Minggu, 10 April 2011

Penguasa boneka ditelantarkan tuannya ketika dihantam revolusi

mediaumat.com- Para penguasa boneka tidak lagi aman dari kemarahan umat ketika sebuah hantaman telah menimpa kepala mereka, dan revolusi telah meledak mengguncang pilar-pilah kekuasaan mereka. Mereka tidak lagi aman setelah massa melakukan pemberontakan, menghancurkan tongkat ketaatan dan mengambil alih kendali kekuasaan. Sementara para tuan mereka yang selama puluhan tahun mereka layani dengan mudah meninggalkan mereka. Begitu juga dengan para pembesar dan pengikut mereka segere berpaling dari mereka ketika gelombang massa sudah menentang dan melawan mereka.

Lihatlah Mubarak, penguasa Mesir yang digulingkan, dan para pembantunya yang sedang menghadapi pengadilan, penjara dan penderitaan. Lihatlah Zine Ben Ali, penguasa Tunisia yang digulingkan, dan para pengikutnya yang telah melarikan diri karena takut pada rakyatnya. Ia bersembunyi ketakutan di Arab Saudi, meninggalkan semua uangnya, istana dan harta miliknya. Ia pergi tanpa membawa sesuatu apa pun untuk menyelamatkan dirinya.

Lihatlah pula Muammar Gaddafi yang telah memberikan potensi-potensi Libya untuk menyenangkan tuannya, Inggris dan Amerika. Dan sekarang justru ia menghadapi nasib suram yang datang dari negara-negara tuannya, yang ia layani selama empat puluh tahun pemerintahannya .

Ia mendorong Menteri Luar Negerinya, Musa Kusa yang telah membuat upaya-upaya besar untuk merehabilitasi Libya secara internasional. Dan seperti yang dikatakan bahwa karena kelebihannya, pintu gerbang Paris dan Roma terlah terbuka untuk Gaddafi. Juga seperti yang dilaporkan BBC pada 31\3\2011 bahwa ia punya hubungan erat dengan Dinas Intelijen Inggris, MI6.

Bahkan menteri yang punya hubungan erat dengan Inggris ini pun tidak berhasil untuk mendapatkan belas kasih dari MI6, dan tidak mendapatkan hak suaka politik, melainkan ia sekarang bergantung pada jaminan Scotland Yard sebagai tersangka kriminal.

Para penguasa di negara-negara Arab saat ini sedang menderita dan sedih akibat perlakuan buruk tuan mereka di saat mereka sedang dalam kesukaran dan kejatuhan. Sehingga mereka sangat marah karena tuan mereka tidak memberikan jaring pengaman terhadap mereka. Presiden yang digulingkan di antara mereka tidak memperoleh jaminan dari negara-negara Barat untuk melindunginya. Sedangkan jaminan tentara di negerinya sendiri tidak cukup untuk melindunginya mengingat jaminan itu telah terbukti tidak dapat diandalkan karena tidak distempel oleh tuan-tuan mereka yang sesunguhnya.

Dalam hal ini, sungguh pernyataan-pernyataan Gaddafi menunjukkan dengan jelas sejauh mana penghinaan yang diterimanya dan orang-orang yang seperti dirinya dari tuan mereka. Ia berkata dengan mengemis penjelasan: "Apa yang telah saya lakukan yang telah mengecewakan mereka." Bahkan sambil menghela napas, ia berkata: "Mereka telah berpartisipasi dalam konspirasi melawan saya."

Sementara anaknya yang bernama Saif al-Islam telah secara eksplisit mengakui adanya hubungan istimewa yang menyatukan antara Libya dan Inggris. Ia mengatakan: "Blair telah membangun hubungan yang sangat istimewa dengan ayah saya. Bahkan bagi kami, ia adalah teman pribadi keluarga." Ia menambahkan bahwa "Antara Libya dan Inggris ada hubungan khusus." Dan Inggris telah membantu membangun hubungan persahabatan antara Gaddafi dan anak-anaknya yang berafiliasi dengannya dengan Perancis dan Italia. Sayangnya, meskipun telah terdapat hubungan yang begitu mendalam, ternyata Gaddafi tidak mendapatkan dari negara-negara tersebut selain permusuhan dan kebencian. Kemudian mereka pun mengirim pesawat-pesawat tempur dan rudal-rudal mereka untuk membombardir markas-markas pasukannya.

Sesunguhnya pelajaran yang dapat diambil bahwa para penguasa tidak pernah menyadari akan datangnya mimpi buruk itu selamanya, yaitu bahwa nasib mereka tidak dijamin oleh tuan mereka ketika mereka sedang dihantam oleh gelombang revolusi.[]htpal

http://www.mediaumat.com/headline-news/2639-penguasa-boneka-ditelantarkan-tuannya-ketika-dihantam-revolusi.html

Tidak ada komentar: