan mengingatkan kembali kepada umat runtuhnya Khilafah Islam terakhir yang dilaksanakan di GOR/Sport Hall Tumenggung Abdul Jamal Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada jam 08.00 - 12.00 berjalan dengan baik dengan peserta yang sangat antusias.


Konferensi Rajab 1432 H dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia Dewan Pimpinan Daerah I Provinsi Kepulauan Riau dengan dibantu oleh HTI DPD II Kota Batam dan DPD II Tanjung Pinang. Lingkup wilayah peserta adalah Pulau Batam, Pulau Karimun, Pulau Bintan, Singapura dan Malaysia.

Acara ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman umum kepada umat di seluruh daerah Provinsi Kepulauan Riau bahwa Islam saat ini berada dalam kondisi keterpurukan di segala lini kehidupan. Melalui acara ini umat di bukakan fakta-fakta rusaknya kehidupan dalam system sekarang yaitu sistem Kapitalisme sekuler dengan Demokrasi sebagai anak kandungnya. Dan umat juga di ajak untuk melihat kembali kegemilangan Islam ketika di pimpin oleh sistem Islam dalam bingka Khilafah Islamiyah. Dan diuraikan juga potensi tegaknya Khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian serta kesejahteraan yang akan di capai manusia jika menerapakan syari’ah dengan menegakkan Khilafah.


Selain itu acara ini juga dimaksudkan untuk meraih dukungan umat Provinsi Kepuluan Riau untuk Turut berjuang bersama HTI dalam rangka mengembalikan kehidupan Islam di tengah-tengah umat melalui penerapan syari’ah dan penegakan Dualah Khilafah Islamiyah secar global.

Juga melalui acra ini akan mendapatkan pertolongan Allah dan umat untuk masuk ke Hizbut Tahrir mengkaji Islam dan memahami perjuangan Islam yang sebenarnya.


Seluruh peserta mengangkat bendera ar-roya dan al -liwa serta mengumandangkan takbir ketika setiap pemberi testimoni dan pembicara menyampaikan materi. Dan ini adalah langkah awal kebangkitan Islam.


Acara KR 1432 H di Batam di hadiri oleh peserta mulai dari pelajar (SMp/MTS, SMA/MA), Mahasiswa, Dosen, Guru-guru, Ibu-ibu Majelis Ta’lim, para da’I dai Persatuan Mubaligh Batam, orang bikrosi, para pengusaha, tokoh pendidikan dan masyarakat awam lainnya. Bahkan beberapa peserta ada yang dating dari Negara Malaysia dan Singapura. Total peserta yang terdaftar sebanyak 1875 orang, bias dikatakan 2000 orang jika dihitung dengan anak-anak dan peserta sanak saudara dari panitia. Target peserta semula adalah 2.250 orang.


Acara dibuka oleh Ketua DPD I HTI KEPRI Ust. Ir.H. Donny Irawan, Dan diikuti dengan parade ar roya dan al liwa. Pembicara yang hadir yaitu dari HTI DPD I KEPRI serta para tokoh dan pelajar dengan komposisi sebagai berikut:


Pembicara yang hadir adalah Ust. Sutoto, Ust. Ahmad Syahreza, S.SI, Ust. Abdillah, ST, Ust. Ramli, Ast. A.M. Fathurrahman, S.Pd.I dan Ust. Budi Mulyana, S.Si, MT (DPP HTI Jakarta). Serta Fajar testimony Pelajar, Anwar Mahasiswa UNIBA testimony Mahasiswa, Bpk Fauzan testimoni Tokoh Pengusaha, DR. Ir. H. Chabllullah Wibisono, MM tokoh Pendidikan (DPW Muhammadiyah KEPRI), Drs. H. Nyat Kadir Tokoh Masyarakat/ Wali Kota Batam Periode 2001-2005. KH. Azhari Abbas ketua MUI KEPRI juga dari Tokoh Wanita/Ibu Ira Rachmawati, SS, selaku Direktur Program Al-Jabar FM. Disela-sela pembicara dan testimony juga di tampilkan nasyid dengan lagu Khilafah serta teaterikal Kung Fu Kids Islam, dengan tema-tema hancurnya ide-ide kufur (demokrasi, kapitalisma, sekulerisme, materialism, Hedonisme) dengan ide Islam melalui syar’ah dan Khilafah.


Acara berjalan lancar dan salah satu yang mengharukan adalah ketika Tokoh Masyarakat sekaligus Wali Kota Batam periode 2001 - 2005 Drs. H. Nyat Kadir menyatakan; “Perjuangan HTI adalah kepada kebaikan dan terbukti tidak pernah melakukan kekerasan dan ini adalah perjuangan yang benar untuk suatu kebaikan dan menghilangkan kerusakan. Sebenarnay jika ada orang yang waras melihat perjuangan HTI ini maka dia akan turut mendukungnya hingga akhir hayat”, subhanallah.


Kemudian dari Bpk KH. Azhari Abbas ketua MUI KEPRI juga menyatakan “Bahwa dengan Islam melalui institusi Khilafah lah penyakit masyarakat seperti sex bebas dikalangan remaja dan umum serta korupsi akan dapat dihilangkan dan hanya dengan Khilafahlah umat akan selamat”, subhanallah.

Acara ditutup dengan pembacaan muhasabah dan do’a oleh Ust. Muhammad Soleh. Serta foto bersama pembicara dan pemateri. Begitu juga dengan pembicara yang lainnya. Sangat antusias dengan perjuangan HTI.[]

Tidak ada komentar: