Jumat, 18 Februari 2011

Penjaga Camp David Yang Kedua pun Jatuh!

Seruan Hizbut Tahrir kepada Dewan Agung Militer Mesir

Penjaga Camp David Yang Kedua pun Jatuh!

Tiga puluh tahun lalu, Anwar Sadat dijatuhkan dengan keras oleh para aktivis mukmin Mesir. Itu sebagai balasan kejahatan yang dilakukannya berupa penandatanganan perjanjian Camp David yang khianat dengan entitas Yahudi perampas Palestina, bumi Isra’ da Mi’raj, bumi kiblat yang pertama …

Hari ini jatuh dan terusir pula lah Hosni Mubarak, pewaris Sadat dalam menjaga Camp David, yang memelihara pasal-pasalnya, dan yang melaksanakannya sebagai pengkhianatan kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin …

Dua orang itu jatuh akibat perbuatan tangan keduanya setelah keduanya membangun istana, memiliki harta yang banyak, kemudian mereka tinggalkan di belakang mereka!
{ فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ }
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh. (QS ad-Dukhan [44]: 29)

Dua orang itu jatuh setelah keduanya mengabdi kepada Amerika, selain Allah. Amerika menguasai lisan dan jari jemari keduanya. Maka Amerika tidak berguna sedikitpun bagi keduanya di hadapan Allah.
وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman. (QS al-Anfal [8]: 19)

Dua orang itu jatuh dan tidak meraih kebaikan apa-apa bahkan sebaliknya mendapatkan kehinaan di dunia.

وَلَعَذَابُ الْآَخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ
Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. (QS Fushshilat [41]: 16)


Dua orang itu jatuh … dan itulah kesudahan bagi setiap pengkhianat, meski telah berkuasa dalam jangka waktu tertentu. Yaitu pengkhianat yang tidak tidak menghukumi dengan Islam. Tidak memberikan loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya, sebaliknya justru loyal kepada kaum kafir penjajah dan berkonspirasi dengan kaum kafir penjajah terhadap negeri kaum muslim …

Dua orang itu jatuh … lalu tidakkah orang-orang zalim merenungkan perkara mereka, sebelum Allah mendatangi mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka?
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. (QS Ibrahim [14]: 42)

Para penguasa yang menandatangani perjanjian khianat dengan entitas Yahudi, atau menormalisasi hubungan dengan entitas Yahudi, atau berunding dengan mereka, tidakkah mereka paham bahwa kesudahan mereka adalah hitam gelap di dunia sebelum nanti di akhirat? Ataukah mereka itu tuli, bisu, dan buta, sehingga karenanya mereka tidak mengerti …

Mesir Kinanah dan warganya telah melakukan perlawanan terhadap kezaliman. Tahrir Square berubah menjadi masjid (tempat sujud), yang dari sana bertolak takbir mereka yang mendeklarasikan fajar baru … Lalu tidakkah fajar itu menjadi benar-benar fajar Khilafah di bumi Kinanah. Fajar penghapusan perjanjian khianat, fajar kemenangan kembali di Palestina, dan fajar pembebasannya dari najis Yahudi dan penghapusan entitas Yahudi, -yang urusannya mulai makanan sampai senjata ditangani Amerika, dengan disksikan dan didengar oleh para penguasa khianat di negeri-negeri kaum Muslim, bahkan atas koordinasi dan kerelaan mereka!

Amerika telah mengintervensi Mesir Kinanah dalam jangka waktu yang lama. Bahkan yang lebih dari intervensi itu, penguasa Mesir memberikan kemudahan, tanpa memiliki rasa malu kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin … Hal itu masih terus berlangsung, hingga dalam peristiwa-peristiwa paling akhir ini. Amerika tetap saja mengenduskan batang hidungnya dan melibatkan dirinya dalam perkara dan urusan Mesir melalui lisan Obama, wakil, dan para penasihatnya … Belum tibakah saatnya batang hidung Amerika itu dipatahkan, pelibatan dirinya dibinasakan, dan lisannya dipotong, sehingga Mesir kembali bebas dan mulia sebagai Kananah Allah di muka bumi ini?

Kami Hizbut Tahrir menyampaikan seruan kepada orang-orang yang jujur di Dewan Agung Militer Mesir. Sungguh Allah telah memberinya kekuasaan. Hendaklah ia menjadikan loyalitasnya kepada Allah, Rasul-Nya, dan kaum Mukmin; dan memutus total loyalitas kepada selainnya. Hendaklah ia menegakkan Khilafah dan memerintah dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, berjihad di jalan Allah, mengembalikan Palestina, meneladani pembebas Palestina terdahulu dari najis pasukan salib dan Tatar, sehingga ia bisa membebaskan bumi yang diberkahi itu dari najis Yahudi dan memupus segala upaya kaum penjajah …

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS al-Hajj [22]: 40)
09 Rabiul Awal 1432 H Hizbut Tahrir
12 Februari 2011

Pelajaran Dari Arus Perubahan

Perubahan sudah terjadi di negeri ini, Pakistan, Bangladesh, Turki dan negeri Islam lainnya. Sekarang, arus perubahan sedang mengaliri Tunisia, Mesir, lalu Aljazair, Yaman, Yordania, Suriah, dan Saudi; dan menunggu negeri-negeri muslim lainnya. Dari semua itu bisa kita ambil beberapa pelajaran berikut:

Pertama, Para penguasa kaum muslim saat ini memiliki banyak kesamaan. Mereka mengkhianati berbagai permasalahan umat, menelantarkan kemaslahatan umat, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjual kekuasaan dan kedaulatan negerinya, menggadaikan negeri kepada musuh-musuh Allah dan menjadikannya arena pertarungan internasional. Mereka mengangkangi kekayaan negerinya dan dibagi-bagi diantara pemimpin rezim, orang-orang dekatnya, para kroni dan pengikutnya. Bahkan mereka menyerahkan dan menggadaikan kekayaan umat kepada barat imperialis. Mereka sama-sama memberikan loyalitas kepada barat kapitalis terutama AS dan Inggris. Mereka pun menjelma menjadi sosok zalim, rusak dan merusak serta menyebarkan kerusakan di muka bumi. Mereka lupa, kezaliman dan penindasan akan melahirkan “letusan,” dan tirani pasti akan berakhir dan dilindas zaman! Kesudahan bagi para penguasa zalim dan tiran pasti datang.

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
Allah sungguh membiarkan orang yang zalim hingga jika Dia mengambilnya, Dia tidak akan melepaskannya (HR al-Bukhari dan Muslim)

Kedua, para penguasa itu berupaya memupuk kekuasaan, menghimpun harta, mengguritakan jaringan kroninya dan bersandar serta loyal kepada barat. Mereka lupa, bahwa semua itu tidak berguna sedikitpun dan tidak bisa menyelamatkan nasib mereka dari umat dan sanksi Allah SWT. Sekuat apapun loyalitas dan sebesar apapun pengabdian mereka kepada barat imperialis, jika tiba saatnya, mereka akan dicampakkan oleh barat. Mereka hanya akan mendapat kehinaan di hadapan umat di dunia dan sanksi yang pedih di akhirat.

Ketiga, Perubahan akan terjadi jika rakyat bergerak menuntut perubahan. Saat itu, tidak ada pihak manapun, termasuk barat kafir dengan segala kekuatannya, yang bisa menghalangi perubahan. Sayang, perubahan yang terjadi belum berupa perubahan hakiki, baru sebatas perubahan orang dan pribadi penguasa. Rezim yang satu jatuh dan diganti oleh penguasa yang lain, yang tetap loyal kepada barat imperialis dan mengadopsi sistem sekular.

Keempat, perubahan hakiki yang seharusnya diwujudkan adalah perubahan yang dicontohkan oleh Rasul saw dan para sahabat. Yaitu perubahan menuju Allah, menuju Islam, akidah dan syariahnya sebagai pandangan hidup dan sistem yang diterapkan untuk mengatur urusan masyarakat.

Kelima, perubahan hakiki akan terwujud jika umat bergerak menuntut perubahan hakiki itu. Untuk itu umat harus sadar dan paham tentang: Rusak dan bobroknya sistem yang sedang eksis; Rusak dan buruknya para pengusung dan penjaga sistem itu. Umat harus sadar dan paham tentang sistem Islam dan bahwa syariah Islam merupakan sistem yang terbaik dan diridhai Allah dan Rasul-Nya, serta hanya mungkin sempurna diterapkan dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-Nubuwah. Umat juga harus sadar dan paham, mewujudkan perubahan hakiki dengan menerapkan syariah Islam adalah tuntutan keimanan mereka. Kesadaran itu yang akan melahirkan gerakan umat menuntut dan merealisasi perubahan hakiki itu.

Semua itu hanya bisa diwujudkan melalui gerakan penyadaran, dakwah yang terus menerus. Itulah aktivitas perjuangan yang riil dan serius mewujudkan perubahan yang hakiki. Yang harus kita lakukan adalah turut andil seoptimal mungkin dalam upaya mewujudkan kesadaran-kesadaran itu dalam diri umat dengan segenap komponennya terutama ahlul quwah, para tokoh dan ulama. Setiap kita bisa melakukannya. Tidak ada sesuatupun yang membuat kita tidak bisa. Sebesar apapun andil kita dalam hal itu akan kita petik buahnya di akhirat kelak di hadapan Allah SWT. Mau?? WalLâh a’lam bi ash-shawâb.

Komentar Al-Islam:

Nabi Muhammad perlu dicontoh dan dipedomani kepemimpinan dan kebijaksanaannya yang mampu mengubah kehidupan masyarakat majemuk yang penuh kemungkaran menuju masa depan lebih baik. -Presiden SBY dalam peringatan Maulid Nabi di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa, 15/2/2011- (inilah.com, 15/2)


1. Kebijaksanaan Nabi adalah al-Quran dan as-Sunnah. Sistem kepemimpinan yang Nabi saw wariskan adalah Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah, bukan sistem jahiliyah buatan manusia, baik kapitalisme demokrasi ataupun sosialisme komunisme
2. Meneladani kepemimpinan dan kebijaksanaan Nabi saw adalah dengan menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber kebijaksanaan yaitu sumber hukum, dan menerapkan syariah Islamiyah dalam bingkai Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah. Niscaya, masyarakat yang lebih baik tidak lagi sekedar mimpi.

Tidak ada komentar: